Embolo Kartu Merah, Argentina Singkirkan Swiss di Perempat Final Piala Dunia 2026
DALLAS — Skor akhir Argentina 2-1 Swiss. La Albiceleste melaju ke babak semifinal Piala Dunia 2026 usai menumbangkan Nati dalam duel perempat final yang berlangsung mencekam di AT&T Stadium, Dallas,...
DALLAS — Skor akhir Argentina 2-1 Swiss. La Albiceleste melaju ke babak semifinal Piala Dunia 2026 usai menumbangkan Nati dalam duel perempat final yang berlangsung mencekam di AT&T Stadium, Dallas, Jumat (10/7/2026) waktu setempat. Gol Julián Álvarez dan Lautaro Martínez memastikan langkah pasukan Lionel Scaloni, meski kartu merah Breel Embolo justru menjadi momen yang paling banyak diperbincangkan usai laga.
Pertandingan nyaris dimulai dengan kejutan. Menit ke-12, jaringan Argentina sesaat berkibar lewat tandukan Álvarez, namun bantuan VAR membatalkannya karena penyerang Manchester City itu tertangkap posisi offside sebelum bola masuk. Keputusan itu menjadi penyelamat bagi lini belakang Swiss yang sejak menit-menit awal kewalahan menghadapi pressing tinggi khas juara dunia 2022 tersebut.
Babak Pertama: Álvarez Buka Keunggulan
Tekanan Argentina akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-23. Enzo Fernández membaca celah di antara dua gelandang bertahan Swiss dan mengirim umpan terobosan matang kepada Álvarez. Tanpa banyak sentuhan, penyerang bernomor punggung 9 itu melepaskan tembakan mendatar keras dari dalam kotak penalti yang tak mampu dijangkau Yann Sommer. Skor 1-0, assist pertama Fernández di turnamen edisi ini.
Swiss mencoba merespons lewat pola serangan sayap. Dan Ndoye beberapa kali menandaskan laju Granit Xhaka di lini tengah, tetapi transisi cepat mereka selalu patah di kaki Cristian Romero yang tampil dominan. Hanya satu tembakan tepat sasaran yang dihasilkan skuad Murat Yakin sepanjang babak pertama, berbanding lima milik Argentina.
Momen Kunci: Drama Kartu Merah Embolo
Drama besar pecah pada menit ke-57. Duel udara antara Embolo dan Romero berujung buruk ketika kamera televisi menangkap gerakan kaki penyerang Monaco yang menginjak lawannya saat keduanya terjatuh. Wasit awalnya mengeluarkan kartu kuning, namun instruksi dari ruang VAR mengubah keputusan menjadi kartu merah langsung atas pelanggaran violent conduct. Embolo harus meninggalkan lapangan dan Swiss bermain dengan sepuluh pemain selama lebih dari setengah jam.
Xhaka sempat memprotes dengan keras, tetapi tayangan ulangan di layar raksasa stadion terbilang cukup jelas. Digembleng tekanan fisik Romero dan Lisandro Martínez sepanjang malam, Embolo kehilangan kepala dinginnya justru di momen paling krusial bagi timnya.
Usai laga, Scaloni memuji mentalitas anak asuhnya:
Kartu merah bisa mengubah segalanya, tapi kami tetap tenang. Para pemain menjaga struktur formasi 4-3-3 dan mengontrol tempo sampai peluit panjang,
tutup pelatih berusia 47 tahun itu dalam konferensi pers.
Babak Kedua: Martínez Memastikan, Ndoye Memperkecil
Superioritas jumlah pemain langsung dieksploitasi. Menit ke-71, Alexis Mac Allister mengirim umpan silang terukur dari sisi kanan dan Lautaro Martínez menyambutnya dengan sundulan tajam di depan Sommer. Skor berubah menjadi 2-0 dan tribun yang didominasi suporter Argentina bergolak.
Nati belum menyerah. Menit ke-84, Ruben Vargas lolos di sisi kiri lalu memberikan umpan datar kepada Ndoye yang menyeplos bola melewati Emiliano Martínez. Gol itu menghancurkan harapan clean sheet sang kiper sekaligus membuat waktu tambahan terasa panik bagi pertahanan Argentina. Namun detik-detik akhir berpihak pada La Albiceleste.
Data Tidak Berbohong: Dominasi Mutlak Argentina
Angka-angka pertandingan mencerminkan jalannya laga. Argentina mencatatkan penguasaan bola 58 persen, 17 percobaan tendangan dengan 9 shots on target, serta tujuh sepak pojok. Swiss baru mencetak delapan tembakan dengan empat tepat sasaran dan tiga corner. Akurasi umpan tim Scaloni juga unggul telak, 89 persen berbanding 81 persen.
Secara taktik, formasi 4-3-3 Argentina berhasil melumpuhkan zona build-up Swiss. Rodrigo De Paul dan Mac Allister bermain box-to-box, memaksa Xhaka dan Remo Freuler kehilangan ruang distribusi. Rencana Yakin dengan formasi 4-2-3-1 kehilangan fungsinya begitu Embolo keluar — tidak ada lagi target man untuk bola-bola panjang, sehingga serangan Swiss mudah dibaca bek-bek Argentina.
Yakin menyesali momen penentu tersebut:
Kartu merah mengubah segalanya. Kami punya rencana untuk fase kedua, tapi bermain 30 menit dengan sepuluh pemain melawan juara dunia adalah misi hampir mustahil,
ujarnya dengan wajah kecewa.
Dengan hasil ini, Argentina menunggu pemenang duel perempat final lainnya di babak empat besar. Adapun Swiss pulang dengan kepala tegak setelah mencatat salah satu perjalanan terbaik mereka dalam sejarah Piala Dunia modern — meski aksi Embolo akan lama diingat sebagai luka yang menempel di perempat final Piala Dunia 2026.
Comments (0)