Plt Bupati Cilacap Lirik Batako FABA Karya Napi Nusakambangan untuk Proyek Pembangunan
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma, mengungkapkan ketertarikannya untuk memanfaatkan batako berbahan dasar fly ash bottom ash (FABA) yang diproduksi oleh warga binaan di Pulau
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma, mengungkapkan ketertarikannya untuk memanfaatkan batako berbahan dasar fly ash bottom ash (FABA) yang diproduksi oleh warga binaan di Pulau Nusakambangan, Jawa Tengah. Produk hasil olahan limbah batu bara itu dinilai lebih ekonomis sekaligus memiliki daya tahan yang lebih unggul dibandingkan material konvensional seperti bata merah maupun batako biasa.
Menurut Ammy, kualitas material FABA buatan para narapidana Nusakambangan itu sudah teruji secara teknis. Ia menilai produk tersebut sangat layak untuk diserap dalam berbagai proyek pembangunan infrastruktur di wilayah Kabupaten Cilacap.
"FABA itu hasil dari limbah batu bara yang dipadatkan menjadi paving, itu kekuatannya lebih kuat daripada bata merah sama batako. Kualitasnya jauh lebih bagus. Jadi kalau nggak salah, sepertinya sudah dipasarkan untuk pembangunan di PIK deh. Tentu saja, tentu saja kami sudah melirik produk FABA,"
Pernyataan tersebut disampaikan Ammy saat mendampingi Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto atau yang akrab disapa Titiek Soeharto, dalam kunjungan kerja ke Pulau Nusakambangan pada Sabtu (20/6/2026). Dalam kesempatan itu, Titiek Soeharto menyoroti potensi besar yang dimiliki Nusakambangan, tidak hanya dari sisi keamanan pemasyarakatan namun juga kontribusinya pada ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Potensi Ekonomi dan Lingkungan dari Limbah Batu Bara
Pemanfaatan FABA sebagai bahan bangunan merupakan bagian dari inovasi pengelolaan limbah industri yang ramah lingkungan. Selama ini, material FABA kerap menjadi persoalan tersendiri karena masuk dalam kategori limbah berbahaya. Namun, melalui proses pengolahan yang tepat, material ini dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi sekaligus mengurangi dampak pencemaran lingkungan.
Di Nusakambangan, kegiatan produksi batako berbasis FABA ini dikerjakan oleh para narapidana sebagai bagian dari program pembinaan keterampilan. Program ini diharapkan mampu memberi bekal keahlian teknis bagi para warga binaan sehingga setelah bebas nanti mereka dapat terjun ke dunia kerja atau bahkan membuka usaha secara mandiri.
Dukungan untuk Pengembangan Infrastruktur Lokal
Ketertarikan Plt Bupati Cilacap terhadap produk batako Nusakambangan membuka peluang besar bagi pengembangan industri pemasyarakatan sekaligus menggerakkan perekonomian di tingkat daerah. Jika terealisasi, proyek-proyek infrastruktur di Cilacap bisa memanfaatkan material lokal yang tidak hanya hemat biaya tetapi juga memiliki spesifikasi kekuatan yang lebih baik.
Dalam kunjungan tersebut, Titiek Soeharto juga menyinggung tentang pentingnya sinergi antara lembaga pemasyarakatan dengan pemerintah daerah. Ia menilai bahwa potensi yang dimiliki Nusakambangan harus terus dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengintegrasikan program pembinaan narapidana dengan pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Laporan ini disampaikan oleh tim media kami yang mengikuti langsung kunjungan kerja Komisi IV DPR RI di Pulau Nusakambangan. Beritainti.com akan terus memantau perkembangan rencana kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Cilacap dan Lapas Nusakambangan terkait pemanfaatan produk FABA untuk pembangunan daerah.
Comments (0)