Plaza Senayan-Senayan City Disambungkan Jalur Bawah Tanah, Pramono: Ego Dulu Tak Pernah Bertemu

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengambil langkah tegas untuk mengakhiri belasan tahun ketidakterhubungan dua pusat perbelanjaan ikonik di kawasan Senayan. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumum

Jul 07, 2026 - 23:22
0 0
Plaza Senayan-Senayan City Disambungkan Jalur Bawah Tanah, Pramono: Ego Dulu Tak Pernah Bertemu

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengambil langkah tegas untuk mengakhiri belasan tahun ketidakterhubungan dua pusat perbelanjaan ikonik di kawasan Senayan. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan rencana wajib bagi Plaza Senayan dan Senayan City untuk membangun jalur bawah tanah yang akan menyambungkan kedua mal tersebut. Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari strategi besar penataan kawasan yang bertujuan mempermudah akses pejalan kaki sekaligus mengurangi kemacetan yang kerap melumpuhkan Jalan Asia Afrika dan sekitarnya.

Menurut laporan yang dihimpun media kami, hubungan antara pengelola Plaza Senayan dan Senayan City selama ini diwarnai oleh ego sektoral yang menghambat terciptanya konektivitas fisik. Kondisi ini memicu ironi: dua mal besar yang terletak berseberangan dengan jarak hanya beberapa puluh meter, justru tak memiliki akses langsung yang aman dan nyaman bagi para pengunjung.

Dua Mal Berseberangan Tanpa Akses Langsung

Pengamat tata kota menilai tidak terhubungnya Plaza Senayan dan Senayan City selama bertahun-tahun sebagai anomali dalam perencanaan kawasan bisnis modern. Para pengunjung yang ingin berpindah dari satu mal ke mal lainnya terpaksa menyeberangi jalan raya yang padat atau menggunakan kendaraan, menambah beban lalu lintas yang sudah kronis. Data Dinas Perhubungan DKI Jakarta menunjukkan bahwa titik persimpangan di depan kedua mal tersebut masuk dalam kategori area dengan volume pejalan kaki tinggi namun minim infrastruktur penyeberangan yang memadai.

Rencana jalur bawah tanah ini diharapkan menjadi solusi permanen. Selain menyambungkan dua mal, proyek ini juga akan terintegrasi dengan rencana pengembangan kawasan berorientasi transit di sekitar Stasiun MRT Senayan dan halte Transjakarta Bundaran Senayan.

Gubernur: Saya Wajibkan, Tak Ada Tawar-menawar

Pramono Anung menegaskan bahwa kebijakan ini bersifat wajib dan tidak bisa ditawar. Dalam berbagai kesempatan, ia menyuarakan kekesalannya terhadap lambannya realisasi konektivitas yang seharusnya sudah terwujud sejak lama.

Untuk Senayan City dengan Plaza Senayan, itu juga saya wajibkan untuk dihubungkan di bawah. Egonya memang dari dulu tidak pernah ketemu. Ini bukan lagi soal keinginan, ini keharusan demi kepentingan publik yang lebih luas.

Pernyataan tegas Gubernur tersebut disampaikan di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (30/6/2026). Ia menekankan bahwa pembangunan infrastruktur penghubung ini merupakan bagian dari visi Jakarta sebagai kota global yang ramah pejalan kaki dan berkelanjutan.

Dengan adanya intervensi langsung dari Pemprov DKI, publik kini menanti langkah konkret dari kedua pihak pengelola mal. Proyek ini diperkirakan akan memulai tahap perencanaan detail pada kuartal ketiga 2026, dengan target groundbreaking paling lambat awal 2027. Keberhasilan proyek ini akan menjadi preseden penting bagi kolaborasi sektor swasta dalam mendukung kebijakan tata ruang dan transportasi publik di Ibu Kota.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Fact Checker. Memverifikasi berita ringkas agar tetap akurat.

Comments (0)

User