Waka Komisi III DPR Apresiasi Polri, Dorong Pengusutan Tuntas Jaringan Judol Hayam Wuruk Internasional

Upaya pemberantasan perjudian daring di Indonesia kembali menunjukkan hasil signifikan setelah Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri berhasil membongkar markas besar operasional judi online di kaw

Jul 07, 2026 - 23:39
0 0
Waka Komisi III DPR Apresiasi Polri, Dorong Pengusutan Tuntas Jaringan Judol Hayam Wuruk Internasional

Upaya pemberantasan perjudian daring di Indonesia kembali menunjukkan hasil signifikan setelah Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri berhasil membongkar markas besar operasional judi online di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Dalam penggerebekan yang berlangsung dramatis ini, tim penyidik turut mengamankan dan menetapkan 287 orang warga negara asing sebagai tersangka. Keberhasilan ini sontak menuai apresiasi tinggi dari para pemangku kebijakan, termasuk dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, yang secara khusus memberikan pujian atas ketegasan dan dedikasi aparat penegak hukum.

Keberadaan sindikat internasional di pusat kota Jakarta ini menjadi bukti bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pasar empuk bagi para bandar, melainkan juga telah dijadikan basis kendali untuk mengelola operasi ilegal berkedok hiburan tersebut. Menanggapi capaian tersebut, politisi Partai NasDem itu menegaskan bahwa langkah Polri sudah berada di jalur yang tepat. Pengungkapan kasus ini dinilai sebagai salah satu terobosan penting di tengah darurat judi online yang kian meresahkan masyarakat akar rumput.

Apresiasi untuk Kinerja Bareskrim dan Arah Pemberantasan ke Depan

Ahmad Sahroni dalam keterangannya kepada media kami, Sabtu (27/6/2026), menyatakan bahwa penangkapan masif ini merupakan bukti keseriusan Polri yang secara konsisten terus menekan angka transaksi judol di Tanah Air. Ia mengaku telah sejak lama mendorong Korps Bhayangkara untuk tidak pandang bulu dalam menindak para pelaku, terutama jaringan berskala internasional yang melibatkan warga negara asing di Indonesia.

"Dua bulan lalu saya sudah bicara untuk serius menangkap judol dan akhirnya tertangkap lagi. Luar biasa tim Bareskrim dan jajaran yang telah serius untuk mengurangi transaksi judol yang bisa merusak generasi ke depan," ungkap Sahroni penuh semangat.

Lebih lanjut, Sahroni mengingatkan bahwa pengungkapan ini tidak boleh berhenti pada penangkapan para operator di lapangan saja. Ia mendesak Polri untuk segera memburu dan menelusuri para aktor intelektual serta pemilik modal besar yang menaungi sindikat tersebut. Menurutnya, penegakan hukum yang hanya menyentuh permukaan tidak akan efektif mematikan bisnis haram yang telah meraup keuntungan triliunan rupiah dari para korban di Indonesia.

Sebagai informasi, pengungkapan sindikat Hayam Wuruk ini turut membuka tabir besarnya aliran dana gelap bisnis perjudian. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) sebelumnya telah mengungkap bahwa perputaran uang dari sindikat tersebut menembus angka fantastis, yakni sekitar Rp 489 miliar. Angka ini dipercaya hanyalah puncak gunung es dari total akumulasi kekayaan yang disembunyikan di berbagai rekening penampungan dan aset ilegal lainnya.

Dengan dukungan penuh dari legislatif, publik kini menantikan sejauh mana Polri mampu mengurai benang merah jaringan ini hingga ke akar-akarnya, sekaligus memastikan para pelaku utama mendapatkan hukuman setimpal demi memberikan efek jera bagi sindikat judi daring internasional lainnya yang masih beroperasi di Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Editor Politik. Editor ringkasan kebijakan dan pemilu.

Comments (0)

User