Wanita Tunagrahita di Jombang Tewas di Tangan Kakak, Motif di Baliknya Dipicu Hal Sepele

Beritainti.com, Jombang – Teka-teki pembunuhan Choiriyah (47), perempuan penyandang tunagrahita yang meregang nyawa di tangan kakak kandungnya sendiri, akhirnya terkuak. Penyidik Satreskrim Polre

Jul 07, 2026 - 23:15
0 1
Wanita Tunagrahita di Jombang Tewas di Tangan Kakak, Motif di Baliknya Dipicu Hal Sepele

Beritainti.com, Jombang – Teka-teki pembunuhan Choiriyah (47), perempuan penyandang tunagrahita yang meregang nyawa di tangan kakak kandungnya sendiri, akhirnya terkuak. Penyidik Satreskrim Polres Jombang membeberkan bahwa aksi keji Suparni (61) tersebut dipicu persoalan yang sangat remeh: bumbu pecel yang dihabiskan korban. Motif ini menjadi salah satu sorotan paling kontras dalam pengungkapan kasus yang mengguncang Dusun Jogoroto, Desa/Kecamatan Jogoroto, itu.

Pertengkaran di Dapur yang Berujung Maut

Berdasarkan rekonstruksi dan keterangan pelaku, tragedi bermula saat Suparni mendapati bumbu pecel miliknya habis. Ia langsung menduga adiknya yang menyandang disabilitas intelektual itu sebagai pelakunya. Pertengkaran mulut pun tak terhindarkan di dapur kos sederhana yang mereka tinggali bersama. Dalam laporan yang dihimpun media kami, Suparni yang emosi mulai melakukan pemukulan terhadap Choiriyah. Bukannya mereda, amarahnya justru semakin menjadi selama berjam-jam.

Kekerasan fisik itu berlangsung dalam rentang waktu yang cukup panjang, hingga korban mengalami luka serius di sekujur tubuh. Meski dalam kondisi lemah dan kesakitan, Choiriyah tidak mendapat pertolongan dari sang kakak. Suparni terus meluapkan kekesalannya tanpa mempedulikan kondisi adiknya yang kian memburuk.

Rekayasa Alibi: Korban Dikondisikan Terjatuh di Kamar Mandi

Setelah menyadari Choiriyah tak bernyawa, Suparni tidak menyerahkan diri. Ia justru berusaha menutupi perbuatannya dengan membuat alibi yang terkesan natural. Pelaku memindahkan jenazah korban ke area kamar mandi dan mengatur posisinya sedemikian rupa agar seolah-olah adiknya terpeleset atau jatuh. Skenario itu ia lakukan untuk mengelabui warga sekitar dan pihak berwenang.

“Pelaku mengaku sempat membersihkan bekas darah di kamarnya. Ia lalu meletakkan tubuh korban di kamar mandi dengan posisi tertentu untuk menguatkan dugaan kecelakaan,” ungkap seorang penyidik yang menangani langsung kasus ini, seperti dikutip media kami, Jumat (11/4/2025).

Namun, kecurigaan muncul saat tetangga melihat kondisi korban yang tidak wajar. Tim Inafis yang melakukan olah tempat kejadian perkara pun menemukan banyak kejanggalan. Luka lebam dan bekas kekerasan di sekujur tubuh korban tidak sesuai dengan dugaan jatuh biasa. Tekanan dari hasil autopsi sementara membuat Suparni tak berkutik dan akhirnya mengakui seluruh perbuatannya.

Kini, Suparni telah diamankan di Mapolres Jombang. Ia terancam dijerat dengan Pasal 44 ayat (3) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Kekerasan dalam Rumah Tangga dan/atau Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan. Polisi masih mendalami apakah kondisi kejiwaan pelaku turut memengaruhi, mengingat hubungan darah dan detail kejadian yang terbilang sangat brutal hanya dipicu emosi sesaat akibat bumbu dapur.

Kasus ini menyisakan keprihatinan mendalam, tidak hanya bagi masyarakat Jogoroto, tetapi juga bagi para pegiat perlindungan disabilitas yang menuntut adanya pendampingan lebih bagi warga dengan kebutuhan khusus. Sebab, Choiriyah yang memiliki keterbatasan intelektual justru menjadi korban dari orang terdekatnya sendiri, dalam lingkungan yang seharusnya memberikan rasa aman.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Reporter Teknologi. Reporter teknologi format ringkasan mudah baca.

Comments (0)

User