Sulsel Lampaui Target Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih Jelang Launching Akhir Juli

MAKASSAR — Target pembentukan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Sulawesi Selatan terlampaui. Dari patokan awal 259 unit yang harus disiapkan untuk gelo

Jul 08, 2026 - 03:16
0 1

MAKASSAR — Target pembentukan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Sulawesi Selatan terlampaui. Dari patokan awal 259 unit yang harus disiapkan untuk gelombang peluncuran nasional, realisasi di lapangan telah mencapai 308 koperasi yang memenuhi seluruh persyaratan infrastruktur dasar. Capaian ini menjadi sinyal positif bagi kesiapan program yang dijadwalkan launching serentak pada akhir Juli 2026.

Panglima Kodam (Pangdam) XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, mengonfirmasi surplus 49 unit dari target awal tersebut. Dari perspektif ekonomi, percepatan ini mencerminkan kapasitas penyerapan program di tingkat daerah yang lebih tinggi dari ekspektasi perencana pusat.

"Sesungguhnya kita sudah melebihi target. Namun ini hanya menyangkut koperasi yang bangunannya siap, akses jalan masuk siap, listrik, jaringan internet, dan air juga siap. Tinggal menunggu pengiriman peralatan dari Agrinas,"

Infrastruktur Siap, Distribusi Peralatan Jadi Penentu

Meski secara fisik 308 unit telah memenuhi syarat, operasionalisasi penuh masih menunggu satu variabel kunci: rantai pasok peralatan. Sejumlah fasilitas pendukung seperti pendingin ruangan dan perlengkapan operasional lainnya masih dalam jalur distribusi Agrinas. Ini menunjukkan bahwa bottleneck program bukan lagi pada kesiapan lahan atau bangunan, melainkan pada kecepatan logistik nasional.

Yang patut dicatat, kesiapan ini mencakup wilayah kepulauan yang secara historis menghadapi tantangan konektivitas lebih tinggi. Tersedianya akses internet dan listrik di titik-titik tersebut mengindikasikan adanya investasi infrastruktur pendahulu yang memadai.

Untuk tahap lanjutan, Sulawesi Selatan bersama Sulawesi Tenggara mendapat alokasi pembentukan 1.879 koperasi dari total target nasional 36.000 unit. Pangdam menyatakan keyakinannya bahwa kuota tersebut dapat terpenuhi seiring berjalannya progres di lapangan.

Pelatihan Manajer Dikawal, Isu Militer Terbantahkan

Dari sisi kesiapan sumber daya manusia, pelatihan bagi calon manajer koperasi tengah berlangsung di dua lokasi: Rindam XIV/Hasanuddin Pakatto dan Kodiklat TNI AD. Total peserta mencapai 769 orang—terdiri dari 569 di Rindam dan sekitar 200 di Kodiklat. Pelatihan ini dijadwalkan rampung pada 15 Juli 2026, memberi jeda sekitar dua pekan sebelum peluncuran nasional.

Menanggapi viralnya anggapan bahwa pelatihan bernuansa semi-militer, Pangdam menegaskan bahwa materi lebih berfokus pada pembinaan bela negara dan peningkatan kapasitas manajerial, bukan latihan tempur. Klarifikasi ini penting untuk menjaga persepsi publik terhadap tata kelola koperasi yang profesional dan sipil.

"Mereka justru senang dan sangat antusias mengikuti pelatihan,"

Dengan surplus capaian dan pelatihan yang mendekati akhir, Sulawesi Selatan berada pada posisi yang relatif aman untuk menghadapi tenggat peluncuran. Namun efektivitas jangka panjang program ini akan sangat bergantung pada seberapa cepat peralatan operasional terdistribusi dan sejauh mana para manajer mampu menerjemahkan pelatihan ke dalam tata kelola koperasi yang berkelanjutan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User