DENPASAR — Bank Sampah SDN 5 Pedungan Hasilkan Tabungan Siswa Jutaan Rupiah

Langkah kaki para murid SDN 5 Pedungan, Denpasar, Bali, setiap dua pekan sekali pada hari Sabtu tidak hanya membawa tas sekolah, tetapi juga kantong-kanton

Sep 10, 2026 - 19:03
0 1
DENPASAR — Bank Sampah SDN 5 Pedungan Hasilkan Tabungan Siswa Jutaan Rupiah

Langkah kaki para murid SDN 5 Pedungan, Denpasar, Bali, setiap dua pekan sekali pada hari Sabtu tidak hanya membawa tas sekolah, tetapi juga kantong-kantong berisi limbah anorganik dan minyak jelantah. Di lembaga pendidikan dasar ini, sampah tidak lagi dipandang sebagai residu tak berguna, melainkan instrumen edukasi keuangan dan kelestarian lingkungan. Melalui program Bank Sampah Gempita, kesadaran ekologis ditanamkan bersamaan dengan literasi finansial sejak dini.

Fenomena ini bukan sekadar aksi sosial spontan, melainkan sebuah gerakan terstruktur yang memadukan peran siswa, guru, hingga pengelola kantin. Dampak ekonominya pun sangat konkret; beberapa siswa tercatat berhasil mengantongi saldo tabungan hingga Rp1,5 juta ketika menyelesaikan pendidikan mereka di kelas VI. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi berbasis ekonomi sirkular mampu memberikan insentif nyata bagi komunitas sekolah.

Digitalisasi Pengelolaan Limbah melalui SiDarling

Inovasi utama dari keberlanjutan Bank Sampah Gempita terletak pada modernisasi pencatatan. Sempat terhenti akibat pandemi Covid-19, program ini bangkit kembali dengan mengadopsi sistem digital terintegrasi. Sekolah memanfaatkan aplikasi SiDarling (Sistem Sadar dan Peduli Lingkungan) yang dikembangkan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar. Lewat platform ini, proses penimbangan dan nilai konversi rupiah dapat dipantau secara transparan oleh orang tua dan siswa melalui gawai.

“Setiap kali penimbangan di hari Sabtu, mereka akan mendapatkan saldo berupa uang. Saldo tersebut disimpan secara berkala dan baru dapat dicairkan setelah mereka menyelesaikan pendidikan di SDN 5 Pedungan atau tamat kelas VI,” ujar Ketua Bank Sampah Gempita SDN 5 Pedungan, I Putu Dede Mahendra.

Sumber sampah yang dikumpulkan tidak terbatas pada limbah yang dihasilkan di area sekolah. Para siswa didorong untuk membawa sampah terpilah dari rumah masing-masing, menciptakan sinergi pengelolaan limbah antara lingkungan domestik dan institusi pendidikan. Sampah yang terkumpul, seperti botol plastik, kardus, kertas bekas, hingga minyak goreng bekas (jelantah), selanjutnya disalurkan kepada pihak ketiga untuk didaur ulang secara profesional.

Model Operasional dan Integrasi Pembentukan Karakter

Secara analitis, keberhasilan Bank Sampah Gempita didukung oleh struktur organisasi internal yang solid. Sekolah membentuk tim kader khusus bernama Gema Ranger yang terdiri dari siswa kelas VI. Kehadiran Gema Ranger memastikan adanya pelibatan aktif kawan sebaya (peer-to-peer engagement) dalam proses edukasi pemilahan sampah.

Kategori Sampah Sumber Limbah Mekanisme Pencairan
Anorganik (Plastik, Kardus, Kertas) Area Sekolah & Rumah Siswa Diakumulasi hingga Kelulusan Kelas VI
Minyak Jelantah Dapur Rumah & Kantin Sekolah Pencatatan Digital via Aplikasi SiDarling

Kepala SDN 5 Pedungan, Ni Made Suciningsih, menegaskan bahwa efektivitas program ini bergantung pada kolaborasi menyeluruh seluruh ekosistem sekolah. Guru wali kelas memantau partisipasi murid, sementara pihak kantin berkontribusi menyetor limbah operasional harian.

“Kegiatan bank sampah dikoordinasikan oleh wali kelas dan kader sekolah. Antusiasme warga sekolah cukup tinggi karena tidak hanya melibatkan siswa, tetapi juga guru dan pengelola kantin,” tutur Ni Made Suciningsih.

Integrasi antara teknologi digital, insentif finansial jangka panjang, dan pembentukan karakter peduli lingkungan membuat model Bank Sampah Gempita layak menjadi acuan percontohan bagi sekolah dasar lainnya di Indonesia. Dengan mengubah pola pikir dari 'membuang' menjadi 'menabung', SDN 5 Pedungan berhasil membuktikan bahwa edukasi lingkungan dapat berjalan selaras dengan pemberdayaan ekonomi mikro sejak usia dini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User