Lo Celso Bersinar, Argentina Singkirkan Inggris dan Menuju Final PD 2026
Skor akhir: Argentina 2-1 Inggris. Timnas Argentina melaju ke final Piala Dunia 2026 usai menumbangkan Inggris dalam laga semifinal yang berlangsung dramatis di AT&T Stadium, Dallas. Gelandang Giovani...
Skor akhir: Argentina 2-1 Inggris. Timnas Argentina melaju ke final Piala Dunia 2026 usai menumbangkan Inggris dalam laga semifinal yang berlangsung dramatis di AT&T Stadium, Dallas. Gelandang Giovani Lo Celso menjadi bintang utama malam itu dengan satu gol dan satu assist — namun namanya justru lebih dulu ramai diperbincangkan karena aksi membentang spanduk bernuansa politik sesaat setelah peluit panjang dibunyikan wasit.
Babak Pertama: Tekanan Albiceleste Akhirnya Membuahkan Hasil
Lionel Scaloni menurunkan starting XI dengan formasi 4-3-3, menempatkan Lo Celso sebagai motor serangan di lini tengah bersama Enzo Fernández dan Rodrigo De Paul. Instruksi taktiknya jelas: kuasai tempo lewat umpan pendek dan tekan lini pertahanan Inggris secara berkelanjutan.
Tekanan itu nyaris berbuah cepat. Menit ke-9, Lo Celso melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang masih membentur mistar. La Albiceleste terus menggulung, dan pada menit ke-34 kerja keras mereka akhirnya terbayar. Lo Celso membobol lini pertahanan Inggris dengan umpan terobosan matang, dan Julián Álvarez menyambutnya dengan sentuhan pertama yang presisi sebelum menaklukkan Jordan Pickford lewat tendangan rendah ke sudut kanan bawah. Wasit sempat mengecek layar VAR untuk potensi offside, namun posisi Álvarez dinyatakan sah. 1-0 untuk Argentina.
Inggris hampir saja membalas keadaan menjelang turun minum. Menit ke-44, Harry Kane menyambut umpan silang Jude Bellingham dengan sundulan yang ditepis gemilang oleh Emiliano Martínez. Babak pertama ditutup dengan keunggulan minimal bagi tim juara dunia 2022 itu.
Penalti Kane dan Balasan Telak Lo Celso
Babak kedua dimulai dengan wajah berbeda. Formasi 4-2-3-1 Inggris mulai menemukan ritme, dan tekanan mereka membuahkan hasil pada menit ke-58. Tinjauan VAR menunjukkan Cristian Romero menjatuhkan Bellingham di dalam kotak penalti, dan wasit menunjuk titik putih. Kane maju sebagai eksekutor dan tidak menyia-nyiakan kesempatan itu: 1-1. Clean sheet ketiga Martínez di turnamen ini pun pupus.
Jawaban Argentina datang cepat. Menit ke-71, tendangan Alexis Mac Allister dari tepian kotak penalti berhasil ditolak Pickford, dan bola rebound jatuh tepat di kaki Lo Celso. Tanpa banyak waktu berpikir, gelandang 29 tahun itu melepaskan voli first-time yang menusuk sudut jauh tak terjangkau. 2-1. Selebrasi di tengah lapangan pecah, dan Dallas berubah menjadi lautan biru-langit.
Inggris berusaha memaksakan perpanjangan waktu. Namun lini belakang Argentina yang dipimpin Romero dan Lisandro Martínez bertahan dengan disiplin tinggi. Kartu kuning dikeluarkan untuk De Paul (menit ke-40) dan Declan Rice (menit ke-63), mencerminkan intensitas duel di lini tengah.
Angka yang Berbicara
Dari sisi statistik, Argentina sedikit lebih unggul dengan penguasaan bola 52 persen berbanding 48 persen. Tim Scaloni mencatatkan 16 percobaan tendangan dengan 7 shots on target, sementara Inggris baru menghasilkan 4 tembakan tepat sasaran dari 11 percobaan. Lo Celso sendiri menutup laga dengan akurasi umpan 89 persen, menciptakan 4 peluang, memenangkan 8 dari 12 duel, dan mengoleksi gol ketiganya di turnamen kali ini.
"Gio adalah pemain dengan karakter luar biasa. Malam ini ia membuktikan dirinya salah satu gelandang terbaik di turnamen ini. Soal apa pun yang terjadi setelah pertandingan, kami akan bicara secara internal," ujar Scaloni dalam konferensi pers pasca laga.
Spanduk Politik yang Menggetarkan Dunia
Namun, percakapan global justru bergeser usai pertandingan berakhir. Ketika rekan-rekannya masih saling berpelukan di tengah lapangan, Lo Celso mengambil sebuah spanduk dan membentangkannya menghadap kamera siaran langsung. Spanduk itu mengusung pesan bernuansa politik, dan gambarnya menyebar liar di media sosial dalam hitungan menit.
FIFA belum memberikan tanggapan resmi, tetapi regulasi disiplin turnamen secara tegas melarang segala bentuk pernyataan politis di area stadion. Sejumlah pengamat menilai Lo Celso berpotensi menerima sanksi menjelang final, meski federasi sepak bola Argentina berharap kasus ini selesai tanpa konsekuensi berat bagi pemainnya.
Kini seluruh mata tertuju pada dua hal sekaligus: laga final Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, New Jersey, dan nasib Lo Celso di dalamnya. Satu hal pasti — nama gelandang Real Betis itu sudah terukir dalam sejarah malam Dallas, baik sebagai penggerak kemenangan maupun pusat perdebatan.
Comments (0)