Endrick Brace, Real Madrid Melaju ke Perempat Final Copa del Rey

Skor akhir 5-2 untuk Real Madrid atas Celta Vigo setelah extra time memastikan Los Blancos melaju ke perempat final Copa del Rey. Momen paling menentukan terjadi pada babak tambahan ketika Endrick men...

Aug 28, 2026 - 16:57
0 0
Endrick Brace, Real Madrid Melaju ke Perempat Final Copa del Rey

Skor akhir 5-2 untuk Real Madrid atas Celta Vigo setelah extra time memastikan Los Blancos melaju ke perempat final Copa del Rey. Momen paling menentukan terjadi pada babak tambahan ketika Endrick mencetak dua gol, masing-masing pada menit ke-108 dan menit ke-119. Selebrasi emosional penyerang muda Brasil itu menjadi gambaran jelas tentang tekanan sekaligus kelegaan yang ia rasakan setelah membantu tim melewati pertandingan penuh drama.

Kemenangan tersebut juga membawa catatan penting bagi Endrick. Brace ke gawang Celta membuat koleksi golnya bersama Real Madrid musim ini menjadi empat. Ia belum mencatat hat-trick, tetapi dua penyelesaian di extra time menunjukkan ketenangan yang dibutuhkan seorang striker ketika pertandingan memasuki fase paling melelahkan. Dari bangku cadangan hingga menjadi penentu laga, Endrick memberikan dampak besar melalui pergerakan tanpa bola, keberanian menyerang ruang, dan kemampuan membaca situasi di kotak penalti.

Babak Pertama: Madrid Menguasai Arah Pertandingan

Real Madrid membuka laga dengan formasi 4-3-3. Trio depan diberi tugas untuk meregangkan garis pertahanan Celta, sementara lini tengah bergerak dinamis untuk menciptakan jalur umpan ke area antara bek dan gelandang lawan. Starting XI Madrid berusaha menjaga sirkulasi bola tetap cepat, terutama melalui sisi sayap dan kombinasi umpan pendek di depan kotak penalti.

Menit ke-37, Kylian Mbappe memecah kebuntuan melalui penyelesaian yang memperlihatkan kualitas teknisnya. Ia memanfaatkan ruang di depan garis pertahanan Celta sebelum melepaskan tembakan yang sulit dijangkau kiper. Gol tersebut mengubah ritme pertandingan karena Madrid semakin percaya diri memainkan penguasaan bola, sedangkan Celta mulai lebih dalam menjaga blok pertahanannya.

Madrid menggandakan keunggulan pada menit ke-48 melalui Vinicius Junior. Serangan dibangun dengan perpindahan bola cepat dari lini tengah menuju sektor kiri. Vinicius kemudian memaksimalkan ruang yang terbuka untuk menaklukkan penjagaan Celta. Rangkaian umpan sebelum gol itu memperlihatkan bagaimana posisi pemain Madrid mampu menarik bek lawan keluar dari area pertahanan. Pada fase ini, Madrid tampak mengontrol tempo dan lebih sering memaksa Celta bertahan di wilayah sendiri.

Secara statistik, Madrid menyelesaikan pertandingan dengan sekitar 60 persen penguasaan bola berbanding 40 persen milik Celta. Los Blancos juga unggul dalam shots on target, yakni 11 berbanding empat. Angka tersebut menggambarkan perbedaan kualitas tekanan, meskipun Celta tetap mampu menciptakan masalah lewat serangan balik dan bola-bola langsung ke area depan.

Celta Bangkit, Madrid Dipaksa Bermain 120 Menit

Keunggulan dua gol tidak membuat Madrid bisa bersantai. Celta mengubah pendekatan dengan menaikkan garis tekanan dan mengirim lebih banyak pemain ke sepertiga akhir lapangan. Formasi 3-4-3 mereka memberikan lebar serangan melalui wing-back, sementara dua gelandang tengah berusaha memutus koneksi Madrid menuju Vinicius dan Mbappe.

Menit ke-83, Celta mendapatkan peluang dari titik penalti dan Alfon Gonzalez menjalankan tugasnya dengan baik. Gol itu menghidupkan kembali pertandingan. Madrid mulai kehilangan jarak antarlini, terutama ketika gelandang sayap terlambat turun membantu full-back. Tekanan Celta berlanjut hingga menit ke-90+1, saat Marcos Alonso mencetak gol penyama kedudukan. Skor berubah menjadi 2-2 dan laga harus dilanjutkan ke extra time.

Keputusan penalti serta beberapa duel di area terlarang menjadi perhatian besar karena membutuhkan pemeriksaan VAR. Garis offside juga beberapa kali menjadi faktor dalam pengambilan keputusan ketika Madrid mencoba melancarkan serangan vertikal. Dalam pertandingan dengan intensitas tinggi seperti ini, setiap detail kecil dapat mengubah momentum. Kartu kuning/merah tidak menjadi penentu utama skor, tetapi duel fisik membuat kedua tim harus berhati-hati agar tidak kehilangan pemain karena pelanggaran disiplin.

