Real Madrid 1-1 Al Hilal, Debut Xabi Alonso Belum Sempurna

Skor akhir 1-1 mewarnai debut Xabi Alonso sebagai pelatih Real Madrid di Piala Dunia Antarklub 2025. Los Blancos sempat memimpin melalui Gonzalo García pada menit ke-34 setelah menerima assist Rodryg...

Aug 28, 2026 - 16:56
0 0
Real Madrid 1-1 Al Hilal, Debut Xabi Alonso Belum Sempurna

Skor akhir 1-1 mewarnai debut Xabi Alonso sebagai pelatih Real Madrid di Piala Dunia Antarklub 2025. Los Blancos sempat memimpin melalui Gonzalo García pada menit ke-34 setelah menerima assist Rodrygo, tetapi Al Hilal menyamakan kedudukan lewat eksekusi penalti Rúben Neves pada menit ke-41. Pertandingan di Hard Rock Stadium, Miami, Amerika Serikat, itu berlangsung terbuka dan memperlihatkan dua wajah Madrid: agresif ketika menguasai bola, tetapi masih rentan saat kehilangan struktur di area pertahanan.

Laga yang dimainkan pada Kamis (19/6/2025) WIB tersebut menjadi panggung pertama Alonso dalam pertandingan kompetitif bersama Madrid. Sorotan tertuju pada pilihan starting XI, bentuk formasi, serta cara pelatih asal Spanyol itu menerapkan pendekatan taktisnya setelah menggantikan Carlo Ancelotti. Madrid membawa nama besar dan materi pemain bertabur bintang, sedangkan Al Hilal tampil tanpa rasa gentar melalui permainan transisi cepat dan duel fisik di lini tengah.

Gol Gonzalo García Mengubah Irama Babak Pertama

Madrid membuka laga dengan formasi 4-3-3. Trio lini tengah berusaha menjaga sirkulasi bola, sementara Rodrygo dan Vinícius Júnior melebar untuk menarik bek Al Hilal keluar dari posisinya. Jude Bellingham bergerak lebih bebas di antara lini, menjalankan peran sebagai penghubung antara gelandang dan penyerang. Pola tersebut membuat Madrid mampu membangun serangan dari sisi sayap, meskipun beberapa kali umpan terakhir mereka terbaca oleh pertahanan lawan.

Memasuki pertengahan babak pertama, tekanan Madrid mulai menghasilkan peluang yang lebih bersih. Menit ke-34, serangan dari sisi kanan berakhir dengan umpan Rodrygo ke area berbahaya. Gonzalo García bergerak tepat waktu dan menyelesaikan peluang tersebut untuk membawa Madrid unggul 1-0. Gol itu bukan hanya penting bagi papan skor, tetapi juga menjadi bukti keberanian Alonso menempatkan penyerang muda dalam starting XI pada laga dengan tekanan besar.

Al Hilal tidak membiarkan Madrid mengontrol pertandingan terlalu lama. Menit ke-41, wakil Arab Saudi mendapatkan penalti setelah terjadi kontak di dalam kotak terlarang. Rúben Neves maju sebagai eksekutor dan mengirim bola melewati jangkauan Thibaut Courtois. Kedudukan berubah menjadi 1-1. Fase tersebut sempat menjadi perhatian perangkat VAR, tetapi keputusan penalti tetap dipertahankan setelah proses pemeriksaan.

Setelah gol penyeimbang, tempo laga meningkat. Madrid mencoba menekan lewat kombinasi umpan pendek, sedangkan Al Hilal mengandalkan akselerasi pemain sayap dan pergerakan penyerang di belakang garis pertahanan. Beberapa serangan Madrid terhenti karena offside, sementara duel di lini tengah menghasilkan sejumlah kartu kuning. Tidak ada kartu merah, sehingga kedua tim tetap memiliki susunan pemain lengkap hingga pertandingan memasuki fase akhir.

Alonso Mengubah Pendekatan, Al Hilal Bertahan Disiplin

Pada babak kedua, Alonso meminta Madrid menaikkan garis tekanan. Saat memegang bola, bentuk 4-3-3 terlihat lebih fleksibel karena salah satu gelandang bergerak mendekati kotak penalti dan bek sayap ikut memberikan lebar serangan. Ketika kehilangan bola, struktur itu berubah menjadi pola yang lebih rapat dengan dua pemain terdepan menutup jalur umpan menuju gelandang Al Hilal.

