4 Juta Komuter Harian dari Daerah Penyangga Jadi Biang Kemacetan Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa kemacetan parah yang kerap melanda ibu kota bukan semata-mata disebabkan oleh aktivitas penduduk Jakarta. Dalam dialog bersama warga, ia mengungkap

Jul 08, 2026 - 18:45
0 0
4 Juta Komuter Harian dari Daerah Penyangga Jadi Biang Kemacetan Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa kemacetan parah yang kerap melanda ibu kota bukan semata-mata disebabkan oleh aktivitas penduduk Jakarta. Dalam dialog bersama warga, ia mengungkap fakta bahwa setiap harinya sekitar 4 juta orang komuter dari wilayah sekitar, seperti Bekasi, Depok, Tangerang, dan Bogor, masuk ke Jakarta pada pagi hari dan kembali ke daerah asal pada sore hingga malam hari. Gelombang pergerakan massif inilah yang dinilai menjadi pemicu utama kepadatan lalu lintas di berbagai ruas jalan.

Hal tersebut disampaikan Pramono saat menghadiri acara Malam Puncak HUT ke-499 Jakarta di Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Sabtu malam (27/6/2026). Awalnya, ia menanggapi keluhan seorang warga asal Maluku yang kini menetap di Bekasi. Warga itu mengeluhkan buruknya kondisi transportasi yang harus ia tempuh setiap hari untuk bekerja di Jakarta. Mendengar keluhan itu, Pramono langsung merespons dengan data pergerakan komuter yang selama ini menjadi perhatian serius pemerintah provinsi.

“Setiap hari, ada sekitar empat juta orang yang bergerak dari daerah penyangga menuju Jakarta pada pagi hari dan kembali sore harinya. Ini bukan sekadar angka, melainkan realitas yang menambah beban infrastruktur jalan kita. Kemacetan yang kita alami saat ini bukan hanya soal warga Jakarta, tapi juga pergerakan jutaan warga dari luar yang bekerja di sini,” ujar Pramono menjelaskan.

Pramono menambahkan, fenomena komuter ini telah berlangsung bertahun-tahun dan menjadi tantangan besar dalam pengelolaan transportasi Jakarta. Menurutnya, solusi tidak bisa hanya bertumpu pada pelebaran jalan atau pembangunan fisik semata, melainkan harus diintegrasikan dengan kebijakan transportasi publik yang andal dan manajemen kawasan penyangga yang lebih terkoordinasi. Ia menekankan perlunya kerja sama antara Pemerintah Provinsi DKI dengan pemerintah daerah di sekitarnya untuk membenahi sistem transportasi lintas wilayah.

Dialog tersebut menjadi salah satu momen penting dalam perayaan ulang tahun Jakarta yang ke-499. Selain mengangkat isu kemacetan, acara di Bundaran HI itu juga menjadi ajang bagi warga untuk menyampaikan aspirasi langsung kepada gubernur. Pramono berjanji akan terus mendorong integrasi moda transportasi massal dan memperkuat konektivitas agar pergerakan komuter dapat terkelola dengan lebih efisien. Ia optimistis, dengan komitmen bersama, kemacetan legendaris Jakarta dapat dikurangi secara bertahap.

Pernyataan Gubernur ini sekaligus mengingatkan bahwa perencanaan tata ruang dan transportasi di Jakarta harus mempertimbangkan karakteristik kawasan metropolitan yang saling terhubung erat. Tanpa koordinasi yang kuat dengan daerah penyangga, penanganan kemacetan akan terus menemui jalan buntu. Laporan lengkap terkait dialog warga dalam Malam Puncak HUT ke-499 Jakarta ini kami sampaikan oleh tim liputan Beritainti.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Fact Checker. Memverifikasi berita ringkas agar tetap akurat.

Comments (0)

User