Simulasi Rekayasa Lalu Lintas Bandara Husein, Antisipasi Lonjakan hingga 21 Penerbangan

BANDUNG, Beritainti.com — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung bersiap menggelar uji coba rekayasa lalu lintas di kawasan Bandara Husein Sastranegara. L

Jul 08, 2026 - 01:35
0 1

BANDUNG, Beritainti.com — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung bersiap menggelar uji coba rekayasa lalu lintas di kawasan Bandara Husein Sastranegara. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi peningkatan aktivitas penerbangan sekaligus memastikan akses keluar-masuk bandara tetap lancar ketika jumlah penerbangan bertambah secara signifikan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi, mengungkapkan kepada awak media bahwa simulasi ini merupakan hasil koordinasi lintas instansi yang melibatkan kepolisian, pengelola Bandara Husein Sastranegara, Lanud Husein Sastranegara, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), dan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat. Kolaborasi multipihak ini diharapkan dapat menghasilkan solusi komprehensif untuk mengurai potensi kemacetan di sekitar bandara.

"Kalau di atas kertas memang mudah. Tapi saat diuji di lapangan akan terlihat titik penyempitan, antrean kendaraan, atau bottleneck yang harus dibenahi," ujar Rasdian, Selasa (7/7/2026).

Salah satu skenario utama yang akan diuji dalam simulasi ini adalah pembukaan dua jalur akses dari pintu utama di Jalan Pajajaran. Sebelumnya, akses masuk bandara hanya mengandalkan satu jalur, yang kerap memicu kepadatan terutama pada jam-jam sibuk penerbangan. Dengan penambahan jalur ini, diharapkan arus kendaraan masuk dapat terdistribusi lebih merata dan mengurangi waktu tunggu pengguna jasa bandara.

Tidak hanya akses masuk, Dishub Kota Bandung juga akan menguji pola sirkulasi di area self drop off. Titik-titik rawan seperti putar balik (U-turn) menjadi perhatian khusus, mengingat area ini sering menjadi pemicu kemacetan mikro yang dapat merembet ke jalan utama. Evaluasi juga akan dilakukan terhadap akses keluar melalui Pintu 4 yang terhubung langsung ke Jalan Abdul Rahman Saleh—salah satu titik yang dinilai krusial dalam mengalihkan beban lalu lintas dari Jalan Pajajaran.

Rasdian menekankan pentingnya simulasi lapangan karena kondisi riil seringkali tidak tergambar secara akurat dalam perencanaan di atas kertas. "Simulasi ini akan mengungkap titik-titik penyempitan, pola antrean kendaraan, dan bottleneck yang harus segera dibenahi sebelum peningkatan frekuensi penerbangan benar-benar terjadi," jelasnya.

Selain rekayasa lalu lintas, aspek perlengkapan jalan juga menjadi fokus evaluasi. Dishub akan mengkaji kebutuhan rambu penunjuk arah, rambu lalu lintas, hingga marka jalan di seluruh kawasan bandara. Jika dari hasil uji coba ditemukan kekurangan, pemasangan marka akan langsung dilakukan agar kawasan bandara lebih tertata dan siap menyambut lonjakan aktivitas penerbangan yang diprediksi mencapai 21 penerbangan per hari dari berbagai maskapai.

Terkait area parkir, lahan yang tersedia saat ini masih berada di bawah pengelolaan Lanud Husein Sastranegara. Meskipun tidak menambah kapasitas parkir secara langsung, Dishub akan berperan membantu mengatur sirkulasi kendaraan di dalam kawasan parkir tersebut. Tujuannya agar arus masuk dan keluar kendaraan berjalan lebih lancar serta tidak menimbulkan penumpukan yang bisa berdampak pada kemacetan di jalan sekitar.

Untuk transportasi umum, Rasdian mengonfirmasi bahwa angkutan kota (angkot) diperkirakan tidak akan masuk hingga ke dalam kawasan bandara. Namun, Pemerintah Kota Bandung justru mengusulkan agar salah satu trayek angkot dapat melintasi kawasan bandara sebagai bagian dari integrasi layanan transportasi dengan rencana pengembangan Bus Rapid Transit (BRT). Ini merupakan langkah visioner untuk menghubungkan bandara dengan jaringan transportasi massal perkotaan.

"Pengaturan shuttle, taksi daring, dan ojek online tetap menjadi kewenangan pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi," kata Rasdian, menegaskan pembagian kewenangan dalam pengelolaan moda transportasi di kawasan bandara.

Hasil uji coba ini nantinya akan menjadi dasar penyempurnaan rekayasa lalu lintas sebelum operasional penerbangan benar-benar meningkat. Dengan potensi melayani hingga 21 penerbangan dari sejumlah maskapai, kesiapan akses jalan dan sistem lalu lintas dinilai menjadi faktor kritis untuk menjaga kelancaran mobilitas penumpang. Dishub Kota Bandung berkomitmen untuk memastikan infrastruktur transportasi darat di sekitar Bandara Husein Sastranegara mampu mengimbangi pertumbuhan lalu lintas udara yang semakin dinamis.

Laporan: Kontributor Beritainti.com

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User