Wamendagri Ribka Haluk Buka Pasar Murah dan Pameran UMKM di Jayapura, Papua
Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk secara resmi membuka kegiatan Pasar Murah dan Pameran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang digelar di Halaman Kantor Gubernur Papua, Jayapura. Pembukaan
Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk secara resmi membuka kegiatan Pasar Murah dan Pameran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang digelar di Halaman Kantor Gubernur Papua, Jayapura. Pembukaan tersebut dilakukan hari ini dengan menghadirkan puluhan pelaku usaha lokal yang memamerkan berbagai produk unggulan khas Bumi Cenderawasih. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sekaligus mendorong penguatan ekonomi kreatif di wilayah timur Indonesia.
Dalam sambutannya, Ribka Haluk menekankan bahwa geliat ekonomi produktif masyarakat Papua harus terus didukung dan dikembangkan. “Produk unggulan Papua seperti kopi, madu, sagu beserta berbagai olahannya, serta minyak kelapa murni membuktikan bahwa kreativitas dan nilai tambah bisa tumbuh dari tangan-tangan terampil masyarakat. Ini adalah momentum yang tepat untuk menunjukkan bahwa ekonomi Papua tidak hanya bergantung pada sektor ekstraktif, tetapi memiliki potensi luar biasa dari UMKM,” ujarnya di hadapan peserta dan warga yang hadir. Pernyataan tersebut disambut antusias oleh para pelaku UMKM yang telah menyiapkan stan pameran dengan tampilan produk yang menarik dan beragam.
Pasar murah yang digelar bersamaan dengan pameran UMKM ini menyediakan bahan pokok dengan harga terjangkau. Masyarakat Jayapura dan sekitarnya tampak memadati lokasi sejak pagi untuk mendapatkan sembako sekaligus menikmati sajian produk lokal. Ribka mengapresiasi antusiasme tinggi warga tersebut, seraya berharap kegiatan serupa dapat diperluas ke kabupaten lain di Papua agar dampaknya lebih merata. Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk terus memfasilitasi pelaku UMKM dalam mengakses pasar yang lebih luas, termasuk melalui pelatihan pengemasan dan pemasaran digital.
Pameran UMKM yang berlangsung hari ini menampilkan antara lain kopi arabika asal Wamena, madu hutan Papua yang kaya manfaat, aneka olahan sagu seperti papeda instan, kue sagu, hingga kerupuk sagu, serta minyak kelapa murni yang telah mendapat sertifikasi organik. Beberapa pelaku usaha juga membawa kerajinan tangan khas Papua seperti noken dan ukiran kayu. Melalui kegiatan ini, diharapkan produk-produk tersebut dapat menembus pasar nasional bahkan internasional, sejalan dengan cita-cita besar menjadikan Papua sebagai pusat ekonomi kreatif baru di Indonesia.
Menurut pantauan media kami, kegiatan ini juga menjadi ajang temu bisnis antara pelaku UMKM dengan pembeli dari kalangan pemerintah daerah, BUMN, dan komunitas usaha setempat. Ribka Haluk menyempatkan diri berkeliling ke setiap stan, berbincang langsung dengan para pengrajin dan penjual, serta membeli beberapa produk sebagai bentuk dukungan simbolis. “Saya ingin menunjukkan bahwa produk Papua mampu bersaing. Saya bangga melihat semangat dan daya juang teman-teman UMKM di sini,” tambahnya.
Kegiatan pasar murah dan pameran UMKM ini rencananya akan digelar secara rutin sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kolaborasi lintas instansi, seperti Kementerian Dalam Negeri, Pemerintah Provinsi Papua, dan Bank Indonesia, diharapkan dapat memperkuat fondasi ekonomi lokal. Dengan sinergi yang tepat, momentum ini bukan sekadar seremoni, tetapi langkah nyata menuju kemandirian ekonomi yang inklusif.
Beritainti.com melaporkan langsung dari Jayapura.
Comments (0)