Longsor TPA Dar-es-Salaam Conakry Tewaskan 8 Orang, Pencarian Berlanjut

CONAKRY — Tanah longsor besar melanda tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Dar-es-Salaam di Conakry, ibu kota Guinea, pada Selasa (19/9). Tragedi dipicu hu

Aug 26, 2026 - 19:19
0 0
Longsor TPA Dar-es-Salaam Conakry Tewaskan 8 Orang, Pencarian Berlanjut

CONAKRY — Tanah longsor besar melanda tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Dar-es-Salaam di Conakry, ibu kota Guinea, pada Selasa (19/9). Tragedi dipicu hujan deras berhari-hari yang mengguyur ibu kota negara Afrika Barat tersebut. Sekurang-kurangnya delapan orang dilaporkan tewas, sementara tim pencari masih berjuang menemukan korban lain yang diduga terkubur di bawah gunungan sampah setinggi belasan meter.

Foto-foto dari lokasi memperlihatkan warga dan petugas penyelamat berdesakan di antara tumpukan sampah, menggunakan ekskavator berukuran besar untuk menggali material yang menimbun korban. Suasana pilu menyelimuti lokasi ketika satu per satu jenazah dikeluarkan dari dasar longsoran, disaksikan keluarga korban yang sejak siang menunggu di tepi area pencarian.

Kronologi Tragedi di Gunungan Sampah

Berdasarkan rangkaian informasi dari lokasi kejadian dan laporan media internasional, bencana ini berlangsung sangat cepat dalam hitungan menit:

  1. Hujan deras mengguyur Conakry selama beberapa hari berturut-turut, membuat struktur timbunan sampah di TPA Dar-es-Salaam jenuh air dan semakin labil.
  2. Pada sore hari, bagian tebingan sampah yang tingginya belasan meter tiba-tiba runtuh ke arah bawah, menimpa sekelompok pemulung yang tengah mencari plastik dan besi bekas untuk dijual.
  3. Korban yang berada di dekat kaki gunungan tidak sempat menyelamatkan diri dan langsung terkubur material basah yang beratnya diperkirakan puluhan ton.
  4. Warga yang mendengar jeritan segera berdatangan, membentuk barisan manusia dan menggali menggunakan tangan, cangkul, serta sekop.
  5. Tim gabungan pemadam kebakaran, polisi, dan tentara kemudian tiba membawa alat berat ekskavator untuk mempercepat proses penggalian.

Operasi Pencarian Berjalan Tanpa Jeda

Operasi pencarian berlangsung tanpa henti sejak malam hingga keesokan harinya. Lampu sorot menerangi lokasi saat gelap turun, sementara ekskavator bergantian mengangkat tumpukan sampah secara hati-hati agar korban yang mungkin masih hidup tidak tertimpa material sekali lagi.

"Setiap galihan harus hati-hati. Kami berharap masih ada yang bisa diselamatkan, meski kondisi di lapangan semakin berat," kata seorang petugas penyelamat di lokasi, seperti dilansir AFP.

Hingga malam, delapan jenazah telah berhasil dievakuasi dari lokasi longsor. Sejumlah orang lain dilaporkan mengalami luka-luka dan menerima pertolongan darurat di lokasi sebelum dilarikan ke rumah sakit terdekat. Petugas belum dapat memastikan jumlah orang yang hilang karena data pengunjung TPA nyaris mustahil dicatat — hampir semua yang berada di lokasi adalah pekerja informal yang datang dan pergi tanpa registrasi apa pun.

Musim Hujan, Peringatan yang Diabaikan

TPA Dar-es-Salaam merupakan salah satu lokasi pembuangan sampah terbesar di Conakry. Setiap hari ratusan orang — sebagian besar perempuan dan anak-anak — menjadikan gunungan sampah sebagai sumber penghidupan dengan mencari barang bekas bernilai jual. Ketika musim hujan tiba, risiko longsor meningkat tajam karena material sampah yang basah menjadi jauh lebih berat dan mudah bergeser.

Warga sekitar mengaku sudah lama mengkhawatirkan kondisi timbunan yang semakin menjulang. Menurut mereka, insiden tanah bergerak dan material sampah meluncur bukanlah hal baru di lokasi tersebut, terutama pada puncak musim penghujan. Namun demikian, larangan beraktivitas di zona rawan belum pernah benar-benar ditegakkan, dan para pemulung tetap kembali setiap hari demi bertahan hidup.

Seruan Waspada dan Tuntutan Penanganan Menyusul Bencana

Otoritas setempat mengimbau warga untuk tidak beraktivitas di sekitar timbunan sampah saat hujan deras masih mengancam. Tragedi ini kembali menyoroti persoalan tata kelola sampah di Conakry, kota dengan jutaan penduduk yang sebagian besar sampahnya berakhir di TPA terbuka tanpa pengelolaan teknis memadai. Para pengamat menilai pemerintah perlu mempercepat pembangunan sistem pengelolaan sampah modern sekaligus menyediakan mata pencaharian alternatif bagi para pemulung.

Sementara itu, keluarga para korban masih bertahan di pinggiran lokasi, menunggu kabar orang-orang yang mereka cintai. Tim penyelamat bersumpah akan terus menggali hingga seluruh korban ditemukan, meskipun peluang menemukan penyintas semakin tipis seiring berlalunya waktu.

[SOCIAL_TWEET]: Longsor di TPA Dar-es-Salaam Conakry, Guinea, tewaskan 8 orang. Tim penyelamat masih menggali dengan ekskavator untuk mencari korban terkubur. #Guinea #Conakry[SOCIAL_TG]: 🇬🇳 BREAKING: Longsor TPA Dar-es-Salaam Conakry tewaskan 8 orang. Hujan deras membuat timbunan sampah runtuh menimpa para pemulung. Pencarian korban berlanjut — detail lengkap di artikel.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User