36 Kapal Lintasi Selat Hormuz, Tertinggi Sejak Perang AS-Iran
Teheran - Aktivitas pelayaran di Selat Hormuz menunjukkan peningkatan signifikan pada Senin (22/6) waktu setempat, mencatatkan rekor tertinggi sejak konflik bersenjata meletus antara Iran melawan Ame
Teheran - Aktivitas pelayaran di Selat Hormuz menunjukkan peningkatan signifikan pada Senin (22/6) waktu setempat, mencatatkan rekor tertinggi sejak konflik bersenjata meletus antara Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Februari lalu.
Berdasarkan data yang dihimpun media kami dari perusahaan pelacak maritim Kpler, setidaknya 36 kapal pengangkut komoditas melintasi jalur perairan strategis tersebut sepanjang hari Senin. Angka ini menjadi yang tertinggi sejak eskalasi militer di kawasan itu mengguncang stabilitas pelayaran global.
Jumlah 36 pelayaran dalam satu hari tersebut mewakili hampir sepertiga dari volume lalu lintas normal di Selat Hormuz pada masa damai sebelum perang, yang biasanya mencapai sekitar 120 pelayaran per hari.
Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur perairan paling vital di dunia. Sebelum ketegangan militer memuncak, selat ini secara rutin dilalui oleh sekitar seperlima dari total ekspor minyak dan gas global, menjadikannya titik kritis bagi rantai pasok energi internasional.
Meningkatnya jumlah kapal yang berani melintas di tengah situasi yang masih rawan konflik ini dinilai para analis sebagai indikator mulai pulihnya kepercayaan pelaku industri pelayaran terhadap keamanan jalur tersebut. Meski demikian, volume lalu lintas masih jauh dari kondisi normal sebelum perang.
Observasi terhadap pola pergerakan kapal di kawasan ini terus dilakukan mengingat posisi strategis Selat Hormuz yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab dan Samudra Hindia. Setiap gangguan terhadap jalur ini berpotensi memicu guncangan harga energi di pasar global.
Comments (0)