Kembali Panas, Arab Saudi dan Houthi Saling Ancam!

Beritainti.com, Jakarta – Ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman kembali memanas setelah beberapa waktu relatif tenang. Kelompok pemberontak yang didukung Iran itu pada Jumat (3/

Jul 06, 2026 - 12:58
0 0
Kembali Panas, Arab Saudi dan Houthi Saling Ancam!

Beritainti.com, Jakarta – Ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman kembali memanas setelah beberapa waktu relatif tenang. Kelompok pemberontak yang didukung Iran itu pada Jumat (3/7) mengeluarkan ancaman langsung untuk menargetkan bandara-bandara dan aset vital Arab Saudi. Ancaman ini keluar setelah Houthi menuduh Riyadh berusaha menghalangi pesawat Iran mendarat di wilayah Yaman.

Ancaman dari Houthi

Dalam sebuah pernyataan video yang dirilis oleh media kelompok tersebut, juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menyampaikan peringatan keras kepada Arab Saudi. Ia menegaskan bahwa setiap upaya pelanggaran wilayah udara atau serangan terhadap Yaman akan dibalas tanpa ragu.

"Kami memperingatkan musuh kriminal Saudi agar tidak mengulangi upaya apa pun untuk melanggar wilayah udara kami atau agresi apa pun yang menargetkan negara kami," kata Saree dalam rekaman yang dikutip oleh media kami, Jumat (3/7/2026).

Saree menambahkan bahwa Houthi tidak akan segan menyasar infrastruktur vital Arab Saudi, termasuk bandara internasional dan fasilitas minyak, jika “provokasi” terus berlanjut. Pernyataan ini merupakan eskalasi retorika yang mencolok mengingat dalam beberapa bulan terakhir kedua pihak sempat mengurangi ketegangan, terutama setelah serangkaian perundingan tidak langsung yang difasilitasi oleh Oman dan PBB.

Pesawat Iran sebagai Pemicu

Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, sumber ketegangan kali ini berasal dari tuduhan Houthi bahwa Arab Saudi menghalangi sebuah pesawat kargo Iran yang hendak mendarat di Sana’a. Houthi menuduh Riyadh “mempermainkan” izin terbang dan menggunakan tekanan terhadap otoritas penerbangan untuk memblokir bantuan yang konon dikirim oleh Teheran. Pihak Saudi sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan tersebut, namun sumber diplomatik di kawasan menyebut insiden tersebut sebagai “kesalahpahaman teknis” yang sengaja dibesar-besarkan.

Potensi Dampak bagi Kawasan

Ancaman balasan Houthi yang menyasar bandara dan aset minyak Saudi membawa ingatan pada serangan dramatis pada 2019, ketika drone dan rudal Houthi sempat melumpuhkan sebagian produksi minyak Saudi di Abqaiq dan Khurais. Meskipun sejak gencatan senjata yang dinegosiasikan pada 2022 situasi membaik, potensi kembalinya konfrontasi berskala besar tetap membayangi. Pengamat keamanan Timur Tengah yang dihubungi media kami menilai bahwa siklus ancaman dan serangan balasan ini berpotensi menyulitkan upaya normalisasi hubungan antara Arab Saudi dan Iran, yang sebenarnya sudah menunjukkan kemajuan dalam dua tahun terakhir.

Di sisi lain, Houthi juga memanfaatkan ketegangan ini untuk menegaskan eksistensinya di tengah dinamika politik Yaman yang masih rapuh. Dengan kembali melemparkan ancaman terbuka ke Riyadh, kelompok tersebut ingin menunjukkan bahwa mereka tetap menjadi aktor yang tidak bisa diabaikan dalam setiap resolusi konflik di Yaman. Sementara itu, masyarakat di kedua negara kembali dihantui kekhawatiran akan dampak kemanusiaan yang lebih luas jika ketegangan berubah menjadi konfrontasi militer terbuka.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Editor Politik. Editor ringkasan kebijakan dan pemilu.

Comments (0)

User