Medan - Sebuah insiden tragis yang menimpa pengemudi ojek online (ojol) perempuan penyandang disabilitas di Medan menjadi viral di media sosial. Korban berinisial RA, seorang tunarungu, tidak hanya mengalami luka akibat ditabrak angkutan kota (angkot), tetapi sepeda motornya juga raib digelapkan oleh orang yang pura-pura membantu.

Berdasarkan laporan yang dihimpun Beritainti.com , peristiwa tersebut terjadi Pada Minggu, 5 Juli 2026, di Jalan Jamin Ginting, Medan. Korban yang sedang mengendarai sepeda motor ditabrak oleh angko

Jul 08, 2026 - 04:29
0 1
Medan - Sebuah insiden tragis yang menimpa pengemudi ojek  online  (ojol) perempuan penyandang disabilitas di Medan menjadi viral di media sosial. Korban berinisial RA, seorang tunarungu, tidak hanya mengalami luka akibat ditabrak angkutan kota (angkot), tetapi sepeda motornya juga raib digelapkan oleh orang yang pura-pura membantu.

Berdasarkan laporan yang dihimpun Beritainti.com, peristiwa tersebut terjadi Pada Minggu, 5 Juli 2026, di Jalan Jamin Ginting, Medan. Korban yang sedang mengendarai sepeda motor ditabrak oleh angkot bernomor 103. Dalam video yang beredar luas di media sosial, RA terlihat menangis histeris—bukan hanya karena rasa sakit akibat tabrakan, tetapi juga syok mendalam setelah mengetahui kendaraannya, yang merupakan sumber penghasilan utamanya, telah lenyap.

Modus Pelaku Mengaku Keluarga

Saat korban ditabrak, warga sekitar langsung memberikan pertolongan. Karena kondisi RA memerlukan perawatan medis segera, ia dilarikan ke rumah sakit terdekat. Sementara itu, sepeda motor korban dititipkan di sebuah kios salon di sekitar lokasi kejadian. Di sinilah seorang pria tak dikenal memanfaatkan situasi. Pelaku mendatangi kios tersebut dan mengaku sebagai keluarga korban. Dengan raut wajah meyakinkan, ia meminta agar sepeda motor milik RA diserahkan padanya. Tanpa curiga, pemilik kios menyerahkan kendaraan tersebut. Hingga kini, baik pelaku maupun sepeda motor korban belum ditemukan.

Korban Alami Trauma Ganda

Ketua Umum Gabungan Ojek Online Roda Dua Medan dan Sekitarnya (Godams), Agam Zubir, membenarkan kejadian memilukan tersebut. Dalam keterangannya kepada media kami, Agam mengungkapkan keprihatinannya.

"Korban adalah penyandang tunarungu yang selama ini mengandalkan pekerjaan sebagai ojol untuk menghidupi diri dan keluarganya. Setelah ditabrak, ia harus kehilangan motor. Ini pukulan ganda yang sangat berat. Pelaku tega memanfaatkan disabilitas dan kecelakaan untuk mencuri," ujar Agam Zubir.

Agam menambahkan, komunitas ojol di Medan telah menggalang bantuan untuk meringankan beban korban. Mereka juga mendesak aparat kepolisian segera mengusut tuntas kasus ini. "Kami berharap polisi bisa segera menangkap pelaku. Jangan sampai ada korban lain dengan modus serupa," tegas Agam.

Solidaritas Komunitas Ojol

Di tengah musibah yang menimpa RA, solidaritas dari sesama pengemudi ojol dan masyarakat terus mengalir. Mereka menyebarkan informasi mengenai ciri-ciri pelaku dan sepeda motor korban melalui kanal media sosial, berharap ada saksi yang bisa memberikan petunjuk. Aksi pencurian dengan modus mengaku sebagai keluarga ini menuai kecaman luas, terutama karena menimpa korban yang rentan dan baru saja mengalami kecelakaan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa keterangan saksi-saksi dan pemilik kios salon yang sempat menyimpan motor korban. Rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi juga tengah ditelusuri untuk mengidentifikasi pelaku.

Peristiwa ini menjadi pengingat pahit akan pentingnya kewaspadaan saat menitipkan barang berharga, sekaligus menjadi potret buram eksploitasi terhadap kelompok disabilitas yang kerap menjadi sasaran empuk kejahatan. Semoga keadilan segera berpihak pada RA dan pelaku segera ditangkap.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Fact Checker. Memverifikasi berita ringkas agar tetap akurat.

Comments (0)

User