Kapasitas Pelabuhan Ketapang Mau Ditambah, Begini Rencananya
Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) semakin mematangkan strategi percepatan transformasi Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi. Upaya ini difokuskan pada penguatan tat
Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) semakin mematangkan strategi percepatan transformasi Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi. Upaya ini difokuskan pada penguatan tata kelola, peningkatan kapasitas, serta penyusunan cetak biru pengembangan jangka panjang yang menyeluruh. Dari penelusuran Beritainti.com, langkah ini menjadi respons atas tantangan melonjaknya volume kendaraan yang kerap memuncak pada periode hari besar keagamaan seperti Lebaran maupun musim libur sekolah.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo menegaskan, penataan Pelabuhan Ketapang bukan sekadar penambahan fasilitas fisik. Lebih dari itu, ia menyebut pengembangan pelabuhan penyeberangan tersibuk di Indonesia ini sebagai pembangunan ekosistem konektivitas. Menurutnya, penambahan kapasitas dermaga, pembenahan pola operasi kapal, penyiapan area penyangga atau buffer zone, hingga rekayasa lalu lintas di sekitar kawasan harus dijalankan dalam satu tarikan napas. "Dengan begitu, kita bisa menjawab pertumbuhan mobilitas masyarakat dan logistik di masa mendatang," ujarnya dalam keterangan yang diperoleh media kami.
Komitmen tersebut terungkap dalam audiensi antara jajaran direksi perseroan dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Surabaya pada Kamis (2/7). Hadir mendampingi antara lain Komisaris Utama ASDP Ahmad Baidhowi, Wakil Direktur Utama Yossianis Marciano, Direktur Teknik Nana Sutisna, dan Corporate Secretary Windy Andale. Di sisi pemerintah provinsi, Plt. Kepala Bappeda Mohammad Yasin, Kepala Dinas Perhubungan Nyono, Kepala Dinas PU Bina Marga Edy Tambeng Widjaja, serta perwakilan Biro Perekonomian Setda turut serta dalam diskusi strategis tersebut.
Integrasi Sistem Darat dan Laut
Laporan Beritainti.com mengungkap, salah satu titik berat pembahasan adalah integrasi antara sistem transportasi darat dan laut. Heru Widodo menjelaskan, penataan area luar pelabuhan menjadi kunci agar arus kendaraan tidak tersendat sebelum memasuki area dermaga. Oleh karena itu, koordinasi dengan dinas terkait, khususnya Bina Marga dan Perhubungan, terus diintensifkan. Penambahan kantong parkir dan pelebaran akses jalan menuju pelabuhan menjadi bagian dari rencana aksi yang sudah dipetakan.
Gubernur Khofifah memberikan dukungan penuh terhadap rencana tersebut. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan BUMN untuk menciptakan layanan penyeberangan yang aman, nyaman, dan berdaya saing. Menurutnya, posisi strategis Ketapang sebagai pintu gerbang Bali-Jawa menuntut standar pengelolaan yang terus diperbarui seiring dinamika kebutuhan masyarakat.
Antisipasi Lonjakan Musiman
Pengembangan kapasitas Pelabuhan Ketapang memang sudah menjadi desakan banyak pihak. Setiap musim mudik, antrean kendaraan kerap mengular hingga puluhan kilometer, mengganggu aktivitas warga sekitar dan memperlambat distribusi logistik. Evaluasi dari berbagai momentum itulah yang kini menjadi dasar penyusunan desain pengembangan komprehensif. Skema buffer zone yang terencana diyakini mampu menampung lonjakan tanpa perlu menambah tekanan pada infrastruktur jalan raya di sekitarnya.
Selain itu, aspek digitalisasi dan perbaikan sistem tiket daring juga masuk dalam radar perbaikan. Tim teknis ASDP disebut tengah mengkaji sejumlah skema penyesuaian jadwal kapal dan mekanisme bongkar muat yang lebih efisien. Apabila rencana ini berjalan sesuai peta jalan, Pelabuhan Ketapang diproyeksikan mampu menjadi percontohan tata kelola pelabuhan penyeberangan modern di kawasan timur Indonesia. Media kami akan terus memantau kelanjutan proyek strategis ini dan menyampaikan perkembangannya kepada pembaca.
Comments (0)