Pekerja Bangunan di Tegallalang Gianyar Ditemukan Meninggal Saat Bekerja
Sebuah peristiwa mengejutkan terjadi di kawasan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali. Seorang pria yang berprofesi sebagai pekerja bangunan ditemukan menin
Sebuah peristiwa mengejutkan terjadi di kawasan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali. Seorang pria yang berprofesi sebagai pekerja bangunan ditemukan meninggal dunia secara mendadak saat tengah merenovasi area tempat suci keluarga (Merajan). Korban ditemukan dalam posisi tersungkur di sudut bangunan Piasan sekitar pukul 12.15 WITA tanpa sempat mendapatkan pertolongan darurat.
Insiden ini menambah catatan penting terkait kerentanan kondisi kesehatan para pekerja sektor informal, terutama pada profesi yang menuntut aktivitas fisik intensif di bawah paparan cuaca luar ruangan. Pemilik rumah dan aparat gabungan yang menerima laporan langsung bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan penyebab pasti di balik insiden tersebut.
Kronologi Kejadian di Area Merajan
Berdasarkan keterangan saksi mata sekaligus pemilik bangunan, aktivitas renovasi berjalan normal sejak pagi hari. Namun, situasi mendadak berubah ketika waktu istirahat siang tiba.
- Pukul 09.00 WITA: Korban tiba di lokasi dan mulai bekerja untuk melakukan servis atau perbaikan pada struktur bangunan Piasan di area Merajan.
- Pukul 11.00 – 11.30 WITA: Korban sempat beristirahat sejenak untuk minum kopi bersama pemilik rumah, kemudian melanjutkan tugas memindahkan material batu paras dari halaman menuju tengah area Merajan.
- Pukul 12.15 WITA: Pemilik rumah menghampiri korban dengan maksud mengajaknya rehat makan siang, namun mendapati korban sudah dalam kondisi tersungkur di lantai pojok Piasan.
- Pukul 12.20 WITA: Upaya pemanggilan dan pengecekan fisik dilakukan, tetapi korban tidak menunjukkan respons dan sudah berhenti bernapas, sehingga kejadian langsung dilaporkan kepada pihak berwajib.
"Korban datang sekitar jam sembilan pagi untuk servis bangunan Piasan. Sempat kami ajak minum kopi bersama sebelum dia lanjut angkut bahan paras. Pas jam 12 lebih saya dekati mau panggil istirahat, ternyata posisinya sudah tersungkur dan tidak bernapas," ungkap pemilik Merajan, Dewa Putu Ngurah Sastrawan (66).
Respons Cepat Aparat dan Penyelidikan Medis
Menerima laporan dari warga, jajaran Koramil 1616-06/Tegallalang bersama Polsek Tegallalang dan tim medis segera diterjunkan ke lokasi. Danramil 1616-06/Tegallalang Kapten Inf Cok Agung Semadi bersama Babinsa Sertu I Gusti Putu Arbajaya dan Bhabinkamtibmas memimpin langsung pengamanan area guna memastikan proses penanganan berjalan tertib.
Tim medis dari UPT Puskesmas Tegallalang 1 yang dipimpin oleh dr. Purnianti langsung melakukan pemeriksaan luar pada jenazah. Dari hasil identifikasi awal kepolisian dan tenaga medis:
- Tidak Ditemukan Tanda Kekerasan: Tubuh korban bersih dari luka terbuka, lebam, maupun indikasi tindak kekerasan fisik.
- Temuan Barang Pribadi: Petugas menemukan obat antidiare (Diapet) di dalam tas pinggang korban, mengindikasikan adanya keluhan gangguan pencernaan atau penurunan kondisi fisik sebelum bekerja.
- Dugaan Faktor Kelelahan: Kombinasi antara gangguan kesehatan yang dialami dan beban kerja berat mengangkut batu paras diduga menjadi faktor pemicu serangan fatal pada tubuh korban.
Kasus ini menjadi evaluasi mendalam mengenai pentingnya kesadaran kondisi kesehatan mandiri bagi para pekerja konstruksi, di mana beban kerja fisik berat tanpa pemulihan tubuh yang cukup berisiko memicu henti jantung mendadak maupun kelelahan ekstrem.
Comments (0)