Ibu-Ibu PNM Mekaar Jadi Wajah Perempuan Berdaya dalam Sensus Ekonomi 2026

Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) serta PT Permodalan Nasional Madani (PNM) secara resmi meluncurkan kolaborasi strategis dalam

Jul 08, 2026 - 00:22
0 1
Ibu-Ibu PNM Mekaar Jadi Wajah Perempuan Berdaya dalam Sensus Ekonomi 2026

Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) serta PT Permodalan Nasional Madani (PNM) secara resmi meluncurkan kolaborasi strategis dalam Kick Off Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) dengan mengusung tema 'Bersama Perempuan Berdaya Membangun Ekonomi Indonesia'. Kemitraan tiga lembaga ini menjadi fondasi awal untuk mendokumentasikan secara akurat kontribusi perempuan, khususnya nasabah PNM Mekaar yang bergerak di sektor ultra mikro, terhadap perekonomian nasional. Para ibu-ibu pelaku usaha kecil ini kini menjadi wajah baru perempuan berdaya yang kontribusinya akan tercatat secara resmi dalam peta ekonomi Indonesia.

Langkah sinergis ini dinilai krusial mengingat dominasi perempuan dalam lanskap usaha ultra mikro. Melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar), PNM telah menjangkau jutaan perempuan prasejahtera yang mayoritas menggerakkan roda ekonomi dari tingkat akar rumput. Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu menangkap potret riil geliat usaha yang selama ini kerap luput dari data statistik konvensional.

"Kolaborasi ini bukan sekadar sensus, melainkan upaya menghadirkan keadilan data bagi perempuan. Selama ini kerja-kerja sunyi perempuan di sektor informal belum sepenuhnya terpotret. SE2026 akan menjadi momentum mengubah itu," ujar perwakilan Kemen PPPA dalam sambutannya yang dikutip media kami, Kamis (19/6/2025).

Partisipasi Angkatan Kerja Perempuan Meningkat, Data Lebih Akurat Jadi Kebutuhan

Mengacu pada laporan yang dirilis BPS, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) perempuan Indonesia saat ini telah menyentuh angka sekitar 56 persen. Dari jumlah tersebut, sekitar 32 persen di antaranya berstatus sebagai pengusaha. Tren ini menunjukkan peningkatan konsisten dalam satu dekade terakhir dan menempatkan perempuan sebagai motor vital penggerak ekonomi, baik dalam skala rumah tangga maupun nasional. Melalui SE2026, pemerintah ingin memastikan bahwa aktivitas ekonomi yang digerakkan oleh perempuan, termasuk usaha mikro seperti warung kelontong, kerajinan tangan, hingga jasa rumahan, tercatat secara komprehensif.

Direktur Utama PNM, dalam kesempatan yang sama, menegaskan bahwa nasabah Mekaar adalah representasi nyata dari ketangguhan perempuan Indonesia. "Mereka bukan sekadar penerima manfaat, tetapi sudah bertransformasi menjadi pengusaha tangguh yang berkontribusi pada pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Sensus ini penting agar kontribusi mereka tidak lagi tak kasat mata," tegasnya. Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi landasan empiris bagi perumusan kebijakan pemberdayaan yang lebih tepat sasaran serta perluasan akses permodalan dan pendampingan usaha bagi perempuan di seluruh pelosok negeri.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Editor Politik. Editor ringkasan kebijakan dan pemilu.

Comments (0)

User