Jakarta — Kedubes Ukraina Buka Pameran Fotografi Perlawanan Rakyat

Senja belum sepenuhnya turun ketika para tamu mulai memadati area pamer di kompleks kedutaan di Jakarta, Senin (24/8/2026). Di dinding-dinding ruangan itu,

Aug 26, 2026 - 18:03
0 0
Jakarta — Kedubes Ukraina Buka Pameran Fotografi Perlawanan Rakyat

Senja belum sepenuhnya turun ketika para tamu mulai memadati area pamer di kompleks kedutaan di Jakarta, Senin (24/8/2026). Di dinding-dinding ruangan itu, puluhan foto hitam-putih dan berwarna tersusun rapi, memuat kisah yang sulit diungkapkan lewat kata-kata: anak-anak berlari di antara bangkai gedung apartemen, petani tua mencengkeram cangkul di ladang yang berbatasan dengan parit pertahanan, serta senyum tipis yang tetap tumbuh di tengah bunyi sirene serangan udara. Malam itu, Duta Besar Ukraina untuk Indonesia resmi membuka pameran fotografi bertema perlawanan dan harapan rakyat Ukraina.

Pameran digelar dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan Ukraina yang jatuh setiap 24 Agustus. Bagi rakyat Ukraina, tanggal tersebut kini bukan sekadar penanda kalender. Sejak invasi skala penuh yang dimulai pada 2022, perayaan kemerdekaan dirayakan dengan cara yang berbeda—lebih khidmat, lebih reflektif, namun sarat makna tentang identitas sebuah bangsa yang menolak ditundukkan.

Cerita Perang yang Berkata Tanpa Kata

Yang membuat pameran ini terasa berbeda adalah asal-usul fotonya. Sebagian besar karya bukan hasil bidikan fotografer profesional, melainkan dokumentasi warga biasa: relawan, tenaga medis garis depan, guru, hingga remaja yang merekam kehidupan sehari-hari di kota-kota seperti Kharkiv, Mykolaiv, dan Zaporizhzhia. Kamera ponsel dan kamera analog tua sama-sama menjadi saksi bisu perjuangan bertahan hidup.

Beberapa rangkaian foto yang menarik perhatian pengunjung antara lain:

  • Kehidupan di bawah tanah — stasiun metro Kharkiv yang berubah menjadi ruang kelas darurat bagi anak-anak sekolah;
  • Rumah sakit lapangan — dokter dan perawat yang bekerja di kondisi cahaya minim dengan pasien yang tak pernah habis;
  • Kehidupan yang bersikukuh — keluarga yang tetap merayakan pernikahan dan kelahiran di tengah pembatasan listrik akibat serangan terhadap infrastruktur energi.
AspekKeterangan
WaktuSenin, 24 Agustus 2026
LokasiKedutaan Besar Ukraina, Jakarta
TemaPerlawanan, ketahanan, dan harapan rakyat Ukraina
Jumlah karyaPuluhan foto dari berbagai wilayah Ukraina
StatusTerbuka bagi tamu undangan dan publik pada hari tertentu

Pesan Diplomasi dari Balik Lensa

Lebih dari sekadar ekspresi artistik, pameran ini adalah instrumen diplomasi budaya. Di tengah gejolak geopolitik global yang membuat perhatian dunia terbagi-bagi, Ukraina gencar menyuarakan narasinya langsung kepada masyarakat negara-negara berkembang, termasuk Indonesia yang dikenal konsisten menjunjung politik bebas aktif.

"Setiap foto di ruang ini adalah bukti bahwa kami masih hidup, masih melawan, dan masih percaya pada masa depan. Kami ingin rakyat Indonesia melihat Ukraina bukan hanya lewat angka korban atau judul berita, tetapi sebagai manusia yang punya rumah, keluarga, dan mimpi," ujar Duta Besar Ukraina untuk Indonesia dalam sambutannya.

Menurut pengamat hubungan internasional, pendekatan semacam ini efektif karena menyentuh ranah emosi, bukan sekadar retorika politik. Foto-foto kehidupan sehari-hari dinilai mampu membangun empati yang sulit dicapai lewat forum-forum diplomatik formal.

Suara Pengunjung dari Jakarta

Antusiasme publik tampak nyata. Pengunjung berlama-lama berdiri di depan foto seorang kakek yang menolak meninggalkan rumahnya meski atapnya sudah bolong akibat pecahan peluru. Beberapa pengunjung terlihat menghapus air mata saat melewati deretan potret anak-anak yang belajar di lorong bawah tanah.

"Saya datang tanpa tahu banyak soal Ukraina. Pulang-pulang saya malah bawa cerita. Ini bukan sekadar foto, ini surat dari orang-orang yang sedang berjuang," kata salah satu pengunjung yang hadir pada malam peresmian.

Diplomasi Budaya sebagai Jembatan Damai

Sejarah mencatat, diplomasi budaya kerap menjadi jembatan komunikasi ketika jalur politik macet. Lewat pameran semacam ini, Ukraina berupaya menegaskan bahwa perjuangannya bukan urusan Eropa saja, melainkan persoalan universal tentang kedaulatan dan hak hidup damai—nilai-nilai yang juga diyakini bangsa Indonesia.

Di bagian akhir ruang pamer, tergantung satu foto sederhana: seorang ibu menanam bunga matahari di halaman rumah yang setengah hancur. Di bawahnya tertulis satu kalimat dalam dua bahasa, Ukraina dan Indonesia: "Tanah kami tetap kami rawat, sampai kami bisa pulang." Kalimat itu seakan merangkum seluruh pesan pameran—bahwa di balik setiap bingkai, ada doa yang tak pernah padam demi perdamaian.

[SOCIAL_TWEET]: Kedubes Ukraina buka pameran fotografi di Jakarta untuk memperingati Hari Kemerdekaan Ukraina. Ribuan kisah perlawanan rakyat terekam dalam satu bingkai. #Ukraina #PameranFotografi #Jakarta[SOCIAL_TG]: 📸 Pameran Fotografi Kedubes Ukraina Digelar di Jakarta — Kisah perlawanan dan harapan rakyat Ukraina terekam dalam puluhan foto yang dipamerkan pada peringatan Hari Kemerdekaan Ukraina, Senin (24/8/2026). Selengkapnya di Beritainti.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User