Vietnam Pertahankan Gelar Piala AFF 2026, Agregat 4-2 di My Dinh

Skor akhir 4-2 secara agregat: Timnas Vietnam resmi mempertahankan gelar juara Piala AFF 2026 setelah menundukkan lawannya dengan kemenangan 3-1 pada leg kedua final di Stadion My Dinh, Rabu (26/8). T...

Aug 28, 2026 - 22:23
0 0
Vietnam Pertahankan Gelar Piala AFF 2026, Agregat 4-2 di My Dinh

Skor akhir 4-2 secara agregat: Timnas Vietnam resmi mempertahankan gelar juara Piala AFF 2026 setelah menundukkan lawannya dengan kemenangan 3-1 pada leg kedua final di Stadion My Dinh, Rabu (26/8). Trofi kembali diangkat ke langit Hanoi di tengah gemuruh puluhan ribu pendukung tuan rumah, sekaligus menegaskan dominasi The Golden Star di pentas sepak bola Asia Tenggara selama dua edisi beruntun.

Dengan hasil imbang 1-1 di leg pertama, laga penentuan ini berjalan persis seperti yang dijanjikan: sengit, taktis, dan penuh drama. Sejak peluit pertama, tuan rumah tampil dengan formasi 4-3-3 yang agresif, sementara tim tamu memilih 3-4-3 dengan fokus pada transisi cepat dan serangan balik.

Babak Pertama: Gol Cepat dan Balasan Kilat

Menit ke-12, publik My Dinh langsung bergemuruh. Umpan terobosan dari lini tengah memecah barisan pertahanan tamu, dan penyerang sayap kanan Vietnam melepaskan tembakan first-time ke pojok bawah gawang. Gol pembuka itu tercipta dari assist gelandang serang nomor punggung 8, yang melepaskan umpan terukur melewati dua pemain bertahan lawan.

Keunggulan 1-0 (agregat 2-1) membuat Vietnam nyaman menguasai aliran bola. Penguasaan bola pada 25 menit pertama tercatat 61 persen berbanding 39 persen. Namun, tim tamu bukan lawan yang mudah menyerah. Menit ke-38, melalui serangan balik yang hanya melibatkan tiga sentuhan, striker tamu berhasil lolos dari jebakan offside dan menuntaskan peluang satu lawan satu dengan kiper. Skor menjadi 1-1, agregat 2-2, dan pertandingan kembali terbuka.

Hingga turun minum, shots on target menunjukkan angka 3-1 untuk keunggulan Vietnam, tetapi gol balasan di penghujung babak sempat menurunkan tensi tuan rumah. Kartu kuning pertama keluar pada menit ke-45+2 untuk gelandang bertahan Vietnam akibat pelanggaran keras di tengah lapangan.

Babak Kedua: VAR, Tekanan, dan Gol Penutup

Memasuki babak kedua, pelatih Vietnam melakukan penyesuaian dengan menaikkan posisi bek sayap kiri. Hasilnya langsung terasa. Menit ke-58, tim tamu sempat mencetak gol dan membuat suporter tuan rumah terdiam, namun wasit meminta pemeriksaan VAR. Setelah meninjau tayangan ulang selama hampir dua menit, gol dianulir karena offside dalam fase awal serangan. Keputusan itu memicu protes keras, dan dua pemain tamu diganjar kartu kuning.

Keputusan VAR itu menjadi titik balik. Menit ke-67, Vietnam kembali unggul lewat skema sepak pojok. Sundulan keras bek tengah nomor punggung 4 menghujam gawang lawan, membuat skor menjadi 2-1 dan agregat 3-2. Tuan rumah kian percaya diri; total tembakan hingga menit ke-80 sudah menembus angka 14 berbanding 8.

Gol penutup datang di menit ke-89. Serangan cepat tiga pemain membongkar pertahanan tamu yang mulai kehilangan organisasi. Umpan silang dari sisi kanan disambut tendangan voli striker nomor punggung 9, mengunci kemenangan 3-1 pada leg kedua dan skor akhir agregat 4-2. Stadion My Dinh meledak; Vietnam memastikan trofi kelima mereka dalam sejarah keikutsertaan di turnamen ini.

Analisis Taktik: Penguasaan Bola dan Ketenangan di Lini Belakang

Kunci kemenangan Vietnam terletak pada ritme penguasaan bola yang konsisten. Sepanjang 90 menit, penguasaan bola tuan rumah tercatat 58 persen dengan akurasi umpan 89 persen, jauh di atas lawan yang hanya mencatat 74 persen akurasi. Kapten tim menjadi jenderal lapangan tengah, mencatat 102 sentuhan bola dan 91 umpan sukses, angka tertinggi dalam pertandingan ini.

Dari sisi pertahanan, clean sheet memang gagal dipertahankan setelah kebobolan satu gol, tetapi penyelesaian akhir tamu yang hanya menghasilkan shots on target 3 dari 9 percobaan menunjukkan disiplin lini belakang yang solid. Sementara itu, starting XI Vietnam bermain tanpa pergantian hingga menit ke-75, sebuah bukti kesiapan fisik yang prima di tengah jadwal padat.

"Kami tahu lawan akan mencoba menekan, tetapi anak-anak tampil luar biasa. Keputusan VAR berjalan adil, dan kami pantas menang karena menciptakan lebih banyak peluang," ujar pelatih kepala Vietnam dalam konferensi pers usai laga. "Trofi ini untuk seluruh rakyat Vietnam."

Rekap Statistik dan Arti Kemenangan Ini

Secara keseluruhan, total tembakan Vietnam 16 berbanding 9, shots on target 7 berbanding 3, tendangan sudut 8-3, dan pelanggaran 12-15. Kartu kuning keluar dua kali untuk tuan rumah dan tiga kali untuk tamu, tanpa kartu merah sepanjang pertandingan. Data tersebut menegaskan bahwa kemenangan agregat 4-2 bukan sekadar keberuntungan, melainkan buah dari superioritas penguasaan bola dan penyelesaian akhir yang lebih klinis.

Dengan trofi ini, Vietnam menutup perjalanan turnamen tanpa kekalahan dan menambah koleksi gelar Piala AFF mereka. Perayaan di atas podium berlangsung meriah; para pemain mengangkat trofi di tengah hujan konfeti, sementara pelatih melepas senyum lega setelah melewati laga final yang penuh drama dari menit pertama hingga menit terakhir.

Gelar ini sekaligus menjadi pesan bagi rival-rivalnya di Asia Tenggara: mempertahankan mahkota di kandang sendiri adalah pernyataan kekuatan yang sulit dibantah. Kini, publik menanti langkah berikutnya dari skuad emas ini menuju ajang yang lebih tinggi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User