Kabut Asap Kebakaran Hutan Indonesia Selimuti Singapura dan Malaysia

SINGAPURA — Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan di Indonesia menyelimuti sejumlah wilayah tetangga, termasuk Singapura dan Malaysia, pada Rab

Aug 26, 2026 - 19:05
0 0
Kabut Asap Kebakaran Hutan Indonesia Selimuti Singapura dan Malaysia

SINGAPURA — Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan di Indonesia menyelimuti sejumlah wilayah tetangga, termasuk Singapura dan Malaysia, pada Rabu (18/9/2019). Di Merlion Park, salah satu ikon pariwisata Singapura, pemandangan kota yang biasanya jernih tertutup oleh selubung kabut keabu-abuan yang mengurangi jarak pandang secara signifikan.

Fenomena ini bukan kali pertama terjadi. Namun, intensitas kabut asap tahun ini dinilai lebih parah dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa kabut asap dari titik-titik kebakaran di Sumatra dan Kalimantan menyebar lintas negara karena terbawa arus angin dari barat daya menuju tenggara.

"Kabut asap akibat kebakaran hutan di Indonesia menyebar ke Malaysia dan Singapura karena terbawa angin," ujar BMKG dalam keterangannya, seperti dikutip dari laporan AFP yang mendokumentasikan kondisi tersebut.

Kronologi Penyebaran Kabut Asap

Menurut pantauan satelit, penyebaran kabut asap lintas batas negara berlangsung dalam rentang waktu yang relatif cepat. Berikut urutan kronologisnya:

  1. Pekan pertama September 2019 — Titik panas (hotspot) meningkat tajam di provinsi Riau, Jambi, dan Kalimantan Tengah seiring musim kemarau panjang yang diperparah fenomena El Nino.
  2. Pertengahan September — Kualitas udara di beberapa kota Sumatra memburuk hingga level berbahaya, sementara asap mulai terdeteksi melintasi Selat Malaka.
  3. Rabu (18/9/2019) — Kabut asap menyelimuti Singapura bagian barat dan Malaysia selatan, termasuk Johor, dengan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) masuk kategori tidak sehat.

Dampak bagi Kesehatan dan Aktivitas Warga

Di Singapura, pemerintah setempat mengimbau warga—terutama anak-anak, lanjut usia, dan ibu hamil—untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. Penjualan masker N95 dilaporkan melonjak di apotik-apotik seiring meningkatnya kekhawatiran masyarakat.

  • Aktivitas luar ruangan di sekolah-sekolah Singapura dibatasi atau ditunda.
  • Sejumlah penerbangan di wilayah Malaysia selatan sempat tertunda akibat jarak pandang rendah.
  • Keluhan gangguan pernapasan di fasilitas kesehatan perbatasan meningkat signifikan.

Seorang analis lingkungan menilai bahwa isu kabut asap lintas negara adalah persoalan bersama yang menuntut solusi kolektif.

"Kebakaran hutan dan lahan tidak mengenal batas administratif, apalagi batas negara. Kerja sama regional ASEAN harus diperkuat, bukan sekadar saling menyalahkan,"
ujar seorang pakar kebijakan lingkungan di kawasan Asia Tenggara.

Data Titik Panas dan Perbandingan Kondisi Udara

Lokasi Kondisi Rabu (18/9/2019) Kategori
Singapura (bagian barat) PSI tidak sehat, langit berkabut tebal Tidak Sehat
Johor, Malaysia Selatan Jarak pandang menurun drastis Tidak Sehat
Riau dan Kalimantan Tengah Titik panas terbanyak di kawasan Berbahaya

Badan pengendali kebakaran lahan Indonesia dikabarkan telah mengerahkan helikopter water bombing serta melakukan operasi pemadaman dini untuk menekan luasan kebakaran. Namun, cuaca kering ekstrem membuat upaya pemadaman menghadapi tantangan besar.

Respons Regional dan Upaya Penanggulangan

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI menegaskan bahwa pemerintah serius menindak para pembakar lahan, baik korporasi maupun perorangan. Sanksi administratif hingga pidana dipersiapkan bagi pelaku yang terbukti membakar lahan secara sengaja.

Indonesia juga merujuk pada Perjanjian Kerja Sama ASEAN tentang Pencemaran Asap Lintas Batas (ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution) yang telah diratifikasi, sebagai landasan kerja sama data dan pemadaman bersama dengan negara-negara tetangga.

Sementara itu, masyarakat internasional mengingatkan bahwa episode kabut asap 2015 silam—yang menjadi salah satu yang terburuk dalam sejarah—harus menjadi pelajaran agar tragedi serupa tidak terulang. Saat itu, kerugian ekonomi kawasan diperkirakan mencapai puluhan miliar dolar AS dan jutaan orang menderita gangguan pernapasan.

Hingga Rabu (18/9/2019) malam, kondisi kabut asap di Singapura dan Malaysia masih terpantau berlangsung, dengan harapan menurun seiring perubahan arah angin dan percepatan pemadaman di titik-titik kebakaran.

[SOCIAL_TWEET]: Kabut asap kebakaran hutan Indonesia selimuti Singapura dan Malaysia! BMKG: asap terbawa angin lintas negara. Baca detailnya di Beritainti.com #KabutAsap #KebakaranHutan[SOCIAL_TG]: 🔥 Kabut Asap Lintas Negara! Asap kebakaran hutan Indonesia menyelimuti Singapura dan Malaysia. Cek kronologi lengkap dan data titik panas di Beritainti.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User