Penggeledahan Intensif KPK, Bupati Kuansing Diduga Dijemput Pihak Misterius Jelang OTT

Jakarta, Beritainti.com — Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby, menyimpan drama pengejara

Jul 07, 2026 - 23:15
0 1
Penggeledahan Intensif KPK, Bupati Kuansing Diduga Dijemput Pihak Misterius Jelang OTT

Jakarta, Beritainti.com — Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby, menyimpan drama pengejaran yang menegangkan. Tim penyidik sempat dibuat berpacu dengan waktu lantaran target utama operasi tersebut tiba-tiba menghilang dari pusat pemerintahan. Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, buronan kasus jual beli jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) ini diduga kuat telah keluar dari wilayah Kuansing setelah dijemput oleh pihak tertentu, menjelang penyidik melakukan penyegelan.

Plt Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih, Jakarta, Rabu (1/7/2026), mengungkapkan bahwa tim lapangan telah melakukan penyisiran menyeluruh ke sejumlah titik vital di Kabupaten Kuansing. Dua lokasi utama yang menjadi sasaran pencarian adalah rumah dinas resmi Bupati dan kantor pemerintahan daerah setempat. Namun, hasilnya nihil. Dari hasil pendalaman sementara, Suhardiman sudah tidak berada di lokasi.

Jejak Pelarian Sebelum Penangkapan

Achmad Taufik Husein mengonfirmasi bahwa penyidik menerima informasi valid mengenai adanya pihak eksternal yang secara spesifik menjemput Suhardiman Amby untuk meninggalkan lokasi sebelum penyidik tiba. Meskipun sempat sulit dilacak, KPK menegaskan bahwa upaya menghilangnya terduga pelaku tidak berlangsung lama berkat analisis cepat tim intelijen di lapangan.

"Bahwa ada informasi pihak yang menjemput, itu juga sudah diketahui oleh tim, tetapi kita fokus pada saat itu tim mencari keberadaan yang SA dan ZKN," ujar Taufik dalam pemaparannya, merujuk pada inisial Bupati Suhardiman Amby dan tersangka lainnya.

Pernyataan tersebut memberikan gambaran bahwa upaya menghilangnya sang bupati bukanlah aksi spontan, melainkan telah direncanakan dengan melibatkan jaringan yang mencoba memutus mata rantai pengawasan. Kendati demikian, gerak cepat aparat berhasil mengantisipasi potensi lolosnya para tersangka. Fokus KPK kala itu terbagi untuk memastikan baik Suhardiman maupun ZKN (tersangka lainnya) tidak berhasil melarikan diri ke luar provinsi atau menghilangkan barang bukti yang berkaitan dengan transaksi suap jabatan sekda tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Reporter Teknologi. Reporter teknologi format ringkasan mudah baca.

Comments (0)

User