Argentina Singkirkan Swiss 2-1 Lewat Perpanjangan Waktu

KANSAS CITY — Skor akhir 2-1 untuk Argentina. Dua puluh menit tambahan di Arrowhead Stadium, Sabtu (11/7/2026), menjadi panggung milik La Albiceleste setelah gol penentu lahir pada menit ke-104, men...

Aug 26, 2026 - 08:52
0 0
Argentina Singkirkan Swiss 2-1 Lewat Perpanjangan Waktu

KANSAS CITY — Skor akhir 2-1 untuk Argentina. Dua puluh menit tambahan di Arrowhead Stadium, Sabtu (11/7/2026), menjadi panggung milik La Albiceleste setelah gol penentu lahir pada menit ke-104, mengantar tim asuh Lionel Scaloni menuju babak semifinal Piala Dunia 2026. Namun drama malam ini tidak berhenti pada gol — kartu merah langsung yang diterima Breel Embolo pada menit ke-71 dari wasit Portugal Joao Pinheiro benar-benar membalikkan momentum perlawanan Nati.

Babak Pertama: Swiss Memimpin Lewat Serangan Balik Cepat

Murat Yakin menyusun starting XI dengan pola 4-2-3-1 yang kompak, sementara Scaloni menjawab dengan formasi 4-3-3 andalannya. Enam belas menit pertama berlangsung cepat namun tanpa peluang bersih. Menit ke-23, Lionel Messi hampir membuka keunggulan lewat tendangan bebas dari jarak 25 meter, sayangnya bola masih membentur mistar dan melambung keluar lapangan.

Tekanan Argentina terus mengalir — penguasaan bola mencapai 61 persen di 30 menit awal — tetapi lini pertahanan Swiss yang dipimpin Manuel Akanji bertahan disiplin. Justru dari satu serangan balik kilat, Nati unggul. Menit ke-38, umpan matang Ruben Vargas dari sisi kiri menemukan Dan Ndoye yang lolos dari jebakan offside, sebelum melepaskan tembakan keras melewati Emiliano Martinez. Skor 1-0 untuk Swiss sampai turun minum.

Menit ke-71: Kartu Merah Embolo Mengubah Segalanya

Scaloni melakukan rotasi di ruang ganti dan Argentina langsung memetik hasil. Menit ke-58, kombinasi one-two antara Alexis Mac Allister dan Julian Alvarez di kotak penalti berakhir dengan sentuhan tenang Alvarez melewati Yann Sommer. Assist Mac Allister itu adalah gol internasional ke-35 bagi penyerang Atletico Madrid tersebut.

Puncak dramatika datang pada menit ke-71. Duel udara antara Embolo dan Cristian Romero berubah buruk ketika striker Monaco itu menginjak kaki bek Argentina dalam posisi bola tak termainkan. Wasit Joao Pinheiro sempat berkonsultasi dengan VAR selama dua menit sebelum mengeluarkan kartu merah langsung. Bermain dengan sepuluh pemain, Swiss mundur total dan hanya mencatat satu shots on target sepanjang sisa waktu normal.

"Para pemain menunjukkan karakter luar biasa. Kami menciptakan 24 peluang dan sabar menunggu ruang terbuka. Kualitas skuad kami yang menentukan," ujar Scaloni usai laga.

Extra Time: Lautaro Martinez Menjadi Penentu

Dengan keunggulan jumlah pemain, Argentina mengunci Swiss di area sendiri. Statistik penguasaan bola akhir pertandingan mencatat 68 persen untuk La Albiceleste dengan total 9 shots on target berbanding 4 milik lawan. Namun pertahanan Swiss nyaris bertahan sampai penalti — hingga menit ke-104.

Nico Paz, yang masuk menggantikan Rodrigo De Paul, mengirimkan umpan terukur dari tengah yang membelah barisan pertahanan. Lautaro Martinez berlari melewati jebakan offside, mengontrol dengan dada, dan menaklukkan Sommer dengan chip halus. Gol ke-32 sang penyerang Inter Milan itu memecahkan kebuntuan sekaligus memadamkan perlawanan Nati.

Sembilan menit tersisa dihabiskan Argentina dengan penguasaan bola di tengah lapangan. Upaya konsolasi Swiss lewat sundulan Zeki Amdouni pada menit ke-118 masih melebar di sisi kanan gawang Martinez. Kartu kuning juga berhamburan — empat untuk masing-masing tim — mencerminkan intensitas duel yang tinggi sepanjang 120 menit.

"Kami bermain dengan sepuluh orang selama hampir 50 menit melawan juara dunia. Para pemain memberikan segalanya. Tentu keputusan menit ke-71 mengubah segalanya, tapi kepala kami tetap tegak," kata Yakin dalam konferensi pers.

Menuju Semifinal

Kemenangan ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Argentina di turnamen besar menjadi sembilan pertandingan. Lautaro Martinez kini mengoleksi lima gol dan dua assist di Piala Dunia 2026, menjadikannya kandidat serius Sepatu Emas. Di sisi lain, kepergian Embolo untuk laga berikutnya akan menjadi masalah serius bagi lini serang Swiss yang kehilangan penyerang utamanya.

La Albiceleste kini menantang pemenang laga Spanyol versus Prancis di babak semifinal. Dengan mesin serang yang mulai menyala dan lini tengah Mac Allister-Enzo Fernandez semakin dominan, jalan menuju gelar kedua secara beruntun terbuka lebar. Satu hal pasti: malam ini Kansas City menyaksikan sekali lagi mengapa Argentina tidak boleh ditulis habis sampai peluit panjang berbunyi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User