Jakarta — Polda Metro Jaya memberikan penjelasan resmi mengenai pengerahan personel Brimob

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, menyatakan penggeledahan merupakan bagian dari penyidikan kasus dugaan korupsi black out bat

Jul 08, 2026 - 20:44
0 0
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, menyatakan penggeledahan merupakan bagian dari penyidikan kasus dugaan korupsi black out batu bara yang melibatkan modus penggelapan penerimaan negara. Ia menekankan kehadiran Brimob bukan bentuk intimidasi, melainkan standar pengamanan terhadap objek yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.
“Penggeledahan dilakukan di tempat yang diduga menyimpan dokumen dan barang bukti penting. Kami melibatkan Brimob karena ada potensi resistensi dan untuk memastikan situasi tetap kondusif. Ini prosedur biasa dalam penanganan perkara berskala besar,”
ujar Ade Ary kepada wartawan, Senin (9/12/2024).

Konteks Kasus: Korupsi Black Out Batu Bara

Penggeledahan kafe di Cipete itu menyasar sebuah entitas yang diduga terafiliasi dengan tersangka kasus black out batu bara—praktik mengubah spesifikasi batu bara agar tercatat sebagai produk dengan kadar kalori lebih rendah untuk menghindari kewajiban pembayaran royalti dan Domestic Market Obligation (DMO). Modus ini diperkirakan merugikan negara hingga ratusan miliar rupiah. Dari informasi yang dihimpun, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya membawa sejumlah dokumen keuangan, perangkat elektronik, dan catatan transaksi dari kafe tersebut. Kafe itu diduga digunakan sebagai tempat pertemuan dan pusat koordinasi bisnis pelaku. Total kerugian negara dalam kasus ini, berdasarkan audit sementara, mencapai Rp467 miliar. Angka tersebut berasal dari selisih pembayaran royalti dan kewajiban DMO selama periode 2021–2023.

Meluas ke Wilayah Lain

Operasi penggeledahan tidak berhenti di Jakarta. Tim penyidik juga merambah ke sejumlah lokasi di Bogor, Jawa Barat. Seperti dilaporkan kumparan.com, properti milik pihak yang terkait dengan jaringan tersangka juga digeledah. Langkah ini menunjukkan bahwa kasus korupsi black out batu bara memiliki dimensi lintas daerah dengan aktor yang terorganisasi. Pengamat energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi, melalui pernyataan di Tribrata News, menyatakan dukungannya terhadap pengusutan menyeluruh. Menurutnya, pelanggaran DMO batu bara sudah berlangsung lama dan perlu dibongkar hingga ke akarnya.
“Saya mendukung pengusutan ini. Ini momentum baik untuk membersihkan tata kelola batu bara yang sudah lama menjadi ‘sarang tikus’,”
ujar Fahmy.

Penjagaan Ketat di Kediaman Jampidsus

Sementara itu, terpisah dari kasus ini, rumah Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, dikabarkan dijaga ketat oleh personel TNI. Okezone.com melaporkan situasi tersebut menimbulkan spekulasi publik. Namun, baik TNI maupun Kejaksaan Agung belum memberikan keterangan resmi. Sumber internal menyebutkan penjagaan itu adalah bagian dari standar pengamanan pejabat tinggi setelah adanya sejumlah ancaman terkait kasus besar yang sedang ditangani.

Artikel Lengkap — Poin-Poin Utama

  • Kafe di Cipete digeledah terkait kasus korupsi black out batu bara yang diduga merugikan negara Rp467 miliar.
  • Brimob dikerahkan untuk antisipasi resistensi dan pengamanan lokasi, sesuai prosedur standar dalam kasus besar.
  • Penyidik menyita dokumen keuangan, perangkat elektronik, dan catatan transaksi dari kafe yang diduga menjadi pusat koordinasi pelaku.
  • Penggeledahan meluas ke Bogor dan sejumlah lokasi lain seiring pengembangan jaringan tersangka.
  • Fahmy Radhi mendukung pengusutan kasus ini sebagai langkah pembersihan tata kelola batu bara nasional.
  • Rumah Jampidsus dijaga ketat TNI, memicu spekulasi adanya ancaman terkait kasus besar yang ditangani.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User