MEDAN — Bobby Nasution Targetkan Penanganan Banjir Letda Sujono Dimulai 2027
MEDAN, Beritainti.com — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengambil langkah strategis jangka panjang untuk mengatasi persoalan banjir kronis di kawasan ti
MEDAN, Beritainti.com — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengambil langkah strategis jangka panjang untuk mengatasi persoalan banjir kronis di kawasan timur Kota Medan. Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mengonfirmasi bahwa proyek penanganan banjir di koridor vital Jalan Letda Sujono, Kecamatan Medan Tembung, dipastikan akan masuk dalam skema penganggaran dan mulai direalisasikan pada awal tahun 2027.
Kawasan Jalan Letda Sujono selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan genangan air terparah saat intensitas hujan tinggi. Sebagai jalur arteri utama yang menghubungkan Kota Medan dengan Kabupaten Deli Serdang serta akses gerbang Tol Bandar Selamat, kelumpuhan lalu lintas dan gangguan ekonomi lokal kerap tak terhindarkan setiap kali banjir melanda. Langkah sinergis multilembaga kini tengah dirancang untuk menyelesaikan akar permasalahan drainase tersebut secara permanen.
Kronologi dan Tahapan Penanganan Banjir Letda Sujono
Penanganan infrastruktur pembuangan air di kawasan ini memerlukan komitmen lintas instansi karena melibatkan kewenangan tingkat daerah hingga pusat. Berikut adalah urutan rencana kerja penanganan yang dirancang pemerintah:
- Audit Evaluasi Drainase dan Detail Engineering Design (2025–2026): Pemko Medan bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II mengaudit kapasitas drainase sekunder dan tersier di sepanjang koridor Letda Sujono.
- Penyelarasan Skema Penganggaran Multisektor (Akhir 2026): Pengalokasian dana bersama antara Pemko Medan, Pemprov Sumut, dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) disahihkan untuk masuk ke dalam APBD dan APBN tahun anggaran 2027.
- Eksekusi Konstruksi Fisik (Awal 2027): Pembenahan skala besar dimulai, mencakup pelebaran drainase utama, pembenahan sistem outlet menuju sungai penerima, dan rekonstruksi struktur jalan pendukung.
"Penanganan banjir di Jalan Letda Sujono tidak bisa dilakukan secara parsial. Ini membutuhkan kolaborasi penuh antara Pemko Medan dan Kementerian Pekerjaan Umum agar alur drainase terintegrasi dengan baik dari pemukiman hingga ke badan sungai utama. Kita jadwalkan penganggaran dan pengerjaan fisik dimulai pada awal 2027," tegas Gubernur Sumut Bobby Nasution.
Analisis Infrastruktur: Mengapa Penanganan Membutuhkan Waktu hingga 2027?
Secara analisis teknis sipil dan tata ruang kota, penetapan eksekusi fisik pada tahun 2027 dipengaruhi oleh beberapa aspek krusial:
- Kompleksitas Kewenangan Saluran Air: Jalan Letda Sujono memiliki status tata kelola yang saling terhubung antara jalan nasional dan jalan kota. Penataan drainase di tepi jalan utama memerlukan koordinasi teknis ketat dengan Kementerian PU agar standar debit air yang dirancang memenuhi kualifikasi jangka panjang.
- Penyempitan dan Laju Sedimentasi: Pesatnya pemukiman padat dan alih fungsi lahan di kawasan Medan Tembung telah mengurangi daya resap tanah secara signifikan. Hal ini meningkatkan volume beban limpasan air ke drainase hingga 300 persen melebihi kapasitas desain awal.
- Sinkronisasi Masterplan Sungai Penerima: Pembenahan saluran Jalan Letda Sujono tidak akan efektif tanpa perbaikan pada muara akhir, yakni sistem Sungai Percut dan Sungai Deli. Pengerjaan 2027 diselaraskan dengan proyek normalisasi sungai yang dijalankan BWS Sumatera II.
Integrasi antara Pemko Medan dan Kementerian PU diharapkan mampu menghadirkan solusi struktural yang bertahan dalam jangka panjang, bukan sekadar penanganan darurat pascabanjir yang bersifat sementara.
Dampak Ekonomi dan Penataan Kawasan Medan Timur
Dengan realisasi penanganan banjir pada 2027 mendatang, dampak positif diperkirakan tidak hanya dirasakan oleh warga sekitar, melainkan juga efisiensi logistik regional. Jalur Letda Sujono merupakan koridor penting pergerakan barang dan jasa menuju Pelabuhan Belawan dan Kawasan Industri Medan (KIM).
Terbebasnya kawasan ini dari banjir kronis diproyeksikan dapat mengurangi kerugian ekonomi akibat durasi kemacetan parah yang selama ini menghambat mobilitas warga. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk mendukung langkah persiapan pemprov dan Pemko Medan serta tetap menjaga kebersihan saluran air warga menjelang konstruksi utama dimulai pada 2027.
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengonfirmasi penanganan banjir kronis di Jalan Letda Sujono Medan akan dianggarkan dan dikerjakan mulai awal 2027 secara kolaboratif bersama Kementerian PU. Baca analisis selengkapnya di Beritainti.com.
Comments (0)