Aceh Besar — Penilaian Gammawar dan Gelari Pelangi Dorong Pemberdayaan Ekonomi Keluarga
Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Aceh Besar menggelar penilaian dua program andalan, Gammawar dan Gelari Pelangi, di Ke
Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Aceh Besar menggelar penilaian dua program andalan, Gammawar dan Gelari Pelangi, di Kecamatan Baitussalam pada Selasa (7/7). Kegiatan yang dipimpin Wakil Ketua TP PKK Aceh Besar, Hj Nurul Fazli SAg, menyasar Gampong Baet untuk penilaian Gampong Mawaddah Warahmah (Gammawar) dan Gampong Blang Krueng untuk Gelari Pelangi. Penilaian ini bukan sekadar ajang mencari gampong terbaik, tetapi menjadi instrumen evaluasi sekaligus pembinaan atas implementasi 10 Program Pokok PKK di tingkat grassroot. Lewat sinergi unsur Forkopimcam, pengurus PKK kecamatan dan gampong, serta warga, kedua program ini diharapkan memperkuat fondasi sosial-ekonomi keluarga di daerah basis agraris-minoritas industri itu.
Secara spesifik, Gammawar mengukur sejauh mana gampong mampu mengintegrasikan 10 Program Pokok PKK—mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga kelestarian lingkungan—dalam keseharian warga. Sementara Gelari Pelangi lebih fokus pada dimensi pengembangan sumber daya manusia dan penguatan ekonomi rumah tangga, termasuk mendorong gerakan gemar membaca, peningkatan mutu pendidikan anak, serta memperkuat unit usaha keluarga seperti koperasi, Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K), dan UMKM lokal.
“Gammawar bukan sekadar perlombaan tahunan mencari pemenang. Kegiatan ini merupakan wujud komitmen bersama dalam mengimplementasikan 10 Program Pokok PKK secara terpadu di tingkat gampong guna mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas, berdaya, dan religius,” ujar Hj Nurul Fazli di sela penilaian di Baet.
Menakar Dampak Ekonomi dari Dua Program PKK
Jika dibaca melalui lensa ekonomi pembangunan, penilaian Gammawar dan Gelari Pelangi bisa dipandang sebagai soft audit kesiapan gampong dalam menghasilkan sumber daya manusia berkualitas dan keluarga yang resilien secara finansial. Meski berskala lokal, program ini menyentuh variabel fundamental pertumbuhan inklusif: literasi, kesehatan, dan pendapatan rumah tangga. “Kombinasi antara pembinaan karakter sosial melalui Gammawar dan penguatan kapasitas ekonomi lewat Gelari Pelangi menciptakan ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan. Ini adalah investasi jangka panjang yang dampaknya mungkin baru terlihat dalam satu generasi,” ujar ekonom pembangunan Universitas Syiah Kuala, Dr. Teuku Zulkarnain, saat dimintai tanggapan terpisah.
Data Badan Pusat Statistik Aceh Besar 2025 menunjukkan tingkat kemiskinan kabupaten itu menyusut ke 11,3% dari sebelumnya 12,8% pada 2023, namun kesenjangan antar gampong masih tajam. Program seperti UP2K dan UMKM yang didorong Gelari Pelangi berpotensi menjadi instrumen pemerataan jika dijalankan dengan pendekatan rantai nilai lokal. Gampong Blang Krueng, misalnya, memiliki basis produksi keripik dan anyaman yang bila dikelola lebih profesional bisa menembus pasar ekspor antarprovinsi.
| Aspek | Gammawar | Gelari Pelangi |
|---|---|---|
| Fokus Utama | Implementasi 10 Program Pokok PKK | Peningkatan SDM dan ekonomi keluarga |
| Indikator Evaluasi | Kesehatan lingkungan, pendidikan anak usia dini, gotong-royong | Gerakan membaca, kualitas pendidikan, usaha ekonomi |
| Dampak Ekonomi | Efisiensi pengeluaran kesehatan & ketahanan pangan | Penambahan pendapatan via koperasi dan UMKM |
| Lokus Penilaian 2026 | Gampong Baet | Gampong Blang Krueng |
Sayangnya, belum ada sistem pendataan terpadu untuk mengukur peningkatan pendapatan riil peserta UP2K atau UMKM binaan PKK. Padahal, kehadiran data longitudinal akan memperkuat argumen anggaran bagi pemerintah kabupaten untuk memperluas intervensi serupa ke 23 kecamatan lainnya. Untuk saat ini, penilaian Gammawar dan Gelari Pelangi masih bertumpu pada instrumen observasi dan wawancara juri. Langkah berikutnya yang patut didorong adalah integrasi metrik kuantitatif sederhana, seperti peningkatan omzet rata-rata UMKM dampingan, angka partisipasi pendidikan anak, atau penurunan prevalensi stunting di gampong yang dinilai.
Di tengah keterbatasan itu, TP PKK Aceh Besar berhasil memosisikan diri sebagai katalisator gerakan sosial yang menjangkau hingga level meunasah. Dengan meningkatkan literasi dan memberikan wadah bagi ekonomi keluarga untuk tumbuh, gampong di Kecamatan Baitussalam dapat menjadi contoh bagaimana intervensi berbasis komunitas mampu mengonversi dana desa yang tersedia menjadi pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif.
Comments (0)