Kemenag Gelar Nikah Massal untuk 30 Pasangan

Kementerian Agama (Kemenag) menggelar acara bertajuk Nikah Fest 2026 di Jakarta. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni pernikahan massal bagi puluhan pasangan, melainkan juga menjadi wadah pemberdayaan

Jul 08, 2026 - 18:45
0 0
Kemenag Gelar Nikah Massal untuk 30 Pasangan

Kementerian Agama (Kemenag) menggelar acara bertajuk Nikah Fest 2026 di Jakarta. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni pernikahan massal bagi puluhan pasangan, melainkan juga menjadi wadah pemberdayaan ekonomi keluarga. Sebanyak 30 pasangan dari berbagai wilayah resmi dipersatukan dalam ikatan pernikahan yang tercatat secara negara.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag menjelaskan, program ini digagas untuk menjawab dua persoalan sekaligus: masih banyaknya pernikahan yang belum tercatat secara resmi, serta perlunya penguatan ekonomi keluarga sejak awal membangun rumah tangga. Setiap pasangan yang dinikahkan tidak hanya menerima buku nikah, tetapi juga memperoleh bantuan modal usaha sebagai stimulus awal kemandirian finansial.

"Kita tidak ingin akad nikah menjadi seremoni satu hari tanpa pondasi yang kuat. Lewat Nikah Fest, negara hadir memberikan legalitas sekaligus bekal ekonomi," ujarnya dalam sambutan pembukaan acara yang berlangsung meriah di salah satu pusat kegiatan ibukota.

Dari Legalitas Hingga Layanan Terpadu

Prosesi pernikahan massal ini dilaksanakan sesuai syariat dan aturan perundang-undangan. Seluruh pasangan sebelumnya telah mengikuti bimbingan pranikah yang mencakup aspek keagamaan, kesehatan reproduksi, psikologi keluarga, serta manajemen keuangan rumah tangga. Penghulu dari Kantor Urusan Agama (KUA) setempat memandu langsung ijab kabul, memastikan sahnya pernikahan secara agama dan catatan sipil.

Tidak hanya legalitas, Nikah Fest 2026 juga menghadirkan layanan terpadu berupa konsultasi keluarga, pemeriksaan kesehatan gratis dari Kementerian Kesehatan, dan stand edukasi dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Hal ini menunjukkan wajah baru Kemenag dalam mengemas pernikahan sebagai proses yang holistik dan memberdayakan.

"Ini bukan sekadar akad, tapi awal dari perjalanan hidup yang tertopang oleh negara. Kami berharap para pasangan tumbuh menjadi keluarga sakinah yang kuat secara spiritual dan ekonomi," ungkap Menteri Agama saat menyerahkan simbolis modal usaha kepada tiga perwakilan pasangan.

Bantuan modal usaha yang diberikan bersifat non-tunai, berupa peralatan kerja atau stok barang sesuai potensi masing-masing pasangan. Beberapa di antaranya menerima peralatan katering, perlengkapan menjahit, hingga modal untuk membuka kios sembako. Pendekatan ini disambut antusias, karena langsung menyentuh kebutuhan riil rumah tangga baru.

Sejumlah pasangan mengaku lega bisa menikah tanpa beban biaya yang besar. Pasalnya, seluruh rangkaian mulai dari administrasi, pakaian pengantin, hingga resepsi sederhana ditanggung oleh panitia yang juga melibatkan dana zakat produktif dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Nikah Fest 2026 menjadi bukti bahwa kolaborasi antarinstansi dapat memperkuat institusi keluarga dari hulu. Ke depan, Kemenag merencanakan program serupa di sejumlah provinsi lain dengan melibatkan pemerintah daerah dan sektor swasta, agar semakin banyak pasangan yang merasakan hadirnya negara dalam momen paling sakral dalam hidup mereka. Informasi selengkapnya mengenai program ini dapat diakses melalui kanal resmi Kemenag dan berbagai laporan khusus dari Beritainti.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Nasional. Reporter ringkasan peristiwa penting.

Comments (0)

User