Tchouameni Cetak Gol, Real Madrid Kunci Tiket 16 Besar Liga Champions

Real Madrid memastikan langkah ke babak 16 besar Liga Champions 2025/2026 setelah menundukkan Benfica di leg kedua play-off yang berlangsung di Santiago Bernabeu, Kamis (26/2/2026) dini hari WIB. Skor...

Jul 28, 2026 - 07:02
0 0
Tchouameni Cetak Gol, Real Madrid Kunci Tiket 16 Besar Liga Champions

Real Madrid memastikan langkah ke babak 16 besar Liga Champions 2025/2026 setelah menundukkan Benfica di leg kedua play-off yang berlangsung di Santiago Bernabeu, Kamis (26/2/2026) dini hari WIB. Skor akhir 2-1 untuk kemenangan Los Blancos membuat agregat menjadi 4-2, membawa pasukan Carlo Ancelotti melaju mulus ke fase gugur utama kompetisi elite Eropa tersebut.

Gelandang asal Prancis, Aurelien Tchouameni, menjadi aktor pembuka keunggulan tuan rumah dengan gol spektakuler pada menit ke-18. Menerima umpan terukur dari Jude Bellingham di luar kotak penalti, Tchouameni melepaskan tendangan melengkung yang tak mampu dijangkau kiper Benfica, Odysseas Vlachodimos. Bola bersarang manis di pojok kiri atas gawang, memicu sorak gemuruh lebih dari 75 ribu pendukung yang memadati Bernabeu.

Dominasi Madrid di Babak Pertama

Los Blancos tampil dominan sejak menit awal dengan penguasaan bola mencapai 62 persen pada 45 menit pertama. Formasi 4-3-1-2 yang diterapkan Ancelotti berjalan efektif, di mana trio Bellingham, Vinicius Junior, dan Rodrygo menjadi ancaman konstan bagi lini pertahanan Benfica yang dikomandoi Antonio Silva.

Statistik shots on target menunjukkan keunggulan telak tuan rumah — 7 berbanding 2 dari tim tamu. Benfica yang membutuhkan kemenangan minimal dua gol untuk membalikkan defisit agregat 2-1 dari leg pertama, justru kesulitan mengembangkan permainan dan kerap terperangkap dalam pressing tinggi yang dilancarkan Federico Valverde dan Eduardo Camavinga di lini tengah.

Peluang emas kedua Madrid hadir pada menit ke-34 ketika Vinicius Junior melakukan penetrasi dari sisi kiri dan melepaskan tembakan mendatar. Sayangnya, bola masih membentur tiang gawang setelah sempat mengenai jari Vlachodimos. Hingga turun minum, skor 1-0 bertahan dan Benfica semakin tertekan secara mental.

Respons Benfica dan Drama Kartu Merah

Memasuki babak kedua, pelatih Benfica, Bruno Lage, merombak pendekatan taktis dengan memasukkan dua penyerang sekaligus — Goncalo Ramos dan Petar Musa — untuk menambah daya gedor. Pergantian ini sempat mengubah dinamika pertandingan pada 15 menit awal paruh kedua. Benfica mencatat penguasaan bola yang meningkat signifikan ke angka 52 persen dan menciptakan tiga peluang berbahaya dalam rentang waktu singkat.

Puncaknya terjadi pada menit ke-58 ketika Angel Di Maria, mantan pemain Real Madrid, mengirim umpan silang presisi yang berhasil ditanduk Ramos. Bola sempat melewati kiper Thibaut Courtois, namun digagalkan oleh sapuan David Alaba di garis gawang. Momen krusial yang menyelamatkan keunggulan Madrid.

Drama sesungguhnya tersaji pada menit ke-67. Bek Benfica, Morato, menerima kartu kuning kedua setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Rodrygo di tepi kotak penalti. Wasit Michael Oliver asal Inggris sempat meninjau insiden melalui VAR untuk memastikan keputusan. Kartu merah membuat Benfica harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain, dan keunggulan jumlah personel langsung dimanfaatkan oleh tuan rumah.

Menit ke-73, Rodrygo menggandakan keunggulan Madrid lewat skema serangan balik cepat yang dibangun dari lini tengah. Pemain Brasil itu menerima bola terobosan dari Camavinga, mengecoh satu bek, dan menuntaskan peluang dengan tendangan rendah ke sudut jauh gawang. Gol ini sekaligus memupus harapan Benfica yang membutuhkan tiga gol untuk lolos.

Benfica sempat mencetak gol hiburan pada menit ke-84 melalui sundulan Antonio Silva memanfaatkan situasi sepak pojok Di Maria. Namun, gol tersebut tak lebih dari penghibur bagi tim asal Lisbon yang harus mengakui keunggulan Madrid secara keseluruhan dalam dua leg.

Analisis Performa dan Jalan ke Fase Gugur

Starting XI Real Madrid menampilkan komposisi terbaiknya dengan Courtois di bawah mistar, kuartet bek Carvajal-Militao-Alaba-Ferland Mendy, trio gelandang Valverde-Tchouameni-Camavinga, Bellingham sebagai playmaker, serta duet Vinicius-Rodrygo di lini depan. Solidnya struktur ini tercermin dari statistik clean sheet yang nyaris sempurna hingga kebobolan di menit-menit akhir.

Tchouameni layak dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan dengan kontribusi satu gol, akurasi umpan 91 persen, dan empat tekel sukses yang memutus alur serangan Benfica. Sementara itu, Bellingham kembali menunjukkan kelasnya sebagai kreator serangan dengan mencatatkan satu assist dan menciptakan lima peluang kunci sepanjang 85 menit ia berada di lapangan.

Carlo Ancelotti dalam konferensi pers usai laga menyampaikan apresiasinya terhadap mentalitas skuad. "Kami tahu Benfica adalah tim berbahaya, terutama dalam situasi transisi. Namun para pemain menjalankan rencana permainan dengan disiplin luar biasa. Tchouameni dan Camavinga menjadi fondasi penting yang membuat segalanya lebih mudah," ungkap pelatih asal Italia tersebut.

Kemenangan ini membawa Real Madrid bergabung bersama tim-tim unggulan lain di babak 16 besar, termasuk Manchester City, Bayern Munich, dan Inter Milan yang telah lebih dulu memastikan tempat. Undian akan digelar pada Jumat pekan depan di markas UEFA, Nyon, Swiss, dan Madrid berpotensi menghadapi lawan berat mengingat status mereka sebagai juara fase grup.

Dari sisi Benfica, kegagalan di play-off ini menjadi pukulan telak setelah mereka hampir lolos otomatis di fase liga. Kini, fokus tim asuhan Bruno Lage akan beralih sepenuhnya ke kompetisi domestik Primeira Liga, di mana mereka masih bersaing ketat dengan FC Porto dan Sporting CP dalam perburuan gelar juara Portugal musim 2025/2026.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User