Perubahan tersebut membuat Madrid lebih sering berada di wilayah pertahanan lawan. Vinícius mencoba memenangkan duel satu lawan satu, Rodrygo mencari ruang di antara bek kanan dan bek tengah, sedangkan Bellingham menjadi sasaran umpan vertikal. Namun, Al Hilal mampu mempertahankan blok pertahanan dengan jarak antarlini yang rapat. Setiap kali Madrid mempercepat sirkulasi bola, bek Al Hilal segera menutup ruang tembak dan memaksa lawan mengalirkan serangan ke area yang lebih sempit.

Di sisi lain, Al Hilal tetap berbahaya melalui serangan balik. Rúben Neves mengatur arah permainan dari posisi gelandang bertahan, sementara pemain di sektor sayap berusaha mengeksploitasi ruang di belakang bek Madrid. Courtois beberapa kali harus membaca arah bola silang dan mengamankan situasi di dalam kotak penalti. Karena kedua tim gagal mencetak gol tambahan, tidak ada pemain yang mendekati catatan hat-trick dan kedua penjaga gawang sama-sama tidak mendapatkan clean sheet.

Madrid terus mencari celah pada menit-menit akhir. Pergantian pemain memberikan energi baru, tetapi koordinasi di sepertiga akhir belum cukup tajam untuk mengubah peluang menjadi gol. Al Hilal juga memiliki kesempatan melalui bola mati dan transisi, namun penyelesaian akhir mereka belum mampu menaklukkan Courtois untuk kedua kalinya. Peluit panjang akhirnya mengunci skor akhir 1-1.

Statistik Menunjukkan Madrid Belum Efisien

Secara statistik, Madrid sedikit lebih dominan dengan penguasaan bola 53 persen, berbanding 47 persen milik Al Hilal. Los Blancos mencatat lima shots on target, sedangkan lawannya menghasilkan empat tembakan tepat sasaran. Angka tersebut menggambarkan pertandingan yang relatif seimbang: Madrid lebih banyak menguasai fase pembangunan serangan, tetapi Al Hilal mampu menciptakan ancaman dengan jumlah penguasaan yang lebih kecil.

Catatan gol juga memperlihatkan perbedaan mekanisme serangan. Gol García lahir dari permainan terbuka dan memiliki assist Rodrygo, sedangkan gol Neves tercipta melalui penalti sehingga tidak tercatat sebagai assist. Madrid mampu menciptakan momentum setelah unggul, tetapi tidak berhasil memanfaatkannya untuk memperlebar jarak. Sebaliknya, Al Hilal menunjukkan efisiensi tinggi dengan mengubah satu momen penting di kotak penalti menjadi gol penyama.

Jumlah shots on target yang tidak terpaut jauh menegaskan bahwa pertahanan Al Hilal tidak sekadar bertahan pasif. Mereka berani menekan pembawa bola, menutup jalur umpan ke Bellingham, dan memaksa penyerang Madrid mengambil keputusan dari sudut yang kurang ideal. Madrid memiliki kualitas individu untuk memenangkan pertandingan, namun kualitas itu belum sepenuhnya terhubung dengan pola kolektif yang diinginkan Alonso.

Pekerjaan Besar Menanti di Pertandingan Berikutnya

“Kami melihat fondasi yang baik, tetapi kontrol pertandingan dan ketenangan setelah unggul masih harus ditingkatkan,” ujar Xabi Alonso dalam evaluasi seusai laga.

Pernyataan tersebut mencerminkan jalannya pertandingan. Madrid tidak tampil buruk, tetapi juga belum menunjukkan konsistensi yang biasanya diharapkan dari tim kandidat juara. Transisi bertahan perlu dibenahi agar lawan tidak mudah memasuki area berbahaya, sementara penyelesaian akhir harus lebih klinis ketika peluang datang.

Bagi Al Hilal, satu poin menjadi hasil penting melawan lawan dengan kedalaman skuad yang lebih besar. Mereka mampu menjaga intensitas, memanfaatkan penalti, dan mempertahankan konsentrasi hingga akhir. Bagi Madrid, laga ini menjadi pelajaran awal tentang tuntutan sistem Alonso. Los Blancos harus memperbaiki jarak antarlini, meningkatkan kecepatan sirkulasi, serta mengurangi kesalahan yang memicu serangan balik.

Dengan skor akhir 1-1, persaingan di Grup H masih terbuka. Debut Alonso memang belum sempurna, tetapi pertandingan ini memberikan gambaran jelas tentang identitas yang sedang dibangun. Jika Madrid mampu mengubah dominasi penguasaan bola menjadi lebih banyak shots on target dan gol, peluang mereka untuk melangkah jauh tetap terbuka. Tantangan berikutnya akan menguji apakah evaluasi dari Miami benar-benar diterjemahkan menjadi performa yang lebih matang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User