Denpasar — Perumda Pasar Sewakadarma Siapkan SPKLU Pendukung Green Market
Langkah progresif kembali ditunjukkan oleh Pemerintah Kota Denpasar melalui Perumda Pasar Sewakadarma dalam merespons arus modernisasi dan transisi energi
Langkah progresif kembali ditunjukkan oleh Pemerintah Kota Denpasar melalui Perumda Pasar Sewakadarma dalam merespons arus modernisasi dan transisi energi bersih. Upaya memperkuat ekosistem kendaraan listrik kini mulai diintegrasikan langsung ke dalam kawasan komersial publik. Tidak sekadar menjadi pusat transaksi ekonomi rakyat, pasar tradisional dan kawasan pertokoan di pusat Kota Denpasar tengah ditransformasikan menuju konsep green market yang adaptif terhadap keberlanjutan lingkungan.
Pengembangan infrastruktur hijau ini ditandai dengan rencana penyediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di tiga titik strategis. Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar, I Wayan Suadi Putra, mengungkapkan bahwa inisiatif ini lahir dari ketertarikan pihak vendor untuk berkolaborasi mengembangkan kawasan pasar berbasis ekologi. Integrasi SPKLU dipandang bukan lagi sekadar fasilitas tambahan, melainkan kebutuhan mendesak seiring meningkatnya populasi kendaraan ramah lingkungan di Pulau Dewata.
Transformasi Komersial Menuju Ekosistem Berkelanjutan
Pendekatan yang diambil Perumda Pasar Sewakadarma menggarisbawahi pentingnya keterlibatan sektor swasta dalam membiayai infrastruktur publik. Menurut analisis manajemen, integrasi fasilitas pengisian daya listrik membutuhkan kecermatan dalam merancang skema pembiayaan agar investasi yang dikucurkan dapat membuahkan hasil optimal tanpa membebani kas daerah.
"Keberadaan fasilitas pendukung kendaraan listrik menjadi salah satu peluang yang dapat dikembangkan bersamaan dengan penataan kawasan pasar. Namun, pengembangan tersebut tetap perlu memperhitungkan skema pembiayaan agar investasi yang dilakukan dapat berjalan secara optimal," ujar Suadi Putra.
Transisi menuju green market ini diharapkan memicu efek domino positif. Selain menekan emisi karbon di area padat aktivitas, keberadaan SPKLU menjadi daya tarik baru bagi masyarakat konsumen kelas menengah-atas pengadopsi awal (early adopters) kendaraan listrik untuk tetap bertransaksi di kawasan pasar publik.
Solusi Tata Ruang dan Rekayasa Parkir Terpusat
Rencana pengadaan SPKLU ini dirancang beriringan dengan penataan ulang tata ruang pusat kota Denpasar. Masalah klasik perkotaan seperti kemacetan akibat penyalahgunaan badan jalan dan jalur pedestrian sebagai area parkir liar menjadi sasaran utama perbaikan. Perumda Pasar Sewakadarma mendapat mandat khusus untuk memperkuat penyediaan kantong parkir terpusat, terutama di kawasan komersial padat seperti Gedung GYS.
Salah satu fokus utama rekayasa lalu lintas ini adalah mengalihkan parkir liar di sepanjang Jalan Hasanudin—area yang selama ini identik dengan pusat pertokoan emas—menuju area bawah tanah (basement) GYS. Transformasi kapasitas parkir ini dilakukan secara masif untuk menampung pelimpahan kendaraan dari permukaan jalan.
| Lokasi Penataan | Kapasitas Semula | Target Kapasitas Baru | Fungsi Kawasan Utama |
|---|---|---|---|
| Basement Sisi Selatan GYS | 30 Kendaraan | 260 Kendaraan | Sentra Parkir Terpusat & SPKLU |
| Area Permukaan GYS | Parkir Terbuka | Kawasan Plaza Ruang Publik | Pedestrian & Pusat Kegiatan |
Dengan dialihkannya kendaraan ke basement, area permukaan GYS akan difungsikan sepenuhnya sebagai plaza publik yang ramah pejalan kaki. Peningkatan kapasitas basement hingga hampir sembilan kali lipat ini menjadi kunci keberhasilan penataan wajah kota tanpa mengorbankan kenyamanan para pengunjung.
Mendukung Pusat Ekonomi Malam dan Ekosistem Kendaraan Listrik
Penataan kawasan ini juga mempertimbangkan dinamika ekonomi perkotaan Denpasar yang bertumpu pada aktivitas malam hari. Pusat kota yang ditata dengan rapi, bebas dari parkir liar, serta dilengkapi fasilitas modern diperkirakan bakal menggairahkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) saat malam tiba.
Pengadaan SPKLU di lokasi parkir terpusat memastikan para pengguna kendaraan listrik dapat mengisi daya kendaraan mereka dengan tenang sembari berbelanja atau menikmati suasana kota. Suadi Putra menekankan bahwa penyediaan fasilitas ini adalah bentuk tanggung jawab pengelola kawasan terhadap tren mobilitas masyarakat yang terus berubah.
"Pemasangan SPKLU sangat dibutuhkan bagi pengendara yang sudah menggunakan kendaraan listrik. Karena semakin bertambah kapasitas parkir tentu kami harus menambah fasilitas juga apalagi sudah banyak yang menggunakan kendaraan listrik di Denpasar," tegasnya.
Strategi integrasi antara infrastruktur hijau, rekayasa lalu lintas, dan penataan ruang publik ini menjadi pijakan penting bagi Denpasar untuk tampil sebagai kota modern yang berkelanjutan sekaligus inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar mengintegrasikan SPKLU di tiga titik komersial untuk mendukung konsep green market. Selain itu, kapasitas parkir basement GYS dinaikkan drastis hingga 260 kendaraan guna menertibkan parkir liar di area pertokoan emas Jalan Hasanudin.
Comments (0)