Semangat Bung Karno Diyakini Masih Relevan Jawab Tantangan Zaman, Kenneth Ajak Gen Z Pahami Pemikiran Sang Proklamator

Beritainti.com, Jakarta — Di tengah arus digitalisasi yang semakin deras dan kompleksitas persoalan global, nilai-nilai perjuangan Bung Karno kembali digaungkan sebagai fondasi penting bagi gener

Jul 08, 2026 - 05:16
0 1
Semangat Bung Karno Diyakini Masih Relevan Jawab Tantangan Zaman, Kenneth Ajak Gen Z Pahami Pemikiran Sang Proklamator

Beritainti.com, Jakarta — Di tengah arus digitalisasi yang semakin deras dan kompleksitas persoalan global, nilai-nilai perjuangan Bung Karno kembali digaungkan sebagai fondasi penting bagi generasi penerus bangsa. Peringatan Bulan Bung Karno pada Juni ini dinilai bukan sekadar ritual seremonial, melainkan momentum strategis untuk merefleksikan kembali relevansi ajaran Sang Proklamator dalam menghadapi realitas kekinian.

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth, menekankan bahwa kemajuan teknologi semata tidak akan cukup membawa bangsa ini melompat lebih tinggi tanpa diimbangi oleh karakter kebangsaan yang kokoh. Menurutnya, generasi muda—khususnya Generasi Z—perlu melampaui sekadar mengenal Bung Karno lewat kutipan-kutipan viral di media sosial. Lebih dari itu, mereka harus menyelami gagasan besar serta cita-cita yang pernah dinyalakan oleh Bung Karno demi membangun Indonesia yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian.

"Bung Karno mengajarkan bahwa kemerdekaan bukanlah hadiah, melainkan hasil dari pengorbanan, keberanian, dan persatuan seluruh anak bangsa. Nilai-nilai itulah yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus," ujar Kenneth dalam keterangan yang diterima media kami, Selasa (30/6/2026).

Kenneth menggarisbawahi tiga pilar utama dari ajaran Bung Karno yang menurutnya tetap aktual menjawab tantangan masa kini. Pertama, semangat gotong royong yang menjadi antitesis dari individualisme yang kian menguat di era digital. Di tengah kecenderungan generasi muda yang semakin terfragmentasi oleh algoritma media sosial, nilai kebersamaan dan solidaritas sosial harus terus ditanamkan agar kohesi bangsa tidak tergerus.

Kedua, keberanian bermimpi besar. Bung Karno, kata Kenneth, tidak pernah membatasi imajinasi bangsa ini pada hal-hal yang kecil. Ia mendorong Indonesia untuk bercita-cita menjadi pemain utama di panggung dunia. Spirit tersebut, lanjutnya, relevan untuk memacu generasi muda agar tidak cepat berpuas diri dan berani menciptakan terobosan-terobosan inovatif di berbagai bidang, mulai dari teknologi, ekonomi kreatif, hingga diplomasi global.

Ketiga, keteguhan dalam mempertahankan kedaulatan dan identitas bangsa. Kenneth menyoroti bagaimana era globalisasi membawa serta risiko homogenisasi budaya yang dapat mengikis jati diri nasional. Oleh karena itu, pemahaman mendalam terhadap sejarah dan pemikiran para pendiri bangsa menjadi benteng pertahanan kultural bagi generasi muda agar tetap berakar pada kepribadian Indonesia walau bergerak lincah di kancah internasional.

Sebagai bagian dari peringatan Bulan Bung Karno, Kenneth juga mendorong agar institusi pendidikan dan komunitas pemuda lebih aktif menggelar diskusi, seminar, serta kegiatan literasi sejarah yang mengupas pemikiran Bung Karno secara kontekstual. Menurutnya, pendekatan yang kaku dan dogmatis hanya akan menjauhkan anak muda dari warisan intelektual Sang Proklamator. Narasi tentang Bung Karno harus dikemas ulang secara kreatif dan relevan dengan persoalan yang mereka hadapi sehari-hari, seperti ketimpangan sosial, krisis iklim, dan disrupsi teknologi.

Lebih jauh, legislator muda ini menilai bahwa Bulan Bung Karno harus dimaknai sebagai ajang konsolidasi kesadaran kolektif bahwa Indonesia dibangun di atas fondasi perjuangan yang melibatkan seluruh elemen bangsa. Menghidupkan kembali semangat tersebut merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa pembangunan nasional tidak hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi, melainkan juga keadilan sosial dan ketahanan karakter bagi seluruh rakyat Indonesia, terutama generasi yang akan memimpin di masa depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Editor Politik. Editor ringkasan kebijakan dan pemilu.

Comments (0)

User