Makassar, Beritainti.com – Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi memperluas struktur kepemimpinannya dengan menambah satu posisi wakil rektor, menjadikan total lima wakil rektor yang sebelumnya hanya berjumlah empat. Langkah strategis ini diambil untuk merespons kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing institusi dalam menembus pasar yang lebih luas.

Unit kerja baru yang dibentuk adalah Bidang Inovasi dan Pengelolaan Usaha, yang akan difokuskan pada penguatan hilirisasi hasil penelitian, pengembangan in

Jul 08, 2026 - 01:27
0 1

Unit kerja baru yang dibentuk adalah Bidang Inovasi dan Pengelolaan Usaha, yang akan difokuskan pada penguatan hilirisasi hasil penelitian, pengembangan inovasi berkelanjutan, serta tata kelola usaha institusi secara profesional. Dengan adanya bidang ini, Unhas berharap dapat menjembatani dunia akademik dengan industri dan masyarakat secara lebih efektif.

Prof. Dr. Amir Ilyas, S.H., M.H., mendapat amanah sebagai Wakil Rektor Bidang Inovasi dan Pengelolaan Usaha. Ia dilantik secara resmi dalam Upacara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pejabat di lingkungan Universitas Hasanuddin yang digelar di Baruga A.P. Pettarani, Kampus Unhas Tamalanrea, Selasa (7/7).

Profil dan Pengalaman Strategis

Lahir di Pangkajene pada 10 Juli 1980, Prof. Amir Ilyas bukanlah sosok baru di lingkungan Unhas. Sebelumnya, ia mengemban jabatan sebagai Wakil Dekan Bidang Kemitraan, Riset, dan Inovasi pada Sekolah Pascasarjana Unhas. Rekam jejaknya dalam membangun jejaring kemitraan yang luas serta kemampuannya dalam mengembangkan inovasi menjadi modal berharga untuk mengawal agenda transformasi bisnis universitas.

Penambahan bidang ini memisahkan fungsi-fungsi yang sebelumnya tergabung dalam satu wadah. Pada periode sebelumnya, kemitraan, inovasi, kewirausahaan, dan bisnis dikelola dalam satu bidang. Namun, seiring meningkatnya tuntutan hilirisasi hasil riset dan penguatan kemandirian institusi, Unhas memandang perlu untuk menghadirkan satuan kerja yang lebih terfokus dan mandiri, sehingga pengelolaan inovasi dan usaha dapat dijalankan secara lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.

Jembatan Antara Laboratorium dan Pasar

Dalam keterangannya seusai pelantikan, Prof. Amir menegaskan bahwa arahan pimpinan Unhas sangat jelas: hilirisasi harus menjadi tahap penting setelah riset, bukan sekadar pelengkap. Selama ini, universitas telah menghasilkan banyak inovasi dan karya penelitian yang berpotensi besar, namun belum semuanya berhasil menembus pasar secara optimal.

“Banyak karya dan hasil penelitian Unhas yang sangat potensial, namun belum berhasil masuk ke pasar. Di sinilah tantangan sekaligus tugas besar kami untuk membangun jembatan antara laboratorium dengan dunia industri dan masyarakat,” jelas Prof. Amir.

Pernyataan tersebut menegaskan komitmen bidang baru ini untuk menjadi katalisator yang menghubungkan hasil riset dengan kebutuhan nyata pengguna. Tanpa strategi yang kuat, inovasi cenderung berhenti di laporan atau prototipe laboratorium, padahal nilai tertinggi dari riset adalah ketika ia mampu memberikan dampak langsung bagi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Ekosistem Hilirisasi yang Menyeluruh

Keberadaan Bidang Inovasi dan Pengelolaan Usaha di bawah kepemimpinan Prof. Amir dirancang untuk memperkuat ekosistem hilirisasi inovasi secara menyeluruh. Tahapan yang akan dikawal meliputi identifikasi potensi hasil riset, perlindungan kekayaan intelektual, pengembangan model bisnis yang layak dan berkelanjutan, inkubasi inovasi, hingga pembangunan kolaborasi strategis dengan pemerintah, industri, serta berbagai mitra usaha di dalam dan luar negeri.

Pendekatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan daya saing inovasi Unhas di tingkat nasional, tetapi juga membuka peluang untuk bersaing di pasar global. Prof. Amir mengakui bahwa sejumlah perguruan tinggi lain telah lebih dahulu membangun sistem pengelolaan serupa, namun ia optimistis Unhas mampu mengejar dan bahkan melampaui dengan memanfaatkan kekuatan riset yang telah dimiliki serta jaringan kemitraan yang sudah terbangun.

Dengan terbentuknya bidang baru ini, Unhas menunjukkan komitmennya untuk terus bertransformasi menjadi universitas yang tidak hanya unggul dalam riset, tetapi juga mampu mengonversi pengetahuan menjadi nilai ekonomi yang berkelanjutan. Langkah ini sekaligus menandai babak baru dalam perjalanan Unhas sebagai institusi pendidikan tinggi yang adaptif terhadap dinamika zaman.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User