Gaji Rp410 Juta! Vozinha Pindah ke Chile Berkat Kilau Piala Dunia

Lusail, 3 Juli 2026 — Di bawah gemuruh 80.000 penonton, kiper veteran berpostur 190 cm itu mempertontonkan kelas dunia. Ketika wasit meniup peluit akhir, papan skor memajang angka 1-1 antara Cape Ve...

Jul 28, 2026 - 06:23
0 0
Gaji Rp410 Juta! Vozinha Pindah ke Chile Berkat Kilau Piala Dunia

Lusail, 3 Juli 2026 — Di bawah gemuruh 80.000 penonton, kiper veteran berpostur 190 cm itu mempertontonkan kelas dunia. Ketika wasit meniup peluit akhir, papan skor memajang angka 1-1 antara Cape Verde dan Brasil. Bukan hasil imbang biasa, melainkan sebuah keajaiban yang ditopang sepasang sarung tangan bernama Vozinha.

Sepanjang 90 menit, Vozinha seperti tembok yang nyaris mustahil ditembus. Tuan rumah turnamen, Brasil, yang diperkuat Vinícius Jr., Rodrygo, dan wonderkid Endrick, memborbardir gawangnya dengan total 11 shots on target dari 23 percobaan. Namun, hanya satu yang bersarang — dan itu pun dari titik putih setelah kapten Casemiro menaklukkan Vozinha di pengujung babak kedua. Selebihnya? Delapan penyelamatan krusial, termasuk refleks ganda menit ke-67 yang membuyarkan peluang emas Vinícius. Di menit ke-23, ia sudah unjuk kualitas dengan menahan tendangan first-time Rodrygo dari jarak 12 meter. Tembakan bebas Neymar di menit ke-34 juga ditinju keluar. Clean sheet babak pertama Cape Verde bertahan berkat keputusan VAR yang menganulir gol Rodrigo di menit ke-15 karena offside tipis — semua ini sementara penguasaan bola Cape Verde hanya 29%.

Kilau di Panggung Dunia Mengubah Segalanya

Penampilan bukan kebetulan. Sejak fase grup, Vozinha sudah menjadi pilar. Saat Cape Verde menjungkalkan Serbia 2-0 di laga pembuka, ia membukukan clean sheet pertamanya di Piala Dunia dengan tiga penyelamatan vital. Lalu di laga hidup-mati melawan Swiss, meski kalah tipis 0-1, ia mencatatkan 6 saves dan menggagalkan penalti Xherdan Shaqiri — untuk kedua kalinya dalam turnamen yang sama! Statistik kolektifnya di Qatar 2026 sangat impresif: 17 penyelamatan, 8 high claims, 2 penalty saves, dan hanya kebobolan 2 gol dari permainan terbuka sepanjang 360 menit. Penguasaan bola yang rendah (rata-rata 34%) tidak pernah menghalangi kiper berusia 34 tahun ini untuk memancarkan ketenangan dan kepemimpinan. Pelatih Cape Verde, Julio Lemos, bahkan menyebutnya sebagai 'harta nasional' seusai laga kontra Brasil.

'Dia pemain yang membaca permainan tiga langkah lebih awal. Kami mungkin tak memiliki penguasaan bola dominan, tapi dengan Vozinha, kami selalu punya kesempatan,' ujar Lemos dalam konferensi pers pasca-laga.

Dari Mindelo ke Santiago: Pindah ke Raksasa Chile

Kurang dari dua pekan setelah perjalanan bersejarah Cape Verde berakhir di 16 besar (kalah adu penalti dari Prancis), agen Vozinha mengonfirmasi kabar yang telah dinanti: sang kiper akan melanjutkan karier di Amerika Selatan, tepatnya bersama Colo-Colo, raksasa Liga Chile yang memegang rekor 33 gelar domestik. Sebelumnya, Vozinha menghabiskan tiga musim terakhir di klub kasta kedua Portugal, tanpa banyak sorotan. Kini, di usia yang kerap dianggap senja bagi pesepakbola, ia justru mencicipi kontrak termahal dalam kariernya.

Menurut dokumen yang bocor ke media lokal, kesepakatan diteken untuk durasi dua musim dengan opsi perpanjangan satu tahun. Nilainya? Rp410 juta per bulan (sekitar US$25.000), melonjak hampir lima kali lipat dari bayaran sebelumnya di Portugal. Angka ini mungkin tak fantastis di level Eropa, namun di Liga Chile, ia masuk jajaran kiper bergaji tertinggi. Colo-Colo, yang baru saja ditinggal kiper utama Brayan Cortés ke Meksiko, membutuhkan sosok berpengalaman untuk mengawal mistar di Copa Libertadores 2027.

Tak Sekadar Gaji: Ekspektasi dan Dampak

Kedatangan Vozinha disambut antusias. Pelatih Colo-Colo, Gustavo Quinteros, memuji mentalitas pemenang yang dibawa kiper nasional Cape Verde itu. 'Kami merekrut pemenang duel udara, pemimpin di kotak penalti, dan yang terpenting, pemain yang telah membuktikan diri di panggung tertinggi. Saya yakin dia akan segera jadi idola di Monumental,' kata Quinteros melalui rilis klub. Nomor punggung 1 pun telah disiapkan untuk Vozinha.

Di balik lonjakan finansial, pemain kelahiran Mindelo ini menegaskan motivasinya tak sekadar materi. 'Piala Dunia menunjukkan bahwa sepak bola Afrika bisa bersaing. Saya ingin terus berada di level tertinggi dan membantu Colo-Colo juara lagi,' ucapnya dalam wawancara eksklusif dengan media Chile. Kini, dengan latihan pramusim yang akan dimulai Juli, mata para penggemar akan tertuju pada debutnya di Copa Chile. Dari pulau kecil di Atlantik, Vozinha telah membuktikan bahwa satu turnamen bisa mengubah segalanya — dan Rp410 juta adalah bukti nyata dari kecemerlangan yang tak tersentuh.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User