Joshua Bangkit dari Dua Kali Jatuh, Kalahkan Prenga dengan KO
JEDDAH — Malam yang nyaris berubah menjadi malapetaka berakhir dengan sorak-sorai. Anthony Joshua mengakhiri pertarungan melawan Kristian Prenga dengan kemenangan knockout pada ronde kedelapan di Je...
JEDDAH — Malam yang nyaris berubah menjadi malapetaka berakhir dengan sorak-sorai. Anthony Joshua mengakhiri pertarungan melawan Kristian Prenga dengan kemenangan knockout pada ronde kedelapan di Jeddah Superdome, Arab Saudi, Minggu (26/7). Skor akhir mencatat KO teknis pada menit 2:14 ronde tersebut, memastikan Joshua tetap berdiri setelah dua kali tersungkur di ronde-ronde awal.
Drama Dua Ronde Pembuka
Pertarungan dimulai dengan tempo tinggi yang langsung menguntungkan Prenga. Petinju asal Albania itu tidak menunjukkan rasa gentar menghadapi mantan juara dunia dua kali. Pada menit ke-1:48 ronde pertama, sebuah uppercut kanan mendarat sempurna di dagu Joshua. Wasit memulai hitungan, namun Joshua mampu bangkit di angka tujuh. Penguasaan bola — meskipun bukan istilah tinju, secara momentum Prenga memegang inisiatif dengan 18 pukulan mendarat berbanding 9 milik Joshua di ronde ini.
Ronde kedua berjalan lebih dramatis. Prenga kembali menjatuhkan Joshua melalui kombinasi hook kiri yang diikuti straight kanan. Joshua tersungkur untuk kedua kalinya, dan penonton di Jeddah Superdome mulai bersorak tidak percaya. Statistik sementara menunjukkan shots on target — atau dalam tinju, pukulan bersih mendarat — Prenga unggul 70% berbanding 30% setelah dua ronde. Joshua tampak goyah, sudut matanya mulai membengkak.
Bangkitnya Sang Raksasa
Memasuki ronde ketiga, Joshua mengubah strategi. Ia mulai menggunakan jab kirinya untuk menjaga jarak dan mengurangi agresivitas Prenga. Formasi bertahannya lebih rapat — kaki kiri di depan, kepala bergerak lateral. Data pukulan ronde ketiga dan keempat memperlihatkan perubahan drastis: Joshua mendaratkan 34 pukulan power, sementara Prenga hanya 11. Penguasaan ring perlahan bergeser.
Ronde kelima menandai titik balik sejati. Sebuah body shot kiri Joshua di menit 1:20 membuat Prenga meringis dan menurunkan tempo. Statistik akumulasi hingga ronde kelima menunjukkan total pukulan mendarat mulai berimbang: 87-86 masih tipis untuk Prenga, namun dengan pukulan keras Joshua jauh lebih dominan. Joshua yang sempat dua kali jatuh kini tampil sebagai predator.
Ronde keenam dan ketujuh berlangsung satu arah. Prenga tampak kehabisan bensin setelah berusaha menghabisi Joshua di awal. Joshua terus menekan dengan kombinasi satu-dua yang rapi. Shots on target Joshua melonjak, dengan 55 pukulan bersih hanya dalam dua ronde. Sementara itu, Prenga seperti kehilangan akurasi — hanya 14 pukulan mendarat di rentang yang sama.
Klimaks di Ronde Kedelapan
Ronde kedelapan dimulai dengan aura kemenangan bagi Joshua. Pelatih Robert McCracken dari sudut terus meneriakkan instruksi untuk tetap sabar. Pada detik ke-46, sebuah overhand kanan Joshua menghantam pelipis Prenga. Prenga sempoyongan, namun belum jatuh. Joshua kemudian melepaskan serangan kombinasi lima pukulan tanpa balasan — jab, straight, hook kiri, uppercut, dan diakhiri straight kanan yang membuat Prenga rubuh di kanvas. Wasit langsung menghentikan pertandingan tanpa perlu hitungan. KO teknis resmi diumumkan pada menit 2:14.
Data akhir pertarungan mencatat Joshua mendaratkan total 178 pukulan dari 398 lemparan (akurasi 44,7%), sementara Prenga mendaratkan 113 dari 340 lemparan (33,2%). Pada kategori pukulan keras, Joshua unggul telak: 136 berbanding 63. Jumlah jab mendarat pun dimenangi Joshua 42-50. Joshua juga mencatatkan clean sheet di ronde-ronde akhir — tidak satu pukulan signifikan Prenga mendarat di dua menit terakhir.
Reaksi Pasca Laga
“Saya tahu ini akan sulit. Prenga petinju tangguh, tetapi saya tidak akan menyerah setelah dua kali jatuh. Itu mental juara,” ujar Joshua dalam wawancara tepi ring. Ia juga menambahkan apresiasi kepada tim pelatih yang membantunya bangkit. Prenga, meski kalah, mendapat hormat dari penonton. “Saya sudah memberikan segalanya, mungkin terlalu bernafsu di awal,” komentarnya.
Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Joshua yang tengah membidik duel unifikasi kelas berat. Dengan rekor kini 26-3 (23 KO), ia menunjukkan bahwa daya tahannya kembali teruji. Pertarungan ini juga menjadi bukti bahwa pada usia 34 tahun, Joshua masih punya determinasi juara.
Pertarungan di Jeddah Superdome dihadiri 15.000 penonton dan disiarkan secara global. Tidak ada kartu kuning atau insiden kontroversial; VAR tidak diperlukan. Kemenangan KO ini sekaligus menegaskan bahwa Anthony Joshua belum habis — meski harus dua kali mencium kanvas lebih dulu.
Comments (0)