Unhas Lantik 21 Pejabat Baru dan Perkuat Transformasi Digital melalui Lembaga Khusus AI

Makassar, laporan redaksi – Universitas Hasanuddin (Unhas) melakukan penyegaran kepemimpinan dengan melantik 21 pejabat baru sekaligus mengumumkan langkah

Jul 08, 2026 - 01:29
0 1

Makassar, laporan redaksi – Universitas Hasanuddin (Unhas) melakukan penyegaran kepemimpinan dengan melantik 21 pejabat baru sekaligus mengumumkan langkah strategis untuk mempercepat transformasi digital kampus. Pelantikan yang berlangsung di Baruga Andi Pangeran Pettarani, Kampus Unhas, pada Selasa (7/7/2026), tidak hanya menandai pergantian dan kelanjutan kepemimpinan, tetapi juga menjadi momentum pengenalan lembaga baru yang akan membawa teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menyeluruh ke dalam ekosistem perguruan tinggi.

Sebanyak 21 pejabat yang dilantik terdiri atas wakil rektor, dekan, serta ketua dan wakil ketua lembaga. Dalam sambutannya, Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., atau yang akrab disapa Prof. JJ, menjelaskan bahwa pelantikan ini merupakan bagian dari penyegaran organisasi di periode kepemimpinannya yang kedua. Ia menegaskan bahwa sebagian besar pejabat lama tetap dipertahankan mengingat berbagai program strategis kampus masih berada dalam tahap penyelesaian dan memerlukan kelanjutan eksekusi yang konsisten.

"Empat tahun terlalu singkat sehingga banyak mimpi kami masih on progress. Karena itu sebagian besar pejabat masih melanjutkan tugasnya, seperti halnya saya masih lanjut," ujar Prof. JJ.

Bersamaan dengan pelantikan tersebut, Unhas resmi mengumumkan pembentukan Lembaga Transformasi Digital dan Artificial Intelligence (AI). Lembaga ini akan berada langsung di bawah koordinasi rektor dan memiliki tugas utama mengawal penerapan teknologi AI di seluruh aspek penyelenggaraan perguruan tinggi, mulai dari administrasi hingga pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Menurut Prof. JJ, keputusan membentuk lembaga khusus di tingkat rektorat dinilai sangat penting agar transformasi digital dapat berjalan lebih cepat dan optimal, dibandingkan jika hanya ditempatkan pada level direktorat atau subdirektorat.

Visi besar Unhas adalah menjadi salah satu pusat data (data center) di Indonesia Timur sekaligus menerapkan sistem AI secara menyeluruh dalam tata kelola kampus. Prof. JJ menegaskan bahwa literasi AI kini menjadi keharusan bagi seluruh sivitas akademika, termasuk dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Bagi Unhas, adaptasi terhadap perkembangan teknologi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keniscayaan yang harus diwujudkan secara sistematis dan menyeluruh.

"Semua dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa harus memiliki literasi artificial intelligence. AI bukan lagi pilihan, tetapi sebuah keniscayaan yang harus direspons perguruan tinggi," tegasnya.

Tidak berhenti di transformasi digital, Unhas juga membentuk Global Research Institute guna memperkuat kapasitas riset internasional. Lembaga ini dirancang untuk menghimpun berbagai pusat riset internasional yang selama ini berkembang di Unhas serta memperluas akses pendanaan penelitian dari lembaga-lembaga global. Langkah ini sekaligus menjadi upaya konkret mendukung target peningkatan peringkat Unhas menuju status world class university yang selama ini terus diupayakan.

Prof. JJ menyadari bahwa persaingan di kancah perguruan tinggi dunia menuntut pendekatan baru yang tidak konvensional. Dengan berbagai inovasi organisasi dan penguatan riset global, Unhas berharap mampu mengakselerasi capaiannya tanpa terjebak dalam stagnasi. Penugasan wakil rektor dan jajaran dekan baru diharapkan dapat menjadi motor penggerak dalam merealisasikan berbagai program ambisius tersebut, menjadikan Unhas sebagai kampus yang tidak hanya unggul secara lokal, tetapi juga mampu bersaing di tingkat internasional.

"Kalau Unhas menggunakan cara yang sama, kita akan stagnan. Karena itu kita harus menggunakan pendekatan baru agar mampu bersaing di tingkat dunia," tutur Prof. JJ.

Dengan penyegaran kepemimpinan dan lahirnya lembaga-lembaga strategis tersebut, Unhas menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi. Integrasi AI di seluruh lini kampus dan penguatan riset internasional melalui Global Research Institute diharapkan menjadi fondasi kokoh dalam perjalanan Universitas Hasanuddin menuju kelas dunia yang berdaya saing tinggi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User