Trump Ultimatum: 10 Tahun Penjara bagi Perusak Kolam Memorial Lincoln

Jakarta - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam akan menjatuhkan hukuman penjara hingga 10 tahun kepada siapa pun yang tertangkap tangan melakukan aksi vandalisme di Lincoln Memorial Refl

Jul 08, 2026 - 05:44
0 0
Trump Ultimatum: 10 Tahun Penjara bagi Perusak Kolam Memorial Lincoln

Jakarta - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam akan menjatuhkan hukuman penjara hingga 10 tahun kepada siapa pun yang tertangkap tangan melakukan aksi vandalisme di Lincoln Memorial Reflecting Pool, Washington, D.C. Ancaman ini disampaikan menyusul laporan kerusakan pada kolam ikonik yang baru saja menelan biaya renovasi fantastis, namun justru menuai persoalan baru yang memalukan.

"Kami tidak akan mentoleransi segala bentuk perusakan terhadap aset bersejarah bangsa. Siapa pun yang terbukti merusak Reflecting Pool akan menghadapi hukuman maksimal 10 tahun penjara," tegas Trump dalam pernyataan resminya yang dikutip media kami, Jumat (17/4/2026).

Pemerintahan Trump sebelumnya memang telah menggelontorkan dana sebesar 14,7 juta dolar AS—setara sekitar Rp260 miliar—kepada perusahaan Atlantic Industrial Coatings untuk melakukan renovasi total pada kolam tersebut. Dana tersebut dikucurkan tanpa melalui proses tender atau lelang yang transparan, sehingga menuai kritik dari berbagai kalangan pengawas anggaran. Renovasi ini mencakup pelapisan ulang seluruh permukaan kolam dengan cat berwarna biru khas bendera Amerika Serikat, sebuah proyek ambisius yang digadang-gadang akan menjadi daya tarik utama menjelang perayaan hari jadi ke-250 Amerika Serikat yang akan berlangsung Juli mendatang.

Hasil Renovasi Berakhir Ironis

Namun ironi tak terhindarkan. Hanya dalam hitungan minggu setelah proyek dinyatakan rampung, kondisi Reflecting Pool justru berbalik menjadi pemandangan yang memilukan. Cat biru yang semula mengkilap mulai mengelupas di sejumlah titik, menampakkan lapisan dasar yang tak terlindungi. Lebih parah lagi, air kolam yang seharusnya bening berubah menjadi hijau keruh karena pertumbuhan lumut yang tak terkendali. Ahli teknik sipil dari Universitas George Washington yang enggan disebutkan namanya menduga bahwa kegagalan ini disebabkan oleh ketidakcocokan formulasi cat dengan kondisi air yang terus terpapar sinar matahari dan perubahan suhu ekstrem.

Situasi ini menjadi bulan-bulanan publik dan media, terutama mengingat besarnya anggaran yang telah dikeluarkan dan tidak adanya proses tender yang memadai. Banyak pihak mempertanyakan akuntabilitas pemerintah dalam menangani proyek restorasi nasional, sementara Trump justru mengalihkan perhatian dengan mengeluarkan ancaman keras terhadap aksi vandalisme—seolah berupaya menutupi kegagalan teknis di balik ketegasan hukum.

Dampak Jelang Perayaan 250 Tahun AS

Dengan semakin dekatnya perayaan 250 tahun kemerdekaan AS, kondisi Reflecting Pool menjadi simbol kontras antara ambisi nasional dan realitas pelaksanaan di lapangan. National Park Service, yang bertanggung jawab atas kawasan National Mall, belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai langkah perbaikan darurat. Masyarakat pun menanti apakah pemerintah akan segera menganggarkan dana tambahan untuk memperbaiki kerusakan, atau justru membiarkannya hingga perayaan bersejarah tiba.

Sementara itu, aparat keamanan di sekitar Memorial Lincoln telah meningkatkan patroli untuk mencegah tindakan vandalisme lebih lanjut, sesuai instruksi langsung dari Presiden Trump. Namun, banyak yang menilai bahwa masalah utama saat ini bukanlah ancaman perusakan oleh tangan jahil, melainkan perbaikan yang harus segera dilakukan agar kolam legendaris ini kembali mencerminkan kejayaan bendera Amerika—bukan air hijau berlumut. Media kami akan terus memantau perkembangan kasus ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Pelaksana. Editor pelaksana dan konsistensi editorial.

Comments (0)

User