BALI — Pembangunan PSEL Resmi Dimulai, Target Beroperasi 2028

Di atas lahan seluas enam hektare hasil kolaborasi Pemerintah Kota Denpasar dan Pelindo, dentang pertama pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi En

Jul 08, 2026 - 23:46
0 0
BALI — Pembangunan PSEL Resmi Dimulai, Target Beroperasi 2028

Di atas lahan seluas enam hektare hasil kolaborasi Pemerintah Kota Denpasar dan Pelindo, dentang pertama pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bali akhirnya bergema. Proyek yang digadang-gadang menjadi proyek PSEL pertama dalam program percepatan nasional ini bukan sekadar jawaban atas persoalan sampah yang kian mendesak, melainkan juga fondasi transisi energi bersih di Pulau Dewata. Dengan iringan doa di hari baik menurut penanggalan Bali, peresmian dimulainya konstruksi menjadi isyarat kuat bahwa tata kelola sampah modern sudah di depan mata.

Momentum Strategis di Tengah Tekanan Sampah

Gubernur Bali Wayan Koster menekankan bahwa pemilihan hari baik bukanlah sekadar seremoni adat.

"Niat baik Bapak Presiden juga dijalankan dengan cara yang baik, dengan memilih hari yang baik untuk memulai pembangunan PSEL ini,"
ujar Koster. Langkah ini menjadi penanda ikhtiar lahir dan batin agar proyek strategis tersebut rampung sesuai tenggat. Koster menargetkan konstruksi tuntas dalam waktu satu tahun delapan bulan—sekitar Oktober 2027—sehingga fasilitas ini bisa segera beroperasi dan meringankan beban tempat pemrosesan akhir yang selama ini menjadi bom waktu lingkungan.

Distribusi tanggung jawab antardaerah berjalan rapi. Pemkot Denpasar menyediakan lahan bersama Pelindo, sementara Pemprov Bali melakukan pematangan lahan. Sinergi ini mencerminkan urgensi kolektif yang dirasakan seluruh pemangku kepentingan. Tanpa sistem pengolahan sampah terintegrasi, Bali berisiko kehilangan daya saing sebagai destinasi global. Data terbaru mencatat total kunjungan wisatawan ke Bali telah menembus 16 juta orang, terdiri dari 7,5 juta wisatawan mancanegara dan 9,3 juta wisatawan domestik. Volume sampah yang dihasilkan dari aktivitas pariwisata dan rumah tangga pun melonjak, menjadikan PSEL bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.

Dampak Ekonomi dan Energi

Dari sisi ekonomi, PSEL Bali berpotensi menciptakan efek ganda. Pasokan listrik yang dihasilkan dari proses termal dapat mengurangi ketergantungan Bali pada sumber energi fosil yang sebagian besar didatangkan dari luar pulau. Ini menekan biaya logistik energi dan memperbaiki neraca perdagangan regional. Selain itu, penetrasi energi bersih akan memperkuat citra pariwisata berkelanjutan yang kian dicari wisatawan premium. Investasi awal PSEL Bali merupakan bagian dari belanja strategis nasional yang diharapkan memicu keterlibatan swasta pada proyek serupa di masa depan.

Namun, keberhasilan jangka panjang tidak hanya diukur dari kelistrikan. Kontribusi terbesar proyek ini adalah pengurangan volume sampah yang masuk ke TPA secara drastis—menekan emisi metana dan risiko pencemaran air tanah. Secara makro, setiap rupiah yang diinvestasikan untuk infrastruktur pengelolaan sampah modern akan mengurangi biaya eksternalitas kesehatan masyarakat dan degradasi lingkungan yang selama ini tidak tercatat dalam angka PDB.

Peta Jalan Nasional: Delapan Proyek Menyusul

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengonfirmasi bahwa ground breaking PSEL Bali adalah titik mula dari gerakan nasional.

"Yang di Bali ini ground breaking pertama. Setelah ini akan ada delapan proyek lagi, kemudian menyusul proyek-proyek berikutnya,"
tegasnya. Pemerintah pusat menargetkan PSEL Bali bisa diresmikan langsung oleh Presiden pada akhir 2027, menandai dimulainya babak baru pengelolaan sampah berbasis teknologi tinggi di Indonesia. Delapan proyek susulan tersebut akan menyasar daerah-daerah dengan tekanan sampah tertinggi, membentuk jaringan fasilitas yang dapat direplikasi dan disesuaikan dengan karakteristik lokal.

Kendati demikian, realisasi penuh hingga 2028 menyisakan tantangan: kontinuitas pasokan sampah sebagai "bahan bakar", efisiensi biaya operasional, serta kepastian harga jual listrik ke PLN. Semua elemen itu membutuhkan tata kelola kontrak yang solid. Pelajaran dari proyek serupa di negara lain menunjukkan bahwa keberhasilan PSEL sangat bergantung pada ekosistem pendukung—pemilahan di hulu, sistem tipping fee yang adil, dan transparansi data timbulan sampah. Dengan Bali sebagai proyek percontohan, seluruh mata kini tertuju pada kemampuan Indonesia mengeksekusi janji pengelolaan sampah berkelanjutan yang tak lagi sekadar wacana.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User