Pramono Anung Ingin Kembalikan Kejayaan Taman Ismail Marzuki: Warisan Budaya Ali Sadikin Harus Dihidupkan Lagi

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmennya untuk menghidupkan kembali fungsi utama Taman Ismail Marzuki (TIM) sebagai pusat kegiatan seni dan budaya, serta rumah bagi para seniman. Hal

Jul 07, 2026 - 19:53
0 0
Pramono Anung Ingin Kembalikan Kejayaan Taman Ismail Marzuki: Warisan Budaya Ali Sadikin Harus Dihidupkan Lagi

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmennya untuk menghidupkan kembali fungsi utama Taman Ismail Marzuki (TIM) sebagai pusat kegiatan seni dan budaya, serta rumah bagi para seniman. Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri acara peringatan 100 tahun kelahiran mantan Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, yang digelar di kawasan TIM, Jakarta Pusat, pada Selasa (7/7/2026).

Menurut laporan media kami, dalam pidatonya, Pramono menyoroti bahwa warisan terbesar Ali Sadikin bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik semata. Ia menyebut nama-nama proyek monumental seperti Taman Impian Jaya Ancol dan Kebun Binatang Ragunan seringkali menjadi sorotan, namun perhatian mendalam Bang Ali terhadap kebudayaan dan kesenian adalah peninggalan yang jauh lebih bernilai. "Bagi saya pribadi sebenarnya bukan hanya hal yang bersifat fisik, tetapi karya paling utama beliau adalah bagaimana yang berkaitan dengan budaya, seni, yang salah satunya adalah di tempat ini," tegas Pramono di hadapan para undangan yang hadir.

"Yang paling utama dari beliau, bukan hanya Ancol, bukan hanya Ragunan. Tetapi bagaimana beliau memberikan tempat bagi para seniman, bagi para budayawan, untuk berkarya dan menunjukkan eksistensinya. TIM ini adalah bukti nyata."

Antrean Panjang di Planetarium Jadi Sorotan

Lebih lanjut, Pramono Anung menyinggung fenomena antrean panjang pengunjung di Planetarium dan Observatorium Jakarta yang kini menjadi salah satu daya tarik utama di kawasan TIM. Ia menilai, animo masyarakat yang tinggi terhadap fasilitas edukasi dan rekreasi berbasis sains dan seni tersebut merupakan sinyal positif, namun sekaligus menjadi gambaran bahwa masih banyak potensi yang belum tergarap maksimal. Keberadaan antrean yang mengular menjadi bukti bahwa masyarakat haus akan ruang kreatif dan interaksi budaya yang berkualitas.

Gubernur menekankan bahwa revitalisasi fungsi TIM tidak akan berjalan sendiri, melainkan harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan, terutama komunitas seniman dan budayawan. Ia berjanji akan membuka ruang dialog seluas-luasnya agar TIM benar-benar menjadi etalase kebudayaan Jakarta yang inklusif dan mampu mendorong lahirnya karya-karya baru. "Kita ingin mengembalikan roh TIM seperti yang dulu dicita-citakan oleh Bang Ali. Ini bukan hanya soal renovasi gedung atau penataan ulang, tapi soal menghidupkan kembali jiwa dan semangatnya," pungkas Pramono.

Dengan visi tersebut, Taman Ismail Marzuki diharapkan tidak lagi sekadar menjadi monumen bisu atau lokasi wisata temporer, melainkan benar-benar menjadi nadi penggerak peradaban seni dan budaya di ibu kota, sejalan dengan warisan Abadi yang ditinggalkan Ali Sadikin seabad silam.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Nasional. Reporter ringkasan peristiwa penting.

Comments (0)

User