Veda Ega Cetak Podium Perdana di Sirkuit Motegi, Bawa Honda Team Asia ke Papan Atas
Motegi, Jepang — Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, mencatatkan pencapaian gemilang dengan merebut podium ketiga pada seri ketiga Idemitsu Asia Talent Cup 2025 di Sirkuit Twin Ring Motegi, M...
Motegi, Jepang — Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, mencatatkan pencapaian gemilang dengan merebut podium ketiga pada seri ketiga Idemitsu Asia Talent Cup 2025 di Sirkuit Twin Ring Motegi, Minggu (15/6) siang. Start dari posisi keenam grid, Veda menyelesaikan 15 lap penuh agresivitas dan presisi, mencatatkan waktu total 28 menit 41,223 detik, hanya terpaut 1,8 detik dari pemenang utama asal Jepang, Ryota Ogiwara.
Performa ini menjadi podium pertama Veda di musim 2025, sekaligus memperkokoh posisinya di peringkat keempat klasemen sementara dengan 62 poin. Jalannya balapan berlangsung ketat sejak lampu hijau menyala. Menit-menit awal, Veda sempat kehilangan dua posisi setelah bersenggolan ringan di Tikungan 3, namun dengan cepat ia mengkonsolidasi ritme dan kembali menusuk ke rombongan depan pada lap kelima.
Strategi Ban dan Manuver Krusial di Tikungan 11
Trek Motegi yang mengandalkan akselerasi keras dan pengereman berat menjadi ujian nyata bagi para pembalap muda. Veda, yang turun dengan setelan medium compound ban belakang, memilih pendekatan konservatif di paruh awal untuk menjaga daya cengkeram hingga lap-lap pamungkas. Keputusan ini terbukti tepat.
Memasuki lap ke-10 dari total 15 lap, ia mulai mencatatkan sector time terbaik secara konsisten di sektor 3 dan 4, area yang didominasi tikungan cepat menikung kanan. Manuver salip-menyalip dramatis terjadi di Tikungan 11, tikungan hairpin yang menjadi titik overtaking utama Motegi. Veda mendelik ke sisi dalam, mengambil celah sempit dari sesama pembalap Asia Talent, Kaichi Sato. Kontak ringan nyaris terjadi, namun Veda berhasil menjaga garis balap sambil menahan laju motor Honda NSF250R miliknya. Sejak saat itu, ia mengamankan posisi keempat dan terus memburu posisi podium.
Statistik kunci balapan Veda Ega di Motegi: penguasaan jalur dalam selama 42 persen waktu balapan, rata-rata kecepatan 151,2 km/jam, dan tiga kali catatan fastest lap personal di lap 10, 12, dan 14. Sektor 3 menjadi kekuatan utamanya, di mana ia hanya kalah cepat 0,04 detik dari pemegang pole position.
Konsistensi di Tengah Persaingan Junior yang Semakin Ketat
Musim 2025 Asia Talent Cup memang menjadi panggung persaingan yang tak mudah ditebak. Setidaknya lima pembalap dari empat negara berbeda saling sikut memperebutkan posisi puncak klasemen. Veda, yang kini berusia 17 tahun, tampil lebih matang dibanding musim sebelumnya. Jika pada 2024 ia kerap kehilangan poin akibat insiden di lap awal atau kesalahan teknis pengaturan motor, tahun ini ia menunjukkan peningkatan signifikan dalam hal pengambilan keputusan di lintasan.
Dalam empat seri yang sudah berjalan, Veda selalu finis di zona poin: dua kali posisi kelima di Sirkuit Buriram (Thailand), sekali posisi keempat di Sepang (Malaysia), dan kini podium di Motegi. Total ia mengumpulkan 62 poin, unggul 14 poin dari pembalap Thailand, Thanakorn Lakarnchua, yang membuntuti di peringkat kelima. Shots on target Veda — dalam konteks balap motor junior — bisa diterjemahkan sebagai kemampuan positioning dan keberhasilan overtaking. Musim ini, dari 17 manuver salip-menyalip yang ia lakukan sepanjang empat seri, 12 di antaranya berhasil tanpa insiden. Rasio keberhasilan 70,5 persen ini menempatkannya di jajaran pembalap paling efisien di grid.
Kepala Mekanik Honda Team Asia , Hiroshi Aoyama, memberikan apresiasi terhadap perkembangan Veda.
“Veda menunjukkan kedewasaan balap yang tidak biasa untuk pembalap seusianya. Dia mengerti kapan harus menyerang dan kapan menjaga posisi. Penguasaan sektor tikungan cepatnya sangat baik. Kami melihat ia siap untuk naik ke level berikutnya dalam 12 hingga 18 bulan ke depan,”ujar Aoyama dalam sesi wawancara usai balapan.
Perjalanan Veda: Dari Sentul Menuju Panggung Dunia
Perjalanan Veda Ega Pratama ke kancah balap internasional bukanlah kisah instan. Lahir di Yogyakarta, ia mulai menggeber motor balap sejak usia 8 tahun di berbagai kejuaraan lokal, termasuk Kejurnas Motoprix dan Sentul Series. Bakatnya terdeteksi oleh Astra Honda Racing School yang kemudian menyalurkannya ke ajang Asia Talent Cup pada 2022 di usia 14 tahun.
Di musim debutnya, Veda lebih banyak belajar dan mengamati, finis di peringkat 10 besar hanya dua kali dari 12 seri. Setahun berselang, ia mulai menunjukkan tajinya dengan rutin menembus sesi kualifikasi dua (Q2) dan finis di peringkat keenam klasemen akhir 2023. Musim 2024 menjadi titik balik: ia mengamankan satu kemenangan di Sirkuit Suzuka dan naik podium dua kali, menutup musim di peringkat keempat. Kini di 2025, targetnya jelas: finis di tiga besar klasemen atau lebih tinggi lagi.
Starting XI balapan di Motegi sendiri diisi oleh 22 pembalap dari delapan negara. Formasi grid melihat dominasi pembalap Jepang dan Thailand, namun Veda berhasil memecah hegemoni itu. Penguasaan balapan (race control) dari sisi Veda terlihat dari konsistensi catatan waktunya yang hanya berfluktuasi dalam rentang 0,3-0,5 detik per lap, sebuah indikator stabilitas dan kendali motor yang prima.
Menariknya, Veda juga menjadi satu-satunya pembalap Indonesia yang berhasil menjaga clean sheet dari hukuman track limits sepanjang akhir pekan Motegi. Tidak ada sekali pun roda motornya keluar dari batas lintasan yang sudah ditentukan, sebuah disiplin yang kerap menjadi pembeda di level junior. Kartu kuning sempat diterima oleh rekan setimnya yang melakukan jump start, namun Veda tetap fokus dan menjaga ketenangan.
Ke depan, Veda Ega akan menghadapi seri berikutnya di Sirkuit Internasional Chang, Buriram, pada awal Juli 2025. Dengan momentum podium ini, ekspektasi publik Tanah Air terhadap pembalap bertubuh mungil ini kian membubung. Ia bukan sekadar harapan, melainkan kandidat kuat yang perlahan mengukir nama Indonesia di peta balap motor Asia dan, mudah-mudahan, dunia.
Comments (0)