Polri Cetak Sejarah, Indonesia Akhiri 53 Tahun Impor Jagung

Jakarta, Beritainti.com - Indonesia mencatat tonggak sejarah baru di sektor pertanian. Setelah lebih dari setengah abad bergantung pada jagung impor, tahun ini negara secara resmi menyetop impor dan

Jul 06, 2026 - 13:52
0 1
Polri Cetak Sejarah, Indonesia Akhiri 53 Tahun Impor Jagung

Jakarta, Beritainti.com - Indonesia mencatat tonggak sejarah baru di sektor pertanian. Setelah lebih dari setengah abad bergantung pada jagung impor, tahun ini negara secara resmi menyetop impor dan justru memulai ekspor komoditas tersebut. Keberhasilan ini disebut-sebut tak lepas dari peran strategis Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang turun tangan mengawal produksi jagung nasional.

Pernyataan itu disampaikan oleh Komisaris Jenderal Purnawirawan Profesor Mohammed Rycko Amelza Dahniel dalam sebuah acara di Pusat Studi Ilmu Kepolisian, Kompleks STIK-PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (24/6/2026). Rycko, yang kini dikenal sebagai akademisi kepolisian, mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai panjangnya ketergantungan Indonesia pada jagung impor.

"Data BPS, jawabannya adalah Indonesia itu selalu mengimpor jagung sejak tahun 1973, dan baru tahun 2026 ini kita menyatakan tidak mengimpor, dan bahkan mengekspor. Berarti selama 53 tahun ini kita ekspor terus, sejarah dirubah. Sejarah dirubah, karena apa? Dengan adanya satu kebijakan presiden yaitu untuk swasembada pangan, kemudian menugaskan Polri,"

ujar Rycko kepada awak media.

Dari Importir Menjadi Eksportir

Ia menjelaskan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sejak tahun 1973 Indonesia tak pernah sekalipun absen mencatatkan impor jagung. Barulah pada tahun ini, di bawah komando Presiden Prabowo Subianto, rantai impor itu diputus. Kebijakan swasembada pangan yang dicanangkan presiden menjadi titik balik. Menurutnya, penugasan Polri untuk mengawal produksi jagung secara langsung menjadi game changer yang mengubah arah kebijakan pangan nasional.

Rycko menegaskan, kiprah Polri di sektor pertanian bukan sekadar menjalankan tugas tambahan, melainkan menciptakan warisan yang akan dikenang dalam perjalanan bangsa. “Polri telah mencatatkan sejarah baru,” tegasnya. Dengan pengawalan dari hulu ke hilir serta pendampingan petani, produksi jagung dalam negeri mengalami lonjakan signifikan hingga memenuhi kebutuhan domestik dan meninggalkan surplus untuk ekspor.

Peran Kunci Polri dalam Transformasi Pangan

Kebijakan pelibatan Polri dalam program swasembada pangan menuai sorotan. Rycko mengungkapkan bahwa model pengawalan ini memastikan distribusi pupuk, benih, dan hasil panen berjalan lancar tanpa hambatan. “Ini bukti bahwa pendekatan keamanan bisa selaras dengan pembangunan ekonomi,” katanya. Alhasil, Indonesia tak hanya lepas dari jerat impor, tetapi juga siap menjadi pemain baru di pasar jagung global.

Laporan kami di lapangan mendapati antusiasme petani di sejumlah daerah. Mereka mengaku terbantu dengan kehadiran aparat yang menjamin stabilitas harga dan keamanan pasca panen. “Dulu kami khawatir harga anjlok, sekarang malah ada kepastian karena langsung diserap dan dikawal,” ujar seorang petani di Jawa Timur yang enggan disebutkan namanya.

Kedaulatan Pangan dan Masa Depan Pertanian

Berita ini menjadi sinyal positif bagi cita-cita bangsa mencapai kedaulatan pangan. Prof Rycko berharap momentum ini tak hanya berhenti di jagung, tapi juga merambat ke komoditas lain. “Kalau model ini berhasil, bukan tidak mungkin kita bisa mengulanginya untuk beras, kedelai, atau produk pertanian strategis lainnya,” pungkasnya.

Dengan keberhasilan ini, Indonesia resmi menutup lembaran panjang defisit neraca perdagangan jagung yang berlangsung selama 53 tahun.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Editor Politik. Editor ringkasan kebijakan dan pemilu.

Comments (0)

User