Rashford Cetak Brace, Manchester United Kalahkan Arsenal di Old Trafford
Skor akhir 2-1. Manchester United keluar sebagai pemenang dalam laga bertajuk Big Match melawan Arsenal di Old Trafford, Minggu malam WIB. Tapi jangan salah, kemenangan ini tidak datang dengan mudah. ...
Skor akhir 2-1. Manchester United keluar sebagai pemenang dalam laga bertajuk Big Match melawan Arsenal di Old Trafford, Minggu malam WIB. Tapi jangan salah, kemenangan ini tidak datang dengan mudah. Arsenal sempat memimpin lebih dulu lewat gol Martin Odegaard di menit ke-31, sebelum Marcus Rashford membalikkan keadaan dengan dua gol spektakuler di menit ke-54 dan menit ke-78. Old Trafford meledak. Rashford, yang musim ini kerap dikritik karena inkonsistensi, menjawab semua keraguan dengan penampilan terbaiknya musim ini.
Babak pertama berjalan sengit sejak wasit meniup peluit kick-off. Manchester United tampil dengan formasi 4-2-3-1, sementara Arsenal memilih 4-3-3 dengan pressing tinggi khas Mikel Arteta. Penguasaan bola pada 45 menit pertama justru dikuasai tim tamu dengan angka 61 persen berbanding 39 persen. United lebih banyak bertahan dan mengandalkan serangan balik cepat lewat kecepatan Rashford di sisi kiri.
Babak Pertama: Arsenal Mendominasi, United Bertahan Mati-matian
Menit ke-23, Rashford melepaskan tendangan pertama mengarah ke gawang, namun David Raya masih sigap menepis bola ke sisi kiri gawang. Itu menjadi satu-satunya shots on target United di babak pertama. Arsenal, yang tampil dominan, terus menekan. Gabriel Martinelli beberapa kali menusuk dari sayap kanan pertahanan United yang dikawal Diogo Dalot. Tekanan itu akhirnya membuahkan hasil di menit ke-31: umpan terobosan Bukayo Saka kepada Odegaard, dan kapten Arsenal itu melepaskan tembakan first-time ke pojok kiri bawah gawang Andre Onana. Skor 1-0 untuk Arsenal, dan itu merupakan gol ke-9 Odegaard musim ini. Gol itu tercipta setelah VAR memeriksa potensi offside pada posisi Saka, namun diputuskan posisinya legal. Satu kartu kuning menghiasi babak pertama, diterima Casemiro di menit ke-39 setelah pelanggaran keras kepada Declan Rice di tengah lapangan.
Manajer United, Erik ten Hag, terlihat frustrasi di pinggir lapangan. Timnya kesulitan keluar dari tekanan, dengan akurasi umpan hanya 78 persen. Namun ia memilih tidak mengubah taktik, hanya memberi instruksi agar lini tengah lebih berani memegang bola.
Babak Kedua: Kebangkitan Rashford dan Serangan Balik Mematikan
Babak kedua langsung berubah total. United keluar dengan intensitas berbeda. Menit ke-48, peluang emas pertama: tembakan Bruno Fernandes dari luar kotak penalti masih membentur tiang gawang. Tiga menit kemudian, giliran Rashford yang menguji Raya dengan tendangan voli. Dan di menit ke-54, gol penyama kedudukan lahir. Umpan terobosan Fernandes kepada Rashford yang lolos dari jebakan offside, kemudian diselesaikan dengan tendangan mendatar ke pojok kanan gawang. Skor berubah 1-1. Assist itu menjadi assist ke-8 Fernandes musim ini, yang membuatnya memimpin daftar top assist sementara liga.
Arsenal mencoba bangkit. Arteta memasukkan Leandro Trossard dan Kai Havertz untuk menambah daya gedor. Penguasaan bola Arsenal naik menjadi 57 persen sepanjang laga, dengan total 14 tembakan berbanding 11 milik United. Namun shots on target justru lebih banyak dimiliki United: 6 berbanding 4. Efisiensi jadi kata kunci. Menit ke-72, hampir saja Arsenal kembali unggul saat sundulan Gabriel dari sepak pojok menghantam mistar gawang. Itu peringatan terakhir bagi United.
Di menit ke-78, momen kunci pertandingan tiba. Rashford menerima bola di sisi kiri, melewati Ben White dengan gerakan body feint, lalu melepaskan tembakan keras dari sudut sempit yang gagal dihalau Raya. Gol kedua Rashford, skor 2-1 untuk United. Brace pertama Rashford musim ini. Sisa laga berjalan dramatis. Arsenal mendapat hadiah penalti di menit ke-86 setelah VAR menunjuk tangan Scott McTominay di kotak terlarang, namun eksekusi Saka gagal setelah tendangannya ditepis Onana. Old Trafford kembali bergemuruh. Onana mencatatkan clean sheet-nya di babak kedua sekaligus menjadi pahlawan dengan total 5 penyelamatan sepanjang laga.
Rashford, Dari Kritik Menjadi Pahlawan
Dua gol dari tiga tembakan tepat sasaran, satu dribel sukses, dan 92 persen akurasi umpan. Marcus Rashford dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan dengan rating tertinggi. Catatan ini sekaligus menjawab kritik tajam yang dialamatkan kepadanya dalam beberapa pekan terakhir. Statistik menunjukkan ia kini mengoleksi 11 gol dari 19 laga di semua kompetisi musim ini, serta menciptakan 3 peluang emas bagi rekan setimnya. Kecepatannya di sisi kiri menjadi senjata utama United saat bermain dalam transisi, dan gol keduanya di menit ke-78 adalah contoh sempurna eksekusi di ruang sempit.
“Rashford menunjukkan karakter sejati malam ini. Kami tahu ia pemain kelas dunia, dan malam ini ia membuktikannya di panggung terbesar. Kemenangan ini untuk para pendukung kami,” ujar Erik ten Hag dalam konferensi pers seusai laga.
Bagi Arsenal, kekalahan ini menjadi tamparan. Meski unggul penguasaan bola dan menciptakan lebih banyak peluang total, efisiensi penyelesaian akhir menjadi pembeda. Arsenal melepaskan 14 tembakan namun hanya 4 mengarah ke gawang, sementara United hanya butuh 11 tembakan untuk mencetak 2 gol. Odegaard sempat mencetak gol lagi di menit ke-90+2, namun dianulir VAR karena posisi offside Havertz yang menghalangi pandangan Onana. Satu kartu merah juga mewarnai injury time: Rice menerima kartu kuning kedua di menit ke-90+4 dan harus meninggalkan lapangan lebih cepat.
Kemenangan ini membawa Manchester United naik ke posisi tiga klasemen dengan 37 poin, hanya tertinggal dua angka dari Arsenal di posisi dua. Sementara itu, Rashford kini tercatat sebagai pemain United dengan kontribusi gol terbanyak musim ini: 11 gol dan 5 assist dari 19 penampilan. Jika konsistensi ini bertahan, bukan tidak mungkin United kembali bersaing memperebutkan gelar hingga akhir musim. Satu hal yang pasti: malam ini milik Rashford, dan milik Old Trafford.
Comments (0)