Laporan Redaksi Beritainti.com – Rencana pembangunan Koperasi Merah Putih (KMP) di Desa Gunungmasigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), menuai perhatian publik. Camat Cipatat, Herman Permadi, akhirnya memberikan klarifikasi untuk meredam berbagai spekulasi yang beredar di masyarakat. Ia menegaskan, proses pembangunan tidak akan membuka lahan baru, melainkan hanya memanfaatkan sebagian area parkir yang sudah ada di kawasan wisata Stone Garden, yang notabene berstatus sebagai aset desa.
Lokasi Strategis di Atas Tanah Kas Desa Dalam keterangannya kepada kontributor Beritainti.com, Selasa (7/7/2026), Herman Permadi menjelaskan secara rinci a
Lokasi Strategis di Atas Tanah Kas Desa
Dalam keterangannya kepada kontributor Beritainti.com, Selasa (7/7/2026), Herman Permadi menjelaskan secara rinci alasan pemilihan lokasi tersebut. Menurutnya, salah satu persyaratan mutlak dari program Koperasi Merah Putih adalah bangunan harus berdiri di atas tanah kas desa. Hal ini membuat pemerintah desa dan kecamatan harus memutar otak untuk memenuhi ketentuan, baik dari sisi legalitas kepemilikan lahan maupun kondisi fisik tanah yang memenuhi standar.
“Tidak ada pembukaan lahan baru. Hanya menggunakan sebagian lahan parkir Stone Garden yang memang merupakan aset desa,” tegas Herman.
Stone Garden sendiri merupakan objek wisata alam yang sudah lama dikenal dan menjadi ikon Kecamatan Cipatat, dengan hamparan bebatuan purba yang unik. Lahan parkir yang selama ini difungsikan untuk menunjang aktivitas wisata, kini sebagian kecilnya akan dialihfungsikan menjadi pusat kegiatan ekonomi kerakyatan. Herman menambahkan, penggunaan lahan ini tidak akan mengubah jalur atau mengganggu operasional wisata, mengingat lahan parkir tersebut memiliki area yang cukup luas dan tetap menyisakan ruang yang memadai bagi kendaraan pengunjung.
Tantangan Mencari Lahan Alternatif
Lebih lanjut, Camat mengungkapkan bahwa pihaknya telah berupaya mencari beberapa titik alternatif lain di wilayah Desa Gunungmasigit. Namun, sejumlah kendala membuat opsi-opsi tersebut gugur. Desa ini hanya memiliki sedikit lahan kas desa yang tersedia, dan mayoritas berada di lokasi dengan kontur tanah yang miring dan tidak memungkinkan untuk dibangun koperasi sesuai standar. Setelah melalui proses peninjauan dan survei yang ketat oleh tim Agrinas, lokasi di dekat Stone Garden dinilai paling layak karena memiliki permukaan yang relatif datar dan status legal yang jelas.
“Aturannya harus dibangun di tanah kas desa. Kami sebenarnya mencari alternatif lain, tetapi tidak memenuhi syarat karena lahannya miring. Akhirnya dipilih lokasi yang ada di dekat Stone Garden,” ungkapnya.
Herman menambahkan, kehadiran Koperasi Merah Putih ini justru diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi warga Desa Gunungmasigit dan sekitarnya. Alih-alih mengurangi fungsi wisata, koperasi nantinya bisa menjadi salah satu tempat pemasaran produk-produk unggulan desa, kerajinan lokal, hingga menjadi pusat layanan keuangan mikro yang akan memberdayakan pelaku UMKM. Sinergi antara koperasi dan objek wisata Stone Garden, menurutnya, adalah langkah strategis yang dapat meningkatkan kunjungan sekaligus memperkuat ekonomi warga.
Peran Agrinas dan Pemerintah Daerah
Terkait proses konstruksi, Herman menegaskan bahwa seluruh tahapan pembangunan sepenuhnya menjadi kewenangan dan tanggung jawab pemerintah pusat melalui Agrinas selaku pelaksana program. Pemerintah daerah, dalam hal ini kecamatan dan desa, hanya berperan sebagai fasilitator yang menyiapkan lahan dan membantu kelancaran proses administrasi. Setelah lahan yang diusulkan dinilai memenuhi syarat, tim dari Agrinas akan bergerak melakukan perencanaan, desain, dan eksekusi pembangunan secara menyeluruh.
“Seluruh proses konstruksi menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui Agrinas, sedangkan pemerintah daerah hanya membantu proses administrasi dan penyediaan lahan. Yang membangun adalah Agrinas sebagai pelaksana program pusat. Kami hanya menyiapkan lahannya,” tutup Herman.
Program Koperasi Merah Putih sendiri merupakan salah satu inisiatif strategis nasional yang bertujuan memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan di seluruh Indonesia. Dengan memanfaatkan aset desa yang selama ini belum tergarap maksimal, diharapkan koperasi ini dapat menjadi solusi bagi rantai distribusi, akses permodalan, dan pemasaran hasil produksi masyarakat pedesaan.
Pihak kecamatan berharap, dengan adanya klarifikasi ini, masyarakat dapat memahami dan mendukung penuh program pemerintah. Pembangunan KMP di Desa Gunungmasigit dijadwalkan akan segera dimulai setelah seluruh persyaratan administrasi dan teknis rampung, dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan menjaga keindahan kawasan wisata Stone Garden sebagai salah satu aset berharga Kabupaten Bandung Barat.
Comments (0)