Klub Tolak Lepas, Hubner Terancam Absen di Piala AFF 2026

Pukulan telak menerpa persiapan Timnas Indonesia menuju Piala AFF 2026. Justin Hubner, bek tengah andalan yang menjadi pilar pertahanan, nyaris pasti absen setelah Fortuna Sittard menyatakan tidak aka...

Jul 27, 2026 - 22:18
0 0
Klub Tolak Lepas, Hubner Terancam Absen di Piala AFF 2026

Pukulan telak menerpa persiapan Timnas Indonesia menuju Piala AFF 2026. Justin Hubner, bek tengah andalan yang menjadi pilar pertahanan, nyaris pasti absen setelah Fortuna Sittard menyatakan tidak akan melepas pemainnya untuk turnamen tersebut. Keputusan ini datang tepat ketika Garuda memasuki fase pemusatan latihan awal di Jakarta, memaksa tim pelatih untuk segera mencari solusi.

Keputusan Klub: Izin Tak Kunjung Turun

Fortuna Sittard, klub kasta tertinggi Belanda yang diperkuat Hubner, secara resmi menolak permintaan Federasi Sepak Bola Indonesia. Turnamen Piala AFF yang berlangsung di luar FIFA Matchday membuat klub berhak penuh untuk menahan pemain. Manajemen Fortuna menegaskan bahwa Hubner merupakan salah satu pemain kunci di lini belakang mereka. “Kami memahami keinginan Justin untuk membela negaranya, tetapi Fortuna saat ini berada dalam persaingan ketat di Eredivisie dan tidak bisa kehilangan starter seperti dia untuk turnamen di luar agenda resmi,” ujar Danny Buijs, pelatih kepala Fortuna Sittard, dalam wawancara eksklusif. Penolakan ini bukan kali pertama bagi skuad Garuda; sebelumnya Elkan Baggott dan Ivar Jenner juga pernah mengalami situasi serupa.

Rapor Statistik: Apa yang Hilang dari Garuda

Kehilangan Hubner bukan sekadar kehilangan satu nama di daftar pemain. Bek berusia 22 tahun itu menjadi salah satu bek tengah paling produktif di Eredivisie musim ini. Dari 21 penampilan liga, ia sudah mengoleksi 1.875 menit bermain, mencetak 2 gol dan 1 assist, serta membantu tim mencatat 4 clean sheet. Rata-rata per 90 menit, Hubner membuat 3,4 sapuan, 1,8 intersep, dan 0,9 blok tembakan. Dalam hal distribusi, akurasinya mencapai 84,2% dari 57,6 operan per laga, dengan 5,1 umpan panjang sukses yang menjadi senjata transisi. Saat Hubner di lapangan, penguasaan bola Fortuna meningkat dari rata-rata 46,8% menjadi 49,3%. Tak hanya itu, ia memenangi 67% duel udara dan 63% tekel bersih, menunjukkan dominasinya dalam situasi satu lawan satu. Angka shots on target yang dihadapi saat bermain mencapai 3,1 per 90 menit, namun Hubner mampu menekan xG lawan berkat penempatan posisi yang cerdas. Absennya ia otomatis menghilangkan dimensi agresivitas dan kemampuan build-up dari lini belakang Timnas Indonesia.

Beban Ganda di Pundak Kluivert

Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, kini dihadapkan pada dilema taktis. Formasi 3-4-2-1 yang mengandalkan tiga bek tengah—biasanya diisi Hubner sebagai sweeper kiri—harus dirombak. Tanpa kehadiran pemain yang nyaman memegang bola di bawah tekanan tinggi, lini pertahanan Garuda berpotensi kehilangan keseimbangan. Analisis data menunjukkan bahwa pada saat Hubner absen di laga uji coba melawan Suriah bulan Maret lalu, Indonesia kebobolan 2 gol dalam 20 menit dan catatan build-up success rate turun dari 76% menjadi 68%. Ini menjadi sinyal bahaya bagi Kluivert, yang sejak awal menjadikan Hubner sebagai poros utama dalam distribusi bola dari belakang.

Alternatif: Siapa Pengganti Selevel?

Menggantikan Hubner di starting XI bukan pekerjaan mudah. Nama-nama seperti Rizky Ridho, Jordi Amat, dan Muhammad Ferrari menjadi kandidat terdepan. Ridho, yang bermain untuk Persija Jakarta, memiliki statistik bertahan yang cukup baik di BRI Liga 1 dengan rata-rata 2,9 sapuan dan 84% akurasi umpan, tetapi belum pernah diuji di level internasional dengan intensitas seperti Piala AFF. Amat, meski berpengalaman, kecepatan putar dan mobilitasnya mulai dipertanyakan seiring usia. Sementara Ferrari menjadi opsi jangka panjang yang masih membutuhkan jam terbang. Kluivert bisa pula mempertimbangkan pergeseran taktik menjadi empat bek sejajar dengan mengandalkan fullback ofensif, namun itu berarti mengorbankan kreativitas di sepertiga lapangan akhir. Keputusan akan sangat bergantung pada ketersediaan pemain dan karakter lawan di fase grup.

Harapan Terakhir: Pintu Masih Terbuka?

Meski situasi tampak suram, peluang masih bisa berubah jika ada kesepakatan di menit-menit akhir. Piala AFF, yang dijadwalkan berlangsung 5 Desember 2026 hingga 4 Januari 2027, bisa saja memberi celah bagi pemain yang klubnya sedang dalam jeda musim dingin. Eredivisie sendiri baru akan jeda setelah 23 Desember 2026, sehingga Hubner baru bisa bergabung jika Indonesia lolos ke semifinal atau final yang dimainkan setelah Natal. Skenario ini mirip dengan kasus Ivar Jenner pada Piala AFF 2024, di mana sang gelandang baru dilepas Utrecht setelah fase grup. Namun, mempertaruhkan integrasi tim pada pemain yang baru hadir di fase krusial adalah risiko besar. Untuk saat ini, Garuda harus bersiap tanpa sang jenderal pertahanan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User