AS Bahas Proposal Pencabutan Sanksi Minyak dan Aset Beku dalam Perundingan di Swiss
Perundingan putaran pertama antara Iran dan Amerika Serikat (AS) digelar di Burgenstock, Swiss, Senin (22/6/2026). Pertemuan tingkat teknis yang difasilitasi oleh Qatar dan Pakistan sebagai mediator
Perundingan putaran pertama antara Iran dan Amerika Serikat (AS) digelar di Burgenstock, Swiss, Senin (22/6/2026). Pertemuan tingkat teknis yang difasilitasi oleh Qatar dan Pakistan sebagai mediator tersebut menjadi momentum penting, setelah kedua negara sepakat membahas pencabutan sanksi sektor minyak Iran serta pembebasan aset-aset yang selama ini dibekukan oleh Washington.
Informasi yang dihimpun Beritainti.com dari sumber di lingkar perundingan menyebutkan, sesi negosiasi hari pertama berlangsung dalam suasana yang dinilai konstruktif meskipun masih dalam tahap awal. Tim Iran secara langsung mengangkat persoalan dana-dana milik Teheran yang tertahan di sejumlah bank internasional akibat tekanan sanksi sekunder AS.
"Dalam negosiasi hari ini, kami membahas masalah aset kami yang dibekukan dan pengaturan untuk pembebasannya," ujar anggota tim Iran yang bernegosiasi dengan AS, Hussein Gurbanzadeh, kepada televisi pemerintah Iran.
Pernyataan Gurbanzadeh mengonfirmasi bahwa pencairan aset menjadi salah satu prioritas utama delegasi Iran. Aset yang dibekukan tersebut nilainya diperkirakan mencapai puluhan miliar dolar AS, terutama berasal dari penjualan minyak dan gas yang ditahan di rekening escrow di negara-negara seperti Irak, Korea Selatan, Jepang, dan beberapa yurisdiksi Eropa. Pembekuan ini menjadi salah satu sumber tekanan ekonomi paling terasa bagi warga Iran, yang telah bertahun-tahun bergulat dengan inflasi tinggi dan keterbatasan akses terhadap cadangan devisa negara.
Selain aset, proposal pencabutan sanksi minyak juga menjadi sorotan. Sanksi yang diterapkan AS di era pemerintahan sebelumnya tersebut secara dramatis memangkas volume ekspor minyak Iran, yang merupakan tulang punggung pendapatan negara. Pencabutan sanksi akan membuka kembali akses Iran ke pasar energi global secara penuh, yang diyakini dapat mendorong pemulihan ekonomi dan menurunkan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Kehadiran Qatar dan Pakistan sebagai fasilitator bukan tanpa alasan. Doha memiliki hubungan relatif hangat dengan Teheran dan Washington, sementara Islamabad berusaha menjaga keseimbangan diplomatik di kawasan yang sensitif. Kedua negara mediator ini diharapkan mampu menjembatani perbedaan yang selama ini membuat komunikasi antara Iran dan AS nyaris terputus total pasca-krisis nuklir dan eskalasi militer di masa lalu.
Para analis hubungan internasional yang diwawancarai media kami menilai, pembicaraan di Swiss ini merupakan sinyal positif meskipun jalan menuju kesepakatan komprehensif masih panjang. Putaran pertama biasanya hanya untuk memetakan posisi masing-masing pihak, sebelum memasuki sesi negosiasi substantif yang dijadwalkan berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak AS terkait rincian diskusi, namun beberapa diplomat senior mengisyaratkan bahwa Washington membuka ruang bagi kemungkinan keringanan sanksi dengan syarat-syarat tertentu.
Tim liputan Beritainti.com akan terus memantau perkembangan perundingan di Swiss dan menyajikan informasi terkini seputar dinamika hubungan Iran-AS yang bisa berdampak pada stabilitas ekonomi dan politik global.
Comments (0)