Madrid memang tidak mampu mencatat clean sheet, namun respons mereka pada babak tambahan patut dicatat. Alih-alih terus bermain panik setelah keunggulan lenyap, para pemain kembali merapatkan struktur. Lini tengah mulai memenangkan duel kedua, sementara penyerang bergerak lebih agresif di belakang bek Celta.

Endrick Mengubah Jalannya Extra Time

Menit ke-108 menjadi titik balik berikutnya. Endrick berada di posisi yang tepat untuk menyelesaikan peluang dari situasi bola mati. Arda Guler mengirim bola dengan akurasi baik, dan Endrick menyambutnya melalui penyelesaian kreatif di dekat gawang. Gerakannya mengecoh penjagaan Celta sekaligus membuat Madrid kembali unggul 3-2. Assist dari situasi sepak pojok itu memperlihatkan pentingnya kualitas eksekusi bola mati dalam pertandingan yang berlangsung ketat.

Setelah gol tersebut, Celta berusaha merespons dengan menaikkan jumlah pemain ke depan. Namun, ruang di belakang lini tengah mereka semakin terbuka. Menit ke-112, Federico Valverde memanfaatkan celah tersebut melalui tembakan keras dari luar kotak penalti. Gol itu membuat Madrid kembali memiliki bantalan dua gol dan mengubah tekanan psikologis pertandingan.

Endrick belum selesai. Menit ke-119, ia kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima umpan dari sisi kanan. Pergerakannya menunjukkan naluri penyerang yang tajam: ia tidak berdiri menunggu bola, melainkan bergerak ke ruang sempit di antara bek tengah dan full-back. Penyelesaian akhirnya memastikan skor akhir 5-2. Dua gol Endrick di extra time bukan hanya soal penyelesaian, tetapi juga tentang timing, posisi, dan keberanian mengambil keputusan dalam situasi bertekanan tinggi.

“Respons setelah pertandingan menjadi imbang sangat penting. Endrick menunjukkan kualitas, ketenangan, dan keberanian untuk menyerang ruang pada momen penentu.” — evaluasi pelatih Real Madrid

Taktik, Posisi, dan Peran Starting XI

Dari sisi taktik, Madrid lebih efektif ketika memainkan bola secara horizontal sebelum melakukan umpan vertikal. Pergerakan Vinicius dan Mbappe membuat bek Celta harus memilih antara menjaga lebar lapangan atau melindungi area tengah. Ketika Celta terlalu fokus pada kedua sayap, gelandang Madrid mendapatkan ruang untuk melakukan penetrasi. Sebaliknya, saat Celta menutup bagian tengah, full-back Madrid dapat naik membantu serangan.

Valverde menjadi pemain penting karena mampu menjalankan dua peran sekaligus. Ia membantu menjaga keseimbangan ketika Madrid kehilangan bola, lalu muncul sebagai gelandang tambahan saat serangan berkembang. Golnya pada menit ke-112 memperlihatkan kemampuan melakukan transisi dari posisi tengah menuju area tembak tanpa kehilangan struktur formasi.

Endrick juga memberikan variasi berbeda dibanding penyerang yang lebih sering melebar. Ia bermain lebih dekat dengan bek tengah, mencari celah di antara garis pertahanan, dan menunggu momen untuk melakukan sprint pendek. Keputusan pelatih memasukkannya menjadi efektif karena Celta mulai kehilangan energi setelah melewati 90 menit. Dalam kondisi seperti itu, striker yang memiliki akselerasi dan insting di kotak penalti dapat menjadi pembeda.

Selebrasi Emosional dan Langkah Berikutnya

Selebrasi Endrick setelah gol keduanya menjadi salah satu gambar paling kuat dari pertandingan ini. Ia tidak sekadar merayakan kemenangan, tetapi juga meluapkan emosi setelah menyelesaikan malam yang menuntut konsentrasi panjang. Brace tersebut mempertegas perkembangannya di Madrid dan memberi sinyal bahwa ia siap bersaing untuk mendapatkan menit bermain lebih banyak.

Bagi Real Madrid, kemenangan ini membawa tiket ke perempat final Copa del Rey sekaligus menjadi pelajaran tentang pentingnya menjaga kontrol pertandingan. Keunggulan 2-0 sempat hilang, tetapi kualitas individu, kedalaman starting XI, dan penyesuaian taktik membantu mereka bangkit pada extra time. Madrid masih perlu memperbaiki perlindungan di depan lini belakang agar tidak kembali memberi lawan kesempatan membangun comeback.

Celta Vigo layak mendapat apresiasi karena mampu mengubah pertandingan melalui tekanan dan keberanian menyerang. Mereka mencetak dua gol setelah tertinggal dan memaksa Madrid bermain hingga menit ke-120. Namun, perbedaan ketajaman pada shots on target serta efektivitas Madrid dalam memanfaatkan ruang akhirnya menentukan hasil. Tidak ada hat-trick pada malam itu, tetapi brace Endrick sudah cukup untuk mengantar Madrid ke babak berikutnya dengan cara yang dramatis dan penuh data.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User