BGN Bali Bantah Isu Pembatalan Sepihak 211 Papan Tempe MBG
Badan Gizi Nasional (BGN) Provinsi Bali secara tegas membantah isu viral mengenai pembatalan sepihak pesanan 211 papan tempe yang dialokasikan untuk progra
Badan Gizi Nasional (BGN) Provinsi Bali secara tegas membantah isu viral mengenai pembatalan sepihak pesanan 211 papan tempe yang dialokasikan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Setelah dilakukan investigasi menyeluruh ke seluruh unit operasional, otoritas memastikan bahwa kabar yang sempat beredar luas di media sosial tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Isu ini bermula dari unggahan seorang warganet yang mengaku merugi akibat pesanan ratusan papan tempe berbobot sekitar 340 gram per papan mendadak dibatalkan oleh pihak pengelola program. Menyikapi kegaduhan tersebut, BGN Provinsi Bali langsung mengambil langkah verifikasi cepat demi menjaga transparansi tata kelola rantai pasok pangan program strategis nasional ini.
Kronologi Penelusuran dan Klarifikasi BGN Bali
Koordinator BGN Provinsi Bali, Risca Christina G.W., menjelaskan bahwa pihaknya langsung mengaktifkan protokol penelusuran internal begitu informasi tersebut mencuat ke ruang publik. Rangkaian langkah klarifikasi dilakukan secara terstruktur melalui tahapan berikut:
- Monitoring dan Audit Internal: Tim BGN Bali melakukan verifikasi langsung kepada seluruh pengelola Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di wilayah Bali guna memastikan ada atau tidaknya pembatalan kontrak pengadaan tempe.
- Pemeriksaan Database Pemasok: Otoritas mencocokkan data mitra resmi yang terdaftar dalam sistem pengadaan bahan pangan program MBG untuk melacak keterkaitan akun pengunggah.
- Upaya Komunikasi Langsung: Pihak BGN berupaya menghubungi pemilik akun media sosial terkait untuk meminta rincian identitas pemasok dan unit SPPG yang dimaksud.
- Penghapusan Unggahan Sepihak: Saat dimintai bukti dan konfirmasi, pemilik akun justru tidak memberikan respons dan langsung menghapus postingan kontroversial tersebut.
"Sudah dimonitor postingannya dihapus. Dan telah kami tanyakan ke rekan-rekan (SPPG) tidak ada yang membatalkan untuk tempenya. Sudah kami minta klarifikasi, tidak ada balasan dan postingan langsung dihapus," ujar Risca Christina G.W. dalam keterangan resminya.
Integritas Rantai Pasok dan Akuntabilitas Data
Risca menegaskan bahwa BGN Provinsi Bali memegang data komprehensif terkait seluruh mata rantai pasokan bahan pokok. Setiap SPPG memiliki kemitraan yang terikat dengan standar operasional ketat, sehingga pembatalan sepihak tanpa mekanisme yang jelas sangat kecil kemungkinannya terjadi di lapangan.
Ketidakmampuan pengunggah untuk memvalidasi SPPG mana yang membatalkan pesanan memperkuat kesimpulan bahwa narasi kerugian tersebut tidak berdasar. BGN Bali menyayangkan peredaran kabar yang dapat mendistorsi persepsi publik terhadap implementasi program MBG di daerah.
"Datanya memang ada, akan tetapi yang bersangkutan tidak membalas pesan kami terkait yang bersangkutan menjadi supplier pada SPPG mana dan ternyata postingan tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan," tegas Risca.
BGN Bali memastikan pengawasan terhadap distribusi bahan makanan terus diperketat agar hak para produsen lokal, UMKM, dan pemenuhan gizi para penerima manfaat program MBG tetap terlindungi secara optimal tanpa hambatan disinformasi.
Comments (0)