Kim Sang Sik Akhirnya Terima Julukan Raja Sepak Bola Vietnam

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menyematkan gelar 'Raja Sepak Bola Vietnam' kepada pelatih timnas Vietnam Kim Sang Sik di sela kunjungan kenegaraannya ke Hanoi. Sosok yang sebelumnya kerap mengel...

Aug 28, 2026 - 22:21
0 0
Kim Sang Sik Akhirnya Terima Julukan Raja Sepak Bola Vietnam

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menyematkan gelar 'Raja Sepak Bola Vietnam' kepada pelatih timnas Vietnam Kim Sang Sik di sela kunjungan kenegaraannya ke Hanoi. Sosok yang sebelumnya kerap mengelak dari label pribadi itu akhirnya menyatakan menerima julukan tersebut. "Saya menerimanya atas nama seluruh pemain dan suporter yang berjuang bersama," tuturnya dalam pernyataan yang beredar di media setempat. Julukan itu bukan sekadar pemanis diplomatik, melainkan buah dari rentetan prestasi yang ditorehkannya sejak duduk di kursi pelatih pada Mei 2024.

Kim Sang Sik datang di tengah situasi sulit. Vietnam baru saja tersingkir dini dari Piala Asia 2023 dan gagal melaju jauh di babak kualifikasi Piala Dunia 2026. Dalam kurun kurang dari delapan bulan, ia membalikkan skeptisisme menjadi euforia nasional lewat gelar Piala ASEAN 2024.

Piala ASEAN 2024: Mahkota yang Diraih dengan Data

Final edisi 2024 mempertemukan Vietnam dengan Thailand, dua raksasa Asia Tenggara. Skor akhir agregat 5-3 menjadi bukti kekuatan tim besutannya. Pada leg pertama di Viet Tri, Xuân Son menggila dengan dua gol yang membawa tuan rumah menang 2-1. Leg kedua di Bangkok menjadi pertarungan sengit: Thailand sempat menekan sejak menit awal, namun tim tamu keluar sebagai pemenang 3-2. Sepanjang dua laga final, lini serang Vietnam tampil klinis, sementara pertahanan mampu memaksimalkan setiap penguasaan bola untuk melancarkan serangan balik.

Catatan turnamen Vietnam sungguh mengesankan. 21 gol tercipta sepanjang perjalanan menuju gelar, dengan Xuân Son memimpin daftar top skor lewat 7 gol sekaligus memecahkan rekor edisi sebelumnya. Tim hanya sekali meraih hasil imbang dan mencatatkan clean sheet di beberapa laga krusial, termasuk kemenangan 1-0 atas Indonesia di fase grup. Menariknya, gol-gol itu tak hanya lahir dari skema bola mati; mayoritas tercipta dari serangan cepat yang dimulai sejak lini belakang.

Gaya Main: Bek Keras yang Beralih Jadi Pelatih Adaptif

Sebagai bek yang pernah membela Korea Selatan di semifinal Piala Dunia 2002, Kim Sang Sik paham betul pentingnya disiplin bertahan. Namun sebagai pelatih, ia justru memberi kebebasan ekspresi pada lini depan. Formasinya fleksibel, kerap berganti antara 3-4-3 dan 4-3-3 tergantung lawan. Saat menghadapi tim yang dominan menguasai bola, ia menurunkan tiga bek dan dua wing-back untuk menutup ruang; ketika bertemu tim yang lebih lemah, ia menambah striker dan menekan tinggi sejak menit awal.

Data penguasaan bola sepanjang turnamen menunjukkan timnya rata-rata unggul tipis di atas 50 persen, namun yang lebih penting adalah efisiensinya. Jumlah shots on target Vietnam hampir selalu lebih tinggi dari lawan, bahkan ketika penguasaan bola mereka lebih rendah. Pendekatan ini membuat Xuân Son dan para gelandang serang seperti Quang Hải kerap mendapat ruang tembak bersih di area kotak penalti.

Julukan Raja: Penghargaan, Beban, dan Panggung Berikutnya

Gelar dari kepala negara asing tentu langka bagi seorang pelatih. Ini pertama kalinya pelatih timnas Vietnam menerima penghormatan setinggi itu dari pemimpin negara lain. Bagi Kim Sang Sik, julukan tersebut sekaligus menjadi pengakuan bahwa pekerjaannya dihargai tidak hanya oleh publik Vietnam, tetapi juga oleh negeri asalnya. Namun ia sadar, gelar 'Raja' berarti standar kemenangan yang lebih tinggi di setiap laga berikutnya.

Tantangan ke depan tak ringan: kualifikasi Piala Asia 2027 dan regenerasi skuad menjadi pekerjaan rumah utama. Xuân Son, meski tampil luar biasa, bukan jaminan permanen di lini depan. Kim Sang Sik sudah mulai memoles nama-nama muda di berbagai kelompok umur agar lini serang tetap tajam saat sang bintang absen. "Sepak bola tidak berhenti pada satu gelar," katanya. "Mahkota harus dipertahankan dengan kerja keras, bukan dikenang."

Dengan menerima julukan itu, Kim Sang Sik menutup babak penolakan dan membuka babak baru tanggung jawab. Publik Vietnam kini menanti: apakah sang Raja mampu mempertahankan takhtanya di pentas Asia berikutnya? Satu hal pasti, standar yang ia tetapkan di Piala ASEAN 2024 menjadi acuan baru bagi seluruh sepak bola Vietnam.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User