Puluhan Bangkai Kapal Teronggok di Karangantu hingga Nyaris Tenggelam

Serang - Pemandangan memprihatinkan tersaji di kawasan pesisir Karangantu, Kota Serang, Banten. Puluhan bangkai kapal kayu yang telah rusak berat tampak teronggok dan menjadi sampah visual yang mengg

Jul 06, 2026 - 13:53
0 1
Puluhan Bangkai Kapal Teronggok di Karangantu hingga Nyaris Tenggelam

Serang - Pemandangan memprihatinkan tersaji di kawasan pesisir Karangantu, Kota Serang, Banten. Puluhan bangkai kapal kayu yang telah rusak berat tampak teronggok dan menjadi sampah visual yang mengganggu aktivitas pelayaran nelayan setempat. Keberadaan kerangka-kerangka kapal ini tidak hanya merusak estetika lingkungan, tetapi juga menimbulkan ancaman serius terhadap keselamatan pelayaran serta mempersempit ruang gerak para nelayan tradisional.

Berdasarkan pantauan tim media kami di lokasi pada Rabu (24/6/2026), situasi di sepanjang muara sungai menuju laut lepas tersebut terlihat sangat semrawut. Bangkai kapal berderet di sisi-sisi kiri dan kanan muara, berhimpitan dengan kapal-kapal nelayan aktif yang masih dipergunakan untuk mencari ikan. Kondisi ini menciptakan jalur lalu lintas air yang sangat sempit. Para nahkoda perahu kecil harus berhati-hati menyelusuri celah sempit di antara kapal-kapal mati tersebut agar tidak tersangkut atau menabrak kerangka kayu yang lapuk.

Celah Sempit dan Bahaya Navigasi

Beberapa unit kapal yang rusak memang masih menyisakan bentuk bodi aslinya meski telah keropos, namun sebagian besar lainnya sudah tidak utuh lagi. Sebagian hanya menyisakan kerangka anjungan kapal yang mencuat ke permukaan air, sementara bagian lambungnya sudah lama hancur. Parahnya, tidak sedikit bangkai kapal yang nyaris tenggelam. Bangkai-bangkai yang setengah terendam air ini hanya menyisakan tiang atau atap anjungan yang masih terlihat, sementara lambung kapal dipenuhi oleh lumut dan rumput liar.

Salah seorang nelayan yang ditemui di lokasi mengeluhkan kondisi ini. Ia menyebut bahwa muara yang harusnya menjadi akses vital untuk keluar-masuk kapal kini semakin dangkal dan sempit akibat tertutup oleh bangkai-bangkai yang tak kunjung disingkirkan.

"Kami sangat kesulitan ketika pasang surut, apalagi saat membawa muatan ikan yang banyak. Bangkai-bangkai ini seperti ranjau di air, kami sudah tidak tahu harus disingkirkan ke mana lagi," ujar seorang juru mudi kapal kepada laporan kami.

Selain mempersempit haluan, bangkai kapal ini juga menjadi penyebab pendangkalan. Material kayu yang membusuk serta lumpur yang terperangkap di antara kerangka-kerangka tersebut menyebabkan sedimentasi berlebih. Akibatnya, kapal-kapal nelayan sering kali kandas saat melintas, terutama saat air laut sedang dalam kondisi surut. Hal ini tentu merugikan para nelayan yang harus menunda aktivitas melaut atau bahkan merusak lambung perahu mereka.

Masalah pelik ini bukanlah hal baru di Karangantu. Minimnya fasilitas pemecahan kapal serta mahalnya biaya untuk memindahkan kapal-kapal tak terpakai menjadi alasan utama para pemilik kapal meninggalkan begitu saja aset mereka di perairan umum. Hingga saat ini, kawasan yang pernah menjadi sentra pelabuhan bersejarah itu terus menanggung beban limbah maritim yang nyaris menenggelamkan harapan para nelayan kecil.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Nasional. Reporter ringkasan peristiwa penting.

Comments (0)

User