# PDIP Nonaktifkan Anggota DPRD TTU yang Diduga Intimidasi Dokter Icha
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengambil langkah tegas terhadap salah satu kadernya yang tersandung kasus hukum. Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, DPC PDIP Kabupaten Timor T
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengambil langkah tegas terhadap salah satu kadernya yang tersandung kasus hukum. Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, DPC PDIP Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) resmi menonaktifkan Veronika Lake dari jabatannya sebagai anggota DPRD setempat per hari ini. Penonaktifan ini merupakan buntut dari dugaan keterlibatan Veronika dalam kasus intimidasi terhadap dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni, atau yang lebih dikenal sebagai dokter Icha (27), hingga korban mengakhiri hidupnya.
Kabar penonaktifan ini disampaikan langsung oleh Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira. Ia menegaskan bahwa partai berlambang banteng moncong putih itu menghormati proses hukum yang sedang berjalan di kepolisian. Sanksi administratif internal berupa penonaktifan ini akan berlaku selama aparat penegak hukum menuntaskan penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus tersebut.
Proses Hukum Berjalan, PDIP Hormati Asas Praduga Tak Bersalah
Andreas Hugo Pareira menjelaskan mekanisme penonaktifan tersebut saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Ia menyatakan bahwa keputusan ini diambil oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP TTU sebagai bentuk tanggung jawab organisasi.
"DPC menonaktifkan dia selama proses hukum di polisi. Dan kemudian mereka bertiga itu sudah dipanggil oleh polisi, sehingga ya tunggu proses hukum," ujar Hugo.
Pernyataan Hugo tersebut sekaligus mengonfirmasi bahwa terdapat tiga orang yang telah dipanggil oleh pihak kepolisian terkait dugaan intimidasi yang menimpa dokter Icha. Meski demikian, Andreas tidak merinci lebih lanjut identitas dua orang lainnya yang turut diperiksa. Langkah penonaktifan ini dinilai sebagai upaya partai untuk menjaga marwah institusi sekaligus mempermudah proses pemeriksaan tanpa ada intervensi politik dari anggota dewan yang masih aktif.
Kasus ini menyita perhatian publik setelah dokter muda yang bertugas di Nusa Tenggara Timur tersebut ditemukan meninggal dunia. Berbagai kalangan mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas dugaan intimidasi yang menjadi pemicu tindakan nekat korban. Hingga berita ini diturunkan, proses penyelidikan masih terus berlangsung. PDIP sendiri memastikan tidak akan segan memberikan sanksi berat apabila nantinya kader mereka terbukti bersalah di pengadilan.
Comments (0)