Walikota Denpasar Tekankan Efektivitas 33 Program Prioritas Daerah
Pemerintah Kota Denpasar terus mematangkan langkah strategis dalam mengakselerasi agenda pembangunan daerah. Dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang digelar di
Pemerintah Kota Denpasar terus mematangkan langkah strategis dalam mengakselerasi agenda pembangunan daerah. Dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang digelar di Ruang Mahottama Graha Sewaka Dharma Lumintang, Denpasar, jajaran eksekutif membedah secara menyeluruh realisasi kinerja pemerintahan, capaian indikator makro, serta efektivitas implementasi 33 program prioritas.
Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, didampingi Wakil Walikota Kadek Agus Arya Wibawa, dan Sekretaris Daerah Kota Denpasar IGN Eddy Mulya. Forum ini turut melibatkan jajaran Kelompok Ahli, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga jajaran direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar.
Transformasi Paradigma: Berorientasi pada Dampak Nyata
Dalam arahannya, Walikota Jaya Negara menggarisbawahi pentingnya pergeseran paradigma birokrasi dari sekadar menggugurkan kewajiban administratif menjadi orientasi hasil (outcome-based governance). Evaluasi berkala dinilai krusial untuk mengukur sejauh mana intervensi anggaran dan program kerja benar-benar memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
“Rakor ini menjadi momentum untuk melihat kembali apa yang sudah kita laksanakan, apa yang sudah dicapai, dan apa yang masih perlu kita tingkatkan. Seluruh perangkat daerah harus memiliki komitmen yang sama untuk memastikan program pembangunan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Jaya Negara.
Fokus evaluasi mencakup pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) dan target-target makro pembangunan Kota Denpasar, seperti pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas layanan kesehatan, dan optimalisasi pendidikan. Evaluasi komprehensif ini ditujukan agar tidak terjadi ketimpangan antara realisasi serapan anggaran dan kepuasan publik di lapangan.
Penguatan Sinergi Antara OPD dan Perumda
Jaya Negara juga mengingatkan para pimpinan instansi teknis dan badan usaha milik daerah agar memperkuat koordinasi lintas sektor. Menurutnya, keberhasilan eksekusi 33 program prioritas sangat bergantung pada soliditas antar-lembaga dalam mengatasi kendala birokrasi dan hambatan teknis.
“Yang paling penting bukan hanya bagaimana program dilaksanakan, tetapi bagaimana hasilnya dapat dirasakan masyarakat. Karena itu, setiap program harus terus dievaluasi, diperbaiki, dan disinergikan agar target pembangunan Kota Denpasar dapat tercapai,” imbuhnya.
Beberapa poin strategis yang menjadi sorotan utama dalam evaluasi kinerja Pemkot Denpasar meliputi:
- Akselerasi 33 Program Prioritas: Memastikan seluruh program strategis berjalan sesuai jadwal tanpa mengorbankan kualitas keluaran (output).
- Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik: Mendorong transformasi digital dan transparansi layanan di seluruh unit kerja pemerintah.
- Ketahanan Ekonomi dan Sosial: Penguatan peran BUMD/Perumda dalam menjaga stabilitas pasokan serta menopang ekonomi kerakyatan.
- Efisiensi dan Akuntabilitas Anggaran: Mengoptimalkan penggunaan APBD agar setiap rupiah dialokasikan pada sektor-sektor yang berdampak ganda bagi publik.
Menjaga Konsistensi Target Pembangunan
Langkah evaluasi ini dinilai relevan di tengah dinamika tantangan perkotaan Denpasar yang kompleks, mulai dari tata kelola persampahan, infrastruktur perkotaan, hingga peningkatan daya saing pariwisata berbasis budaya. Kehadiran Kelompok Ahli dalam rakor diharapkan mampu memberikan masukan berbasis data (evidence-based policy) guna mempertajam arah kebijakan ke depan.
Melalui konsolidasi internal yang ketat, Pemerintah Kota Denpasar optimistis seluruh target pembangunan yang tertuang dalam dokumen perencanaan jangka menengah dapat tercapai secara terukur, akuntabel, dan berkelanjutan.
Comments (